Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, tengah gencar memperkuat fondasi partainya. Ia baru-baru ini menggelar silaturahmi penting dengan Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) yang dipimpin oleh Prof. Husnan Bey Fananie. Pertemuan ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang Ka’bah di kancah politik nasional.
Mardiono menegaskan, pertemuan dengan Parmusi adalah bentuk penghormatan mendalam terhadap sejarah panjang PPP. Parmusi bukan hanya sekadar organisasi, melainkan bagian integral dari fusi yang melahirkan PPP, sebuah sejarah yang harus terus dirawat dan dimaknai dalam perjuangan kebangsaan saat ini. Ikatan historis ini menjadi modal utama bagi PPP untuk kembali merangkul basis massanya.
Mengukuhkan Ikatan Sejarah: PPP dan Parmusi Bersatu Kembali
Pertemuan antara Mardiono dan Prof. Husnan Bey Fananie pada Senin (3/11) lalu menjadi simbol kuat dari upaya PPP untuk merevitalisasi hubungannya dengan organisasi-organisasi Islam pendiri. Ini adalah pengingat bahwa akar PPP tertanam dalam semangat persatuan umat, sebuah prinsip yang kini ingin dihidupkan kembali. Mardiono sendiri melihat Parmusi sebagai pilar penting dalam narasi historis PPP yang tak boleh dilupakan.
Dalam kesempatan tersebut, Mardiono tidak hanya melaporkan hasil muktamar PPP, tetapi juga membuka ruang diskusi yang luas. Mereka menyelami berbagai isu kebangsaan yang krusial, mulai dari stabilitas ekonomi hingga tantangan sosial yang dihadapi umat. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi ajang untuk merumuskan langkah-langkah strategis guna menghidupkan kembali kejayaan PPP sebagai partai Islam yang relevan dan berpengaruh.
Visi Mardiono: Mengembalikan Kejayaan Partai Islam di Tengah Tantangan
Di tengah dinamika politik yang serba cepat, Muhamad Mardiono memiliki visi besar untuk PPP. Ia ingin melihat PPP kembali menjadi kekuatan politik yang disegani, mampu menyuarakan aspirasi umat, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. "Kejayaan" yang dimaksud Mardiono bukan hanya soal perolehan suara, tetapi juga tentang kembalinya kepercayaan publik terhadap PPP sebagai representasi politik Islam yang kredibel.
Visi ini tentu tidak mudah diwujudkan. PPP menghadapi tantangan berat dalam beberapa pemilu terakhir. Namun, Mardiono percaya bahwa dengan merawat akar sejarah dan memperkuat silaturahmi dengan elemen umat seperti Parmusi, PPP bisa bangkit kembali. Ini adalah upaya untuk menyatukan kembali kekuatan-kekuatan Islam di bawah panji PPP, sebuah langkah fundamental untuk meraih kembali kejayaan yang pernah diraih.
Komitmen Nyata untuk Umat: Program dan Kolaborasi Strategis
Mardiono menegaskan komitmen PPP untuk melahirkan berbagai program dan kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi umat. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, PPP ingin hadir sebagai solusi, memberikan arah dan harapan bagi masyarakat. Komitmen ini bukan hanya retorika, melainkan janji untuk bekerja keras demi kesejahteraan umat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial.
Menariknya, Mardiono juga membuka pintu lebar-lebar untuk berdialog dan berkolaborasi dengan Parmusi. Ia ingin memperkuat gagasan dan ide pembangunan yang berbasis nilai-nilai keislaman. Sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono membawa perspektif praktis tentang bagaimana nilai-nilai Islam dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik, khususnya untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan program-program konkret yang langsung menyentuh kebutuhan umat.
Dukungan Penuh Parmusi: Mengawal Kebangkitan PPP Menuju 2029
Respons dari Ketua Umum Parmusi, Husnan Bey Fananie, sangat positif dan penuh semangat. Ia menegaskan dukungannya terhadap upaya PPP di bawah kepemimpinan Mardiono untuk kembali bangkit dan memperjuangkan aspirasi umat. Bagi Husnan, PPP bukan sekadar partai politik, melainkan "satu-satunya partai umat yang berazaskan Islam," sebuah identitas yang tak lekang oleh waktu.
Husnan Bey Fananie secara emosional menyatakan bahwa apa pun yang terjadi pada PPP, akan dirasakan bersama oleh Parmusi. "Namanya saja persatuan pembangunan, mempersatukan umat dan membangun negeri," tegasnya, menggarisbawahi filosofi mendalam di balik nama partai tersebut. Dukungan ini menjadi angin segar bagi PPP, menunjukkan bahwa basis massa tradisionalnya masih memiliki harapan besar terhadap partai ini.
Strategi Jitu: Turun Langsung Menyapa Rakyat, Ulama, dan Santri
Husnan Bey Fananie tidak hanya memberikan dukungan verbal, tetapi juga menawarkan aksi nyata. Ia meyakini bahwa PPP akan kembali memperoleh dukungan besar dari rakyat dan mampu menembus parlemen pada Pemilu 2029. Untuk mencapai tujuan ini, sinergi antara PPP dan Parmusi harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, dakwah, serta turun langsung menyapa rakyat, ulama, dan santri di seluruh Indonesia.
Strategi "turun ke bawah" ini dianggap krusial. Dengan menyentuh langsung masyarakat di akar rumput, mendengarkan keluh kesah mereka, dan menyampaikan pesan-pesan perjuangan PPP, diharapkan ikatan emosional antara partai dan umat dapat kembali terjalin kuat. Husnan optimis, "Kita akan bersama Pak Mardiono turun ke bawah, menyentuh rakyat, ulama, pesantren, dan santri. Saya yakin PPP di 2029 akan kembali kuat dan memiliki suara besar di parlemen." Ini adalah panggilan untuk bergerak bersama, membangun kembali kekuatan dari bawah.
Menatap Pemilu 2029: Harapan, Sinergi, dan Masa Depan PPP
Kunjungan Muhamad Mardiono ke Parmusi ini menjadi bukti nyata bahwa PPP di bawah kepemimpinannya serius merangkul seluruh elemen umat. Tujuannya jelas: memperkuat perjuangan partai yang berbasis nilai Islam, persatuan, dan pembangunan nasional. Ini bukan hanya tentang persiapan Pemilu 2029, tetapi juga tentang membangun kembali identitas dan relevansi PPP di tengah masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat antara PPP dan organisasi Islam pendirinya seperti Parmusi, harapan untuk melihat PPP kembali berjaya semakin besar. Langkah-langkah strategis yang diusung Mardiono, mulai dari merawat sejarah hingga turun langsung menyapa umat, menunjukkan keseriusan untuk bangkit. Masa depan PPP akan sangat ditentukan oleh seberapa efektif mereka mampu mengkonsolidasikan kekuatan, menyuarakan aspirasi umat, dan menerjemahkannya dalam aksi nyata yang membawa kemaslahatan bagi bangsa. Pemilu 2029 akan menjadi panggung pembuktian bagi PPP untuk kembali menunjukkan taringnya.


















