Kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sudah kosong lebih dari seminggu. Situasi ini memicu desakan keras dari Senayan. Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, meminta Presiden Prabowo Subianto segera menunjuk dan melantik Menpora baru.
Kekosongan posisi strategis ini dikhawatirkan dapat menghambat berbagai program kepemudaan dan olahraga yang sedang berjalan. Lalu Hadrian menekankan bahwa situasi ini jauh dari ideal, mengingat pentingnya peran Kemenpora dalam membina generasi muda dan memajukan prestasi olahraga nasional.
Desakan Keras dari Senayan: Menpora Harus Segera Diisi!
Kekosongan posisi Menpora selama sepekan terakhir bukan sekadar isu birokrasi biasa. Lalu Hadrian Irfani khawatir, kondisi ini bisa menghambat berbagai program kepemudaan dan olahraga yang sedang berjalan, mulai dari persiapan atlet untuk ajang internasional hingga inisiatif pengembangan potensi pemuda di daerah.
"Ini bukan situasi ideal," tegas Lalu Hadrian. Ia menekankan pentingnya kehadiran Menpora definitif agar roda organisasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bisa berputar maksimal tanpa ada kekosongan kepemimpinan yang berlarut-larut.
Kriteria Menpora Ideal Versi Komisi X DPR
Publik menaruh harapan besar pada Presiden Prabowo untuk memilih sosok yang tepat. Bukan hanya populer atau memiliki nama besar, Menpora baru harus kompeten, punya visi jelas, dan mampu menyatukan semangat generasi muda di seluruh pelosok negeri. Lalu Hadrian menyebut, figur ini harus bisa memberikan arah konkret bagi kemajuan olahraga nasional, mulai dari pembinaan usia dini hingga atlet elite.
"Kita butuh orang yang betul-betul memahami kebutuhan pemuda dan olahraga kita," katanya. Komitmen tinggi diperlukan untuk membangun sistem pembinaan yang lebih baik, meningkatkan prestasi atlet di kancah global, dan membuka ruang aktualisasi positif bagi pemuda agar mereka bisa menyalurkan kreativitas dan inovasinya.
Komisi X DPR, sebagai mitra Kemenpora, tentu berkepentingan memastikan kementerian ini berjalan efektif. Oleh karena itu, Lalu Hadrian mendesak Presiden menunjuk Menpora yang cepat tanggap, responsif, dan berpihak pada atlet serta generasi muda. Ia harus memiliki empati dan pemahaman mendalam terhadap tantangan yang dihadapi mereka.
"Potensi olahraga dan pemuda Indonesia luar biasa. Tinggal bagaimana negara hadir dengan kepemimpinan yang tepat," pungkasnya. Kapasitas dan dedikasi tinggi menjadi kunci utama agar Menpora baru benar-benar bisa mengabdi kepada bangsa dan membawa dampak positif yang signifikan.
Bursa Calon Menpora Memanas: Siapa Saja yang Masuk Radar?
Kekosongan kursi Menpora ini bermula sejak Dito Ariotedjo dicopot pada Senin (8/9/2025). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sempat memberi sinyal bahwa pengganti Dito sudah ada, namun berhalangan hadir saat pelantikan karena sedang tidak di Jakarta. Kini, spekulasi mengenai siapa yang akan mengisi posisi strategis ini semakin kencang beredar di kalangan politisi dan pengamat.
Beberapa nama mulai disebut-sebut, memanaskan bursa calon Menpora. Setiap nama membawa latar belakang dan potensi yang berbeda, membuat publik penasaran siapa yang akhirnya akan dipilih oleh Presiden Prabowo untuk mengemban amanah besar ini.
Rahayu Saraswati, Kandidat dari Gerindra yang Masih "Gosip"?
Salah satu nama yang santer disebut adalah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Ia merupakan keponakan Presiden Prabowo dan kader Partai Gerindra, yang memiliki rekam jejak di dunia politik dan aktivisme. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi, sempat menanggapi kabar ini.
Menurutnya, jika Saraswati benar ditunjuk, ia tak perlu mundur dari DPR sebelum resmi dilantik. "Jadi dulu, baru mundur, seperti contoh Menteri P2MI," jelas Bambang, merujuk pada praktik yang lazim terjadi di kabinet.
Namun, Bambang juga menegaskan bahwa isu ini masih sebatas "gosip" belaka. Ia bahkan menyamakannya dengan "ghibah" dalam Islam, yang tak perlu dibahas serius karena tidak jelas sumbernya. Penjelasan ini sedikit meredakan spekulasi, namun nama Saraswati tetap menjadi perbincangan hangat di lingkaran Istana dan Senayan.
Puteri Anetta Komarudin, Kebanggaan SOKSI yang Siap Diperintah Presiden
Nama lain yang ikut meramaikan bursa adalah Puteri Anetta Komarudin, Anggota Komisi XI DPR RI dari Partai Golkar. Ia juga merupakan kader Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), salah satu organisasi sayap Golkar. Dengan latar belakang di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan, Puteri membawa perspektif yang berbeda.
Ketua Umum SOKSI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan kebanggaannya jika Puteri terpilih. "Kami bangga kalau itu memang menjadi pilihan Bapak Presiden," ujar Misbakhun. Ia menegaskan, penunjukan menteri sepenuhnya adalah hak prerogatif Presiden Prabowo, dan SOKSI akan menghormati keputusan tersebut.
Misbakhun juga memastikan bahwa kader SOKSI selalu siap jika diberi amanat oleh Presiden. "Sebagai warga negara yang baik, sebagai seorang kader yang baik, kader SOKSI pasti saya yakin Ibu Puteri akan siap," tambahnya. SOKSI menyerahkan sepenuhnya keputusan ini kepada Presiden, menghormati hak prerogatif kepala negara dalam memilih pembantunya.
Desakan dari DPR dan berbagai spekulasi nama calon Menpora menunjukkan betapa krusialnya posisi ini bagi masa depan pemuda dan olahraga Indonesia. Siapa pun yang akan ditunjuk Presiden Prabowo, harapannya adalah sosok yang benar-benar bisa membawa perubahan positif, membangun fondasi kuat, dan menginspirasi generasi muda. Kini, publik menanti keputusan final dari Istana. Siapa yang akan mengemban amanah besar ini?


















