Meta, perusahaan induk di balik raksasa media sosial Facebook dan Instagram, kembali membuat gebrakan besar. Mereka baru saja memperkenalkan jajaran kacamata pintar terbarunya yang diklaim sebagai kunci pembuka menuju era kecerdasan buatan super, atau yang sering disebut superintelligence. Ini bukan sekadar perangkat fesyen, melainkan sebuah lompatan ambisius ke masa depan teknologi.
Pengumuman penting ini disampaikan dalam konferensi tahunan Meta Connect yang digelar di Menlo Park, California. Dua model utama yang mencuri perhatian adalah Meta Ray-Ban Display dan Oakley Vanguard, masing-masing dengan fitur dan target pasar yang unik. Mark Zuckerberg, CEO Meta, tampak sangat antusias memamerkan inovasi terbarunya ini.
Meta Ray-Ban Display: Layar Digital di Depan Mata
Salah satu bintang utama peluncuran ini adalah Meta Ray-Ban Display. Kacamata pintar ini hadir dengan layar digital terintegrasi langsung pada lensa, menjanjikan pengalaman augmented reality (AR) dan kecerdasan buatan yang lebih mendalam. Ini adalah langkah berani Meta dalam mewujudkan visi mereka tentang potensi kecerdasan super melalui teknologi canggih.
Bayangkan, dengan kacamata ini, pengguna tidak hanya bisa tetap terhubung melalui notifikasi atau panggilan telepon. Lebih dari itu, perangkat ini dirancang untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi secara fundamental. Pengguna akan memiliki akses langsung ke AI yang mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, mempertajam memori, dan bahkan mengasah indra.
Zuckerberg sendiri menegaskan, "Kacamata adalah bentuk ideal untuk kecerdasan buatan pribadi." Ia menjelaskan bahwa perangkat ini memungkinkan kita tetap fokus pada momen yang sedang berlangsung, sambil tetap mengakses semua kemampuan AI yang membuat kita lebih cerdas. Ini adalah janji untuk kehidupan yang lebih efisien dan terhubung tanpa harus terpaku pada layar ponsel.
Kacamata pintar ini dilengkapi dengan layar kecil di lensa kanan, yang memungkinkan pengguna melihat notifikasi penting atau melakukan tugas dasar seperti menerima panggilan. Dengan harga mulai dari US$799 (sekitar Rp13,25 juta), Meta Ray-Ban Display dijadwalkan akan mulai dijual pada 30 September 2025. Sebuah investasi untuk masa depan yang dijanjikan.
Selain model dengan layar, Meta juga memperkenalkan versi terbaru dari lini Ray-Ban yang sebelumnya tidak memiliki fitur layar digital. Perangkat baru ini menawarkan peningkatan signifikan, termasuk daya tahan baterai yang hampir dua kali lipat dari model sebelumnya. Ditambah lagi, kamera yang disematkan juga lebih baik, dengan harga yang lebih terjangkau, mulai dari US$379 (sekitar Rp6,2 juta).
Pintu Masuk ke Era Kecerdasan Super: Apa Maksudnya?
Zuckerberg menggambarkan peluncuran kacamata pintar ini sebagai bagian integral dari misi besar Meta untuk membawa dunia ke dalam era superintelligence. Dalam visi ini, kecerdasan buatan tidak hanya sebatas membantu, tetapi dapat melampaui kemampuan kognitif manusia. Meta berharap perangkat ini dapat membawa pengguna lebih dekat dengan masa depan di mana AI dapat meningkatkan berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Konsep superintelligence sendiri merujuk pada bentuk kecerdasan yang jauh melampaui kecerdasan manusia dalam segala aspek. Dengan perangkat seperti kacamata pintar ini, Meta membayangkan AI akan terintegrasi begitu dalam sehingga menjadi perpanjangan dari diri kita. Ini bisa berarti peningkatan drastis dalam produktivitas, pembelajaran, dan interaksi sosial.
Namun, Meta tidak sendirian dalam perlombaan menuju masa depan AI ini. Perusahaan teknologi raksasa lainnya seperti OpenAI dan Google telah lebih dahulu meluncurkan model-model AI yang sangat maju. Oleh karena itu, peluncuran kacamata pintar ini menjadi langkah strategis bagi Meta untuk memperkuat posisinya dalam industri yang semakin kompetitif dan berkembang pesat.
Jitesh Ubrani, manajer riset untuk IDC Worldwide Mobile Device Trackers, mengakui bahwa kesadaran konsumen tentang kacamata AI dengan layar mungkin masih terbatas saat ini. Namun, ia memprediksi bahwa situasi ini akan berubah drastis dalam 18 bulan ke depan. Ini terjadi seiring dengan Meta, Google, dan para pesaing lainnya mulai merilis produk serupa secara massal.
Oakley Vanguard: Kacamata Pintar untuk Para Atlet
Tak hanya untuk penggunaan sehari-hari, Meta juga memikirkan segmen pasar yang lebih spesifik. Mereka memperkenalkan kacamata pintar baru bernama Oakley Vanguard, yang secara khusus ditujukan untuk para atlet dan penggemar kebugaran. Perangkat ini dirancang untuk mendukung gaya hidup aktif dengan fitur-fitur yang relevan.
Oakley Vanguard dilengkapi dengan integrasi ke platform kebugaran populer seperti Garmin dan Strava. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat statistik latihan secara real-time langsung di depan mata mereka. Bayangkan berlari atau bersepeda dan bisa memantau detak jantung, kecepatan, atau jarak tempuh tanpa harus melihat jam tangan atau ponsel.
Dibanderol seharga US$499 (sekitar Rp8,2 juta), Oakley Vanguard menawarkan daya tahan baterai hingga 9 jam. Perangkat ini dijadwalkan akan tersedia mulai 21 Oktober 2025. Ini adalah inovasi yang menjanjikan bagi mereka yang ingin memaksimalkan performa olahraga dengan bantuan teknologi AI.
Tantangan dan Optimisme di Tengah Kontroversi
Peluncuran kacamata pintar ini datang di tengah sorotan tajam terkait kebijakan keamanan anak yang diterapkan Meta. Baru-baru ini, Meta mendapat kritik keras setelah chatbot-nya dilaporkan terlibat dalam percakapan kontroversial dengan anak-anak terkait topik seks dan ras. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang etika dan keamanan AI.
Selain itu, ada juga kekhawatiran yang terus-menerus terkait dampak penggunaan teknologi virtual reality (VR) terhadap anak-anak. Isu-isu ini menambah tekanan pada Meta untuk memastikan bahwa teknologi AI yang mereka kembangkan aman dan bertanggung jawab, terutama bagi pengguna muda.
Meskipun demikian, Mark Zuckerberg tetap optimis bahwa kecerdasan buatan, terutama dalam bentuk kacamata pintar, bisa membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Ia percaya bahwa potensi manfaat AI jauh lebih besar daripada risikonya, asalkan dikembangkan dan digunakan dengan bijak.
"Dengan kacamata ini, kita bisa membawa kemampuan AI langsung ke dalam kehidupan sehari-hari," tutur Zuckerberg. Ia menambahkan, "Ini membantu orang menjadi lebih cerdas tanpa mengorbankan momen berharga mereka." Visi ini menunjukkan komitmen Meta untuk menciptakan teknologi yang memberdayakan, bukan mengganggu, kehidupan manusia.
Secara keseluruhan, peluncuran kacamata pintar Meta ini menandai babak baru dalam evolusi teknologi pribadi. Dengan janji superintelligence dan integrasi AI yang mendalam, Meta berupaya membentuk masa depan di mana teknologi tidak hanya menjadi alat, tetapi juga perpanjangan dari kemampuan manusia. Tentu saja, perjalanan ini akan diwarnai tantangan, namun ambisi Meta jelas: mengubah cara kita melihat dunia.


















