banner 728x250

Geger! Anggota DPRD Sinjai Diduga Otak Pembakaran Mobil Kader Demokrat, Hasil Tes Urine Positif Narkoba

geger anggota dprd sinjai diduga otak pembakaran mobil kader demokrat hasil tes urine positif narkoba portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia politik Sinjai diguncang kabar mengejutkan. Kamrianto alias KM (31), seorang anggota DPRD Sinjai dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), kini harus berurusan dengan hukum setelah ditangkap polisi. Ia diduga menjadi dalang di balik kasus teror pembakaran mobil milik Iskandar, kader Partai Demokrat setempat.

Tak hanya itu, hasil tes urine KM juga menunjukkan positif narkoba, menambah daftar panjang masalah yang dihadapinya. Penangkapan seorang wakil rakyat dengan dugaan kejahatan serius dan penyalahgunaan narkoba ini sontak menjadi sorotan publik.

banner 325x300

Respons Cepat dari PAN Pusat

Kabar penangkapan Kamrianto ini rupanya belum sampai ke telinga Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno. Ia mengaku belum menerima laporan resmi terkait kasus yang menimpa kadernya tersebut saat dihubungi pada Jumat (7/11/2025).

Meski demikian, Eddy menegaskan bahwa PAN menghormati penuh proses hukum yang sedang berjalan. Partai akan kooperatif dengan aparat penegak hukum dalam mengungkap kebenaran di balik dugaan ini.

Eddy Soeparno tak main-main dalam menyikapi dugaan pelanggaran ini. Jika Kamrianto terbukti bersalah, apalagi positif mengonsumsi bahan-bahan terlarang seperti narkoba atau miras, sanksi terberat siap menanti.

Sanksi yang akan diberikan bisa berupa ringan, sedang, hingga pemberhentian dari keanggotaan partai. Hal ini sesuai dengan garis haluan partai yang tidak menoleransi tindakan pidana atau pelanggaran moral.

Namun, PAN tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Ini mengingat hasil pemeriksaan resmi dari kepolisian belum sepenuhnya diterima partai hingga saat ini.

Status hukum Kamrianto masih menunggu putusan final dari pengadilan maupun aparat penegak hukum. PAN akan menunggu hasil resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Detik-detik Pembakaran Mobil Kader Demokrat

Kasus yang menyeret nama Kamrianto ini bermula dari insiden pembakaran mobil pada Kamis dini hari, 23 Oktober 2025. Korban adalah Iskandar, seorang pengurus DPC Partai Demokrat Sinjai.

Sekitar pukul 02.00 WITA, Iskandar baru saja memarkir mobil Toyota Fortuner hitamnya di halaman rumahnya. Lokasi kejadian berada di Perumahan Lappa Mas 3, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Tak lama berselang, sekitar satu jam kemudian, ketenangan malam pecah. Seorang saksi mata yang tinggal di sekitar lokasi mendengar suara ledakan keras.

Disusul kemudian kobaran api yang melalap habis mobil Fortuner milik Iskandar. Saksi segera membangunkan korban dan warga sekitar berupaya memadamkan api, namun mobil sudah terlanjur hangus dilalap si jago merah.

Penyelidikan Intensif dan Penangkapan Tersangka

Merespons laporan korban dengan nomor LP/B/256/X/2025/SPKT/Res Sinjai, polisi segera bergerak cepat. Tim dari Polres Sinjai langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.

Di lokasi, petugas menemukan beberapa barang bukti krusial. Antara lain pakaian, ponsel, serta sisa bahan bakar yang diduga kuat digunakan untuk aksi pembakaran mobil tersebut.

Setelah serangkaian penyelidikan mendalam dan pemeriksaan saksi, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap dua terduga pelaku. Mereka adalah KM, anggota DPRD aktif dari PAN, dan SF (35), seorang petani asal Dusun Batu Lohe, Desa Sukamaju.

Penangkapan ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak tegas pelaku kejahatan, terutama yang melibatkan tokoh publik. Proses penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap motif sebenarnya di balik aksi teror ini.

Status Hukum dan Hasil Tes Narkoba yang Mengejutkan

Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Muhammad Yusuf, mengonfirmasi status Kamrianto. Legislator PAN itu kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran mobil ini.

Yang lebih mengejutkan, hasil tes urine Kamrianto menunjukkan positif narkoba. AKP Muhammad Yusuf membenarkan informasi ini pada Kamis, 6 November 2025.

Tes urine ini merupakan bagian standar dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan polisi dalam kasus tindak pidana. Penemuan ini tentu menambah bobot serius pada kasus yang menjerat seorang wakil rakyat.

Keterlibatan seorang anggota dewan dalam kasus pembakaran dan penyalahgunaan narkoba menjadi pukulan telak bagi citra lembaga legislatif. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas para pejabat publik.

Implikasi dan Harapan Keadilan

Kasus ini menjadi sorotan tajam, mengingat posisi Kamrianto sebagai anggota dewan yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat. Dugaan keterlibatan dalam tindak pidana serius ditambah penggunaan narkoba mencoreng citra lembaga legislatif dan partai yang menaunginya.

Masyarakat menantikan transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini. Proses hukum akan terus berjalan untuk mengungkap motif sebenarnya dan memberikan sanksi yang setimpal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi partai politik untuk lebih selektif dalam memilih dan mengawasi kadernya. Integritas dan moralitas adalah dua hal yang tak bisa ditawar bagi seorang wakil rakyat.

banner 325x300