banner 728x250

Terkuak! Angga Raka Prabowo Pecahkan Tradisi, Jabat Dua Posisi Penting Sekaligus di Kabinet Prabowo!

terkuak angga raka prabowo pecahkan tradisi jabat dua posisi penting sekaligus di kabinet prabowo portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Rabu, 17 September 2025 menjadi hari yang penuh kejutan di Istana Kepresidenan. Presiden Prabowo Subianto kembali mengumumkan serangkaian nama baru dalam jajaran Kabinet Merah Putih, menandai babak baru dalam pemerintahannya. Namun, satu nama sukses mencuri perhatian publik dan menjadi sorotan utama: Angga Raka Prabowo.

Angga Raka resmi dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Namun, yang bikin banyak pihak bertanya-tanya, ia ternyata masih tetap menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi). Sebuah fenomena langka yang memicu spekulasi dan analisis mendalam tentang strategi komunikasi pemerintah ke depan.

banner 325x300

Angga Raka: Fenomena Rangkap Jabatan yang Bikin Penasaran

Pelantikan Angga Raka sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah ini bukanlah hal biasa. Dengan tetap mempertahankan posisinya sebagai Wamenkomdigi, Angga Raka kini mengemban dua amanah penting sekaligus. Ini adalah langkah yang jarang terjadi dalam sejarah kabinet Indonesia, memunculkan pertanyaan besar tentang urgensi dan alasan di balik keputusan Presiden Prabowo.

Keputusan ini tentu saja menarik perhatian para pengamat politik dan komunikasi. Ada yang melihatnya sebagai sinyal kepercayaan penuh dari Presiden terhadap Angga Raka, menganggapnya sebagai figur sentral dalam merumuskan dan menyampaikan narasi pemerintah. Di sisi lain, ada juga yang bertanya-tanya tentang potensi beban kerja ganda dan bagaimana hal ini akan memengaruhi efektivitas kinerjanya di kedua posisi tersebut.

Badan Komunikasi Pemerintah sendiri memiliki peran krusial dalam menyelaraskan pesan-pesan dari berbagai kementerian dan lembaga. Tujuannya adalah memastikan komunikasi yang terpadu, efektif, dan transparan kepada publik. Dengan Angga Raka yang juga menjabat Wamenkomdigi, diharapkan ada sinergi yang lebih kuat antara kebijakan digital dan strategi komunikasi pemerintah secara keseluruhan.

Langkah ini bisa jadi merupakan upaya Presiden Prabowo untuk menciptakan poros komunikasi yang lebih solid dan terintegrasi. Terutama di era digital saat ini, di mana informasi bergerak sangat cepat dan tantangan disinformasi semakin kompleks. Kehadiran Angga Raka di dua pos strategis ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebijakan digital dan implementasi komunikasi pemerintah yang lebih luas.

Pergeseran Posisi Kunci: Menko Polkam hingga Menpora

Selain Angga Raka, beberapa nama besar juga turut mengisi jajaran kabinet dengan posisi baru yang tak kalah strategis. Salah satunya adalah Djamari Chaniago yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam). Ia menggantikan Budi Gunawan yang sebelumnya dicopot pada reshuffle tahap pertama.

Penunjukan Djamari Chaniago ini menunjukkan fokus pemerintah pada stabilitas politik dan keamanan nasional. Mengingat posisi Menko Polkam yang sangat vital dalam menjaga kondusivitas negara, Djamari diharapkan mampu membawa pengalaman dan kepemimpinan yang kuat. Perannya akan sangat penting dalam mengkoordinasikan berbagai lembaga di bawah payung Polkam.

Pergeseran menarik lainnya datang dari Erick Thohir. Mantan Menteri BUMN yang dikenal dengan gebrakan-gebrakannya, kini dipercaya memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sebelum dilantik, Presiden Prabowo secara resmi memberhentikan Erick dari posisinya sebagai Menteri BUMN, menandakan fokus baru yang akan diemban oleh sosok yang pernah memimpin PSSI ini.

Perpindahan Erick Thohir ke Kemenpora ini memunculkan ekspektasi tinggi dari publik, khususnya di kalangan anak muda dan pegiat olahraga. Dengan rekam jejaknya yang sukses di berbagai bidang, termasuk saat memimpin PSSI, Erick diharapkan mampu membawa angin segar dan inovasi untuk memajukan sektor kepemudaan dan olahraga di Indonesia. Tantangan yang menanti tentu tidak sedikit, mulai dari pembinaan atlet hingga pengembangan ekosistem olahraga yang lebih profesional.

Wajah Baru dan Peran Strategis Lainnya di Kabinet

Reshuffle kali ini juga membawa sejumlah wajah baru dan perubahan penting di posisi wakil menteri. Afriansyah Noor dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, menggantikan Imannuel Ebenezer yang tersangkut kasus korupsi. Penunjukan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi dan menempatkan figur yang bersih serta berintegritas.

Dari kalangan politikus, Farida Faricha dari PKB dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi. Sementara itu, politikus Gerindra Rohmat Marzuki dilantik sebagai Wakil Menteri Kehutanan, menggantikan Sulaeman Umar. Penunjukan ini juga mencerminkan upaya Presiden Prabowo untuk menjaga keseimbangan politik dan mengakomodasi representasi dari partai-partai koalisi.

Tak hanya itu, Komjen (Purn) Ahmad Dofiri juga dilantik sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian. Pengalaman panjangnya di institusi kepolisian diharapkan mampu memberikan masukan berharga bagi Presiden dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendorong reformasi di tubuh Polri.

Mohamad Qodari, yang dikenal sebagai pengamat politik, kini menduduki posisi strategis sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Peran KSP sangat vital sebagai jembatan antara Presiden dengan berbagai pihak, serta dalam mengawal agenda-agenda prioritas pemerintah. Penunjukannya diharapkan mampu membawa perspektif analitis dan strategis dalam setiap kebijakan yang diambil.

Sektor gizi juga mendapat perhatian serius dengan dilantiknya Nanik Sudaryati Deyang dan Soni Sanjaya sebagai Wakil Badan Gizi Nasional (BGN). Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah gizi, khususnya stunting, yang menjadi salah satu prioritas nasional. Terakhir, Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan LKPP Sarah Sadiqa diangkat sebagai Kepala LKPP, menandakan fokus pada pengadaan barang dan jasa pemerintah yang transparan dan akuntabel.

Kilas Balik Reshuffle Sebelumnya: Perubahan Fundamental

Reshuffle yang terjadi pada 17 September ini merupakan kelanjutan dari perombakan kabinet tahap kedua yang dilakukan Presiden Prabowo pada Senin, 8 September lalu. Reshuffle sebelumnya juga membawa perubahan fundamental di beberapa kementerian kunci. Salah satu yang paling disorot adalah pencopotan Budi Gunawan dari posisi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.

Perubahan signifikan lainnya adalah dilantiknya Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati, sosok yang telah lama mengawal keuangan negara. Penunjukan Purbaya ini diyakini akan membawa pendekatan baru dalam pengelolaan fiskal dan kebijakan ekonomi di tengah tantangan global yang tidak menentu.

Pada reshuffle sebelumnya, Dito Ariotedjo juga dicopot dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga. Pencopotan ini membuka jalan bagi Erick Thohir untuk mengisi posisi tersebut, menandakan adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kementerian dan kebutuhan akan energi baru untuk mencapai target-target pemerintah.

Rangkaian reshuffle ini secara keseluruhan menunjukkan dinamika yang kuat dalam Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo tampak serius dalam melakukan evaluasi dan penyesuaian untuk memastikan jajaran menterinya bekerja secara optimal dan selaras dengan visi misi yang telah dicanangkan.

Tantangan dan Harapan Kabinet Merah Putih ke Depan

Dengan formasi baru ini, Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menghadapi berbagai tantangan dan harapan besar. Stabilitas ekonomi, peningkatan kesejahteraan rakyat, penegakan hukum, serta reformasi birokrasi menjadi agenda utama yang harus dikawal oleh para menteri dan wakil menteri yang baru dilantik.

Keputusan-keputusan strategis seperti rangkap jabatan Angga Raka Prabowo, pergeseran Erick Thohir, hingga masuknya wajah-wajah baru diyakini merupakan bagian dari upaya Presiden untuk memperkuat kinerja pemerintahan. Sinergi antar kementerian dan lembaga, komunikasi yang efektif, serta integritas para pejabat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi Indonesia Maju.

Masyarakat menantikan gebrakan dan inovasi dari para pembantu Presiden ini. Harapan untuk melihat pemerintahan yang lebih responsif, akuntabel, dan mampu menjawab tantangan zaman semakin tinggi. Dengan semangat Kabinet Merah Putih, semoga setiap perubahan membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan bangsa dan negara.

banner 325x300