Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, baru-baru ini melontarkan kritik pedas terhadap praktik penolongan pasien yang hanya berujung pada pencitraan semata. Pernyataan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah penegasan komitmen PDIP dalam membangun jaringan relawan kesehatan yang murni didasari panggilan kemanusiaan, jauh dari motif elektoral.
Kritik Tajam Hasto Kristiyanto: Bukan Sekadar Pencitraan
Dalam sebuah seminar pelatihan relawan kesehatan PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Hasto dengan tegas menyoroti fenomena bantuan yang lebih mengedepankan citra daripada substansi. Ia menekankan bahwa pengabdian kepada rakyat haruslah tulus, bukan sebagai alat untuk mendulang suara atau popularitas sesaat.
Acara yang dihadiri oleh ratusan relawan dari Jabodetabek dan Sukabumi ini menjadi panggung bagi Hasto untuk menyampaikan pesan penting mengenai esensi gerakan kemanusiaan. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara gerakan kemanusiaan sejati dengan kepentingan elektoral yang bersifat transaksional.
Panggilan Hidup dan Ideologi, Bukan Elektoral Semata
Hasto menegaskan bahwa motif di balik setiap aksi kemanusiaan haruslah berakar pada cinta tanah air dan kepedulian mendalam terhadap sesama. Ini adalah panggilan hidup, sebuah kesadaran bahwa ada banyak rakyat yang membutuhkan uluran tangan tanpa pamrih.
"Menjalankan fungsi kemanusiaan itu bukan elektoral. Elektoral itu pasti akan dapat ketika kita turun ke bawah, menyatu bersama rakyat," jelas Hasto, mengutip langsung pernyataannya. Ia melanjutkan, "Jadi, jangan elektoralnya dulu yang dikedepankan. Jadikan relawan kesehatan ini sebagai panggilan hidup kita, sebagai panggilan ideologis."
Bagi PDIP, semangat ideologis ini berarti mengamalkan Pancasila, khususnya sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dalam setiap tindakan nyata. Relawan kesehatan diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat tanpa memandang latar belakang, murni atas dasar kemanusiaan.
Dukungan Penuh Megawati Soekarnoputri untuk Relawan Kesehatan
Pesan Hasto ini tidak hanya datang dari dirinya pribadi, melainkan juga mendapat restu dan dukungan penuh dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Megawati, menurut Hasto, menyambut baik inisiatif pembentukan dan penguatan jaringan relawan kesehatan ini.
"Ibu Ketua Umum memberikan dukungan sepenuhnya terhadap relawan kesehatan ini dalam upaya mendampingi pasien," ujar Hasto, menunjukkan betapa pentingnya program ini bagi pimpinan partai. Dukungan dari pucuk pimpinan ini tentu menjadi suntikan semangat bagi para relawan untuk terus bergerak dan berbakti.
Ini juga menegaskan bahwa visi kemanusiaan adalah bagian integral dari perjuangan PDIP, bukan sekadar program musiman. Komitmen ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak kader dan simpatisan untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak nyata.
Membangun Jaringan Relawan Kesehatan yang Berintegritas
Pembentukan dan pelatihan relawan kesehatan ini merupakan langkah konkret PDIP untuk memperkuat pondasi pelayanan sosialnya. Tujuannya adalah menciptakan tim yang tidak hanya terampil dalam memberikan pertolongan pertama, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi.
Berbeda dengan praktik pencitraan yang seringkali hanya bersifat superfisial, relawan PDIP dididik untuk memberikan bantuan yang berkelanjutan dan menyentuh akar masalah. Mereka diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat yang membutuhkan dengan fasilitas kesehatan, serta menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.
Dengan jaringan yang kuat dan berintegritas, diharapkan bantuan kesehatan dapat tersalurkan secara lebih efektif dan merata, terutama di daerah-daerah yang sulit terjangkau. Ini adalah investasi jangka panjang PDIP dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang tulus dengan rakyat.
Tantangan dan Harapan Relawan Kesehatan PDIP ke Depan
Tentu saja, perjalanan relawan kesehatan ini tidak akan lepas dari berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan sumber daya, medan yang sulit, hingga stigma politik yang mungkin menyertai setiap gerakan partai. Namun, Hasto optimistis bahwa dengan semangat ideologis yang kuat, para relawan akan mampu melewati setiap rintangan.
Harapannya, gerakan ini dapat menjadi model bagi organisasi lain untuk fokus pada pelayanan murni, bukan hanya untuk kepentingan elektoral. PDIP berharap, melalui relawan kesehatan ini, mereka dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera, tanpa harus terjebak dalam pusaran politik praktis yang dangkal.
Pernyataan Hasto Kristiyanto ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, terutama di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai dengan kepentingan sesaat. Bahwa pelayanan kemanusiaan sejati adalah tentang ketulusan, panggilan hati, dan pengabdian tanpa pamrih. PDIP melalui relawan kesehatannya berkomitmen untuk terus berada di garis depan, mendampingi rakyat, dan membuktikan bahwa politik bisa menjadi alat untuk kebaikan yang lebih besar, bukan sekadar panggung pencitraan.


















