Presiden Prabowo Subianto baru saja mengumumkan perombakan kabinetnya, yang dikenal sebagai Kabinet Merah Putih. Salah satu nama yang kembali menduduki posisi penting adalah Afriansyah Noor, yang resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker). Pelantikan ini berlangsung pada Rabu, 17 September 2025, menggantikan Emmanuel Ebenezer.
Sosok Afriansyah Noor sendiri bukanlah nama baru di kancah pemerintahan maupun politik. Ia dikenal memiliki rekam jejak yang panjang dan pernah menjabat posisi serupa di era pemerintahan sebelumnya. Kehadirannya kembali di kabinet Prabowo menunjukkan kepercayaan besar terhadap kapasitas dan pengalamannya.
Siapa Afriansyah Noor? Jejak Karier yang Mentereng
Afriansyah Noor, atau yang akrab disapa Ferry, lahir di Jambi pada 20 April 1972. Masa kecil hingga remajanya dihabiskan di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, membentuk karakternya sejak dini. Ia dikenal sebagai mantan ketua Brigade Hizbullah, menunjukkan jiwa kepemimpinan yang sudah tertanam sejak muda.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Lubuk Linggau yang diselesaikannya pada 1984. Kemudian, ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Lubuk Linggau (1987) dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Jambi (1990). Pendidikan formal ini menjadi bekal penting dalam kariernya.
Selepas SMA, Afriansyah memilih jalur teknik dengan melanjutkan kuliah di Institut Sains dan Teknologi Nasional. Ia berhasil menyelesaikan studinya dan lulus pada tahun 1997. Sebelum meraih gelar sarjana, ia sudah aktif di dunia kerja, pernah menjadi pengawas proyek PT Nusa Raya Cipta pada tahun 1996.
Dari Pengawas Proyek hingga Direktur Perusahaan
Jejak karier Afriansyah Noor di sektor swasta cukup beragam dan impresif. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Operasional PT Harna Ruas Permai dari tahun 1998 hingga 2000, menunjukkan kemampuannya dalam manajemen operasional. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang seluk-beluk dunia bisnis.
Tak berhenti di situ, ia juga pernah menjadi Direktur Marketing PT Yosinesta Dwipratama pada tahun 2004. Kemudian, ia kembali dipercaya sebagai Direktur Operasional di PT Kamba 9 (2004-2005) dan PT Georai Pratama (2005). Pengalaman ini mengukuhkan reputasinya sebagai seorang profesional yang kompeten di berbagai bidang.
Selain itu, Afriansyah juga pernah memegang posisi strategis sebagai Direktur Pengamanan Aset & Penertiban di DP3KK (Badan Pengelola Komplek Kemayoran) dari tahun 2005 hingga 2008. Ia juga aktif di dunia sosial dan pendidikan, menjabat sebagai Dewan Pembina Yayasan Agung Darma Fiskal Plus Education pada periode 2004-2005.
Melangkah ke Dunia Politik Bersama PBB
Pada tahun 1998, Afriansyah Noor memutuskan untuk terjun ke dunia politik dengan bergabung bersama Partai Bulan Bintang (PBB). Keputusannya ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya. Ia dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Yusril Ihza Mahendra, tokoh sentral di partai tersebut.
Dedikasinya di PBB sangat terlihat dari perannya yang signifikan. Ia telah mencalonkan diri sebanyak empat kali sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), menunjukkan komitmennya untuk melayani masyarakat melalui jalur legislatif. Meskipun belum berhasil meraih kursi di Senayan, semangatnya tak pernah padam.
Puncak karier politiknya di internal partai adalah ketika ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal PBB. Jabatan ini diembannya dalam periode yang cukup panjang, dari tahun 1999 hingga 2024. Peran sebagai Sekjen PBB menempatkannya sebagai salah satu motor penggerak utama partai.
Selain itu, pengalaman politiknya juga meluas hingga ke tingkat nasional. Pada pemilihan umum Presiden 2004, ia pernah menjabat sebagai Anggota Tim Kampanye Nasional untuk pasangan kandidat Susilo Bambang Yudhoyono–Muhammad Jusuf Kalla. Pengalaman ini memberinya wawasan luas tentang dinamika politik di tingkat tertinggi.
Pendidikan Lanjutan di Tengah Kesibukan
Meski sibuk dengan karier politik dan profesionalnya, Afriansyah Noor tidak pernah berhenti belajar. Pada tahun 2010, ia berhasil memperoleh gelar magister S-2 di bidang Ilmu Administrasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI). Ini menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan diri.
Tak cukup sampai di situ, ia juga melanjutkan pendidikannya untuk mengambil Program Profesi Insinyur (PPI) di Universitas Sriwijaya, Palembang. Program ini berhasil diselesaikannya pada tahun 2023, menambah deretan gelar dan keahlian yang dimilikinya. Ini membuktikan bahwa ia adalah sosok yang selalu ingin meningkatkan kapasitas diri.
Kembali Dipercaya di Kabinet: Dari Jokowi ke Prabowo
Kepercayaan terhadap Afriansyah Noor di pemerintahan bukanlah hal baru. Pada tahun 2022, Presiden Joko Widodo memberinya amanah untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker). Posisi ini diembannya dari 15 Juni 2022 hingga 20 Oktober 2024, menunjukkan pengakuan atas kemampuannya di bidang ketenagakerjaan.
Pengalaman ini tentu menjadi modal berharga bagi Afriansyah. Ia sempat hadir di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, pada pertengahan Oktober 2024 lalu. Saat itu, Prabowo yang baru saja terpilih tengah menyusun Kabinet Merah Putih, mengindikasikan bahwa Afriansyah sudah masuk dalam radar calon menteri.
Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Afriansyah Noor kembali dipercaya untuk menduduki kursi Wamenaker. Pelantikan ini menegaskan bahwa pengalaman dan rekam jejaknya sangat diperhitungkan. Ia diharapkan dapat membawa kontribusi signifikan dalam memajukan sektor ketenagakerjaan Indonesia.
Kehidupan Pribadi: Sosok di Balik Jabatan Publik
Di balik kesibukan dan tanggung jawabnya di dunia politik dan pemerintahan, Afriansyah Noor adalah seorang kepala keluarga. Ia menikah dengan Lin Nurhayani, yang selalu setia mendampinginya. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai empat orang anak.
Keempat buah hatinya adalah Putri Ariska Anggraini Noor, Akmal Farhansyah Razzak, Lutfia Nur Hasna Rahmatika, dan Putra Ramzzysyah Noor Razak. Keluarga menjadi pilar penting yang memberikan dukungan penuh bagi Afriansyah dalam menjalankan tugas-tugasnya yang berat.
Dengan segudang pengalaman di sektor swasta, politik, dan pemerintahan, Afriansyah Noor diharapkan mampu membawa angin segar bagi Kementerian Tenaga Kerja. Kehadirannya kembali sebagai Wamenaker di era Prabowo Subianto menjadi bukti bahwa kapasitas dan dedikasinya diakui secara luas. Masyarakat menantikan gebrakan dan inovasi yang akan ia bawa untuk kesejahteraan pekerja di Indonesia.


















