banner 728x250

Waspada! BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan 2025/2026, Ini Jadwal dan Daerah yang Perlu Siaga

waspada bmkg ungkap puncak musim hujan 20252026 ini jadwal dan daerah yang perlu siaga portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengumumkan bahwa Indonesia sedang memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Beberapa wilayah di Tanah Air bahkan sudah merasakan guyuran hujan, menandakan awal musim yang dinanti setelah kemarau panjang.

Namun, ada peringatan penting yang perlu kita perhatikan. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa puncak musim hujan di Indonesia akan bervariasi di setiap daerah, namun secara umum diprediksi terjadi antara November 2025 hingga Februari 2026.

banner 325x300

Indonesia di Ambang Musim Hujan, Waspada Perubahan Ekstrem

Masa transisi ini seringkali menjadi periode yang penuh kejutan cuaca. Kita mungkin merasakan panas terik yang tiba-tiba diselingi hujan deras disertai angin kencang, bahkan petir yang menyambar. Fenomena ini bukan hal baru, namun tetap membutuhkan kewaspadaan ekstra dari seluruh masyarakat.

Dwikorita Karnawati menjelaskan, peralihan musim ini memang kerap ditandai dengan kejadian ekstrem. Contoh nyata adalah banjir bandang yang melanda Bali beberapa waktu lalu, yang menjadi pengingat betapa cepatnya cuaca bisa berubah dan menimbulkan dampak serius.

BMKG juga memperingatkan bahwa kejadian ekstrem serupa masih sangat mungkin terjadi, terutama dalam sepekan ke depan. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk terus memonitor perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal resminya.

Informasi ini sangat krusial agar kita semua bisa mengambil langkah antisipasi yang tepat. Kesiapan dini dapat meminimalisir risiko dan kerugian yang mungkin timbul akibat perubahan cuaca yang ekstrem.

Ancaman Bencana Hidrometeorologi Mengintai

Puncak musim hujan yang diprediksi BMKG ini membawa serta kekhawatiran akan potensi bencana hidrometeorologi. Bencana jenis ini meliputi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga sambaran petir, yang semuanya dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.

Ketika curah hujan mencapai puncaknya, risiko terjadinya bencana-bencana tersebut akan meningkat drastis. Infrastruktur bisa rusak, aktivitas sehari-hari terganggu, bahkan sektor pertanian dan ekonomi bisa ikut terdampak.

Oleh karena itu, imbauan untuk selalu memantau informasi BMKG bukan sekadar formalitas. Ini adalah langkah proaktif untuk melindungi diri dan komunitas kita dari dampak terburuk musim hujan.

Koordinasi antara BMKG pusat dan daerah juga terus diperkuat untuk memastikan informasi cuaca tersampaikan secara cepat dan akurat kepada seluruh lapisan masyarakat. Mari kita jadikan kewaspadaan sebagai bagian dari gaya hidup kita.

Kapan Puncak Musim Hujan Tiba di Daerahmu? Cek Prediksi BMKG

Berdasarkan data yang dipaparkan BMKG, puncak musim hujan di Indonesia tidak terjadi serentak, melainkan terbagi dalam beberapa periode. Ini penting untuk diketahui agar setiap daerah bisa mempersiapkan diri sesuai jadwal yang diprediksi.

Secara keseluruhan, ada 75 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 10,7 persen wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada September-Oktober 2025. Kemudian, sebanyak 235 ZOM atau sekitar 33,6 persen akan merasakan puncaknya pada November-Desember 2025.

Sementara itu, mayoritas wilayah, yakni 276 ZOM atau 39,5 persen, diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2026. Ada juga beberapa wilayah yang puncaknya lebih lambat, yaitu Maret-Juni 2026.

Periode September-Oktober 2025: Awal Mula di Sejumlah Wilayah

Beberapa wilayah akan menjadi yang pertama merasakan puncak musim hujan. Mereka adalah Aceh, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat, dan Papua. Masyarakat di daerah ini diharapkan sudah mulai mempersiapkan diri sejak dini.

Kesiapan ini meliputi pembersihan saluran air, pengecekan kondisi rumah, hingga menyiapkan perlengkapan darurat. Ini adalah langkah awal yang krusial untuk menghadapi musim hujan yang lebih intens.

Periode November-Desember 2025: Mayoritas Sumatera dan Kalimantan Bersiap

Pada periode ini, puncak musim hujan akan melanda sebagian besar wilayah Sumatera. Selain itu, Banten bagian selatan, Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah bagian selatan, sebagian Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi bagian utara dan barat, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian Papua Barat dan Papua bagian tengah juga akan merasakan puncaknya.

Wilayah-wilayah ini, yang meliputi pulau-pulau besar dan padat penduduk, perlu meningkatkan kewaspadaan. Risiko banjir dan longsor di daerah pegunungan atau dataran rendah yang rawan genangan perlu menjadi perhatian utama.

Periode Januari-Februari 2026: Puncak di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

Periode ini akan menjadi puncak musim hujan bagi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, Jambi bagian selatan, Bengkulu bagian selatan, Sumatera Selatan bagian timur, Sulawesi Utara bagian barat, Gorontalo bagian barat, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian besar Papua juga akan mengalaminya.

Mengingat padatnya populasi di Jawa dan Bali, serta karakteristik geografis Nusa Tenggara yang rentan kekeringan namun juga bisa dilanda banjir bandang, persiapan matang sangat diperlukan. Petani, nelayan, dan masyarakat umum harus sangat waspada.

Periode Maret-Juni 2026: Sulawesi dan Maluku Menyusul

Terakhir, puncak musim hujan akan tiba di Sulawesi bagian tengah, Sulawesi bagian timur, Sulawesi bagian selatan, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua bagian utara, dan Papua bagian barat pada periode Maret hingga Juni 2026.

Wilayah-wilayah ini, yang seringkali memiliki topografi pegunungan dan pesisir, perlu mewaspadai potensi longsor dan banjir rob. Informasi ini memberikan waktu bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana.

Imbauan BMKG: Tetap Siaga dan Pantau Informasi Terkini

Menghadapi prediksi puncak musim hujan 2025/2026 ini, BMKG secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko dan dampak negatif yang mungkin terjadi.

Pastikan untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan BMKG. Informasi ini dapat diakses melalui berbagai kanal resmi BMKG, seperti situs web, media sosial, aplikasi seluler, atau melalui siaran pers yang dikoordinasikan dengan BMKG di daerah.

Pemerintah daerah dan pihak terkait juga diharapkan terus memperkuat koordinasi dan mempersiapkan rencana kontingensi. Ini termasuk memastikan kesiapan tim SAR, logistik bantuan, dan jalur evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Mari kita bersama-sama menjadi masyarakat yang tanggap dan adaptif terhadap perubahan iklim. Dengan informasi yang akurat dan kesiapsiagaan yang baik, kita bisa melewati musim hujan dengan lebih aman dan tenang.

banner 325x300