Jakarta – Suasana penuh antusiasme menyelimuti Kongres III Projo 2025 yang digelar di Jakarta pada Minggu (2/11/2025). Momen penting ini secara resmi mengukuhkan kembali Budi Arie Setiadi sebagai Ketua Umum Projo untuk periode 2025-2030. Keputusan ini menandai kelanjutan kepemimpinan yang telah terbukti membawa Projo menjadi salah satu organisasi massa pendukung pemerintah yang paling vokal dan berpengaruh.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie tidak hanya menerima mandat kepemimpinan. Ia juga membacakan lima resolusi strategis yang akan menjadi peta jalan Projo selama lima tahun ke depan. Resolusi-resolusi ini dirancang untuk memperkuat posisi Projo sebagai pilar penting dalam dinamika politik nasional, khususnya dalam mendukung pemerintahan yang baru.
Budi Arie: Sosok di Balik Kemudi Projo
Siapa sebenarnya Budi Arie Setiadi yang kembali dipercaya memimpin Projo? Ia bukan nama baru dalam kancah politik Indonesia. Dikenal sebagai aktivis yang gigih, Budi Arie memiliki rekam jejak panjang dalam gerakan kerakyatan dan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo sejak awal.
Saat ini, Budi Arie juga menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Perannya di kabinet memberikan dimensi tambahan pada kepemimpinannya di Projo, menghubungkan visi organisasi dengan kebijakan pemerintah yang lebih luas. Pengalamannya di pemerintahan tentu akan menjadi modal berharga dalam menjalankan agenda Projo ke depan.
Projo: Dari Relawan Menjadi Kekuatan Politik
Projo, atau Pro Jokowi, awalnya dikenal sebagai organisasi relawan militan yang memainkan peran krusial dalam dua kali kemenangan Presiden Joko Widodo. Dari sekadar gerakan pendukung, Projo telah bertransformasi menjadi organisasi massa (Ormas) yang memiliki struktur dan jaringan kuat di seluruh Indonesia.
Transformasi ini menunjukkan kematangan Projo dalam berorganisasi. Mereka tidak hanya berhenti sebagai relawan pemenangan, tetapi terus beradaptasi menjadi kekuatan politik yang relevan. Keberadaan Projo menjadi penting dalam mengawal dan menyukseskan program-program pemerintah, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kongres III Projo 2025: Mandat Baru untuk Lima Tahun ke Depan
Kongres III Projo 2025 menjadi ajang konsolidasi dan perumusan strategi. Selain menetapkan kembali Budi Arie sebagai Ketua Umum, kongres ini juga membentuk tim formatur. Tim beranggotakan lima orang ini bertugas menyusun kepengurusan baru yang solid dan adaptif.
Tim formatur tersebut terdiri dari Budi Arie sendiri sebagai ketua merangkap anggota, didampingi oleh Handoko, Tanto dari Jawa Timur, Hidayat dari Sumatera Selatan, dan Herwin dari Sulawesi Selatan. Komposisi ini mencerminkan representasi wilayah yang luas, menunjukkan komitmen Projo untuk merangkul berbagai elemen di seluruh pelosok negeri.
Lima Resolusi Strategis Projo: Peta Jalan Menuju 2029
Salah satu hasil terpenting dari Kongres III Projo adalah penetapan lima resolusi strategis. Resolusi-resolusi ini bukan sekadar pernyataan, melainkan panduan konkret arah gerak organisasi dalam lima tahun ke depan. Mereka dirancang untuk memastikan Projo tetap relevan dan efektif dalam mencapai tujuannya.
"Hari ini kami bacakan hasil Kongres Projo 2025. Yang pertama, telah menetapkan saya kembali sebagai Ketua Umum Projo periode 2025–2030," ujar Budi Arie kepada awak media. Ia kemudian merinci poin-poin penting yang akan menjadi fokus utama Projo.
Resolusi Pertama: Dukungan Penuh untuk Prabowo-Gibran
Resolusi pertama dengan tegas menyatakan dukungan penuh dan komitmen untuk memperkuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ini adalah langkah strategis yang menunjukkan keselarasan Projo dengan arah politik nasional pasca-pemilu.
Dukungan ini bukan hanya simbolis, melainkan sebuah janji untuk aktif berpartisipasi dalam menyukseskan setiap kebijakan dan program pemerintah. Projo siap menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat, memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dan program pemerintah berjalan efektif.
Resolusi Kedua: Mengawal Agenda Politik hingga 2029
"Resolusi kedua, Projo berkomitmen mendukung agenda politik Presiden Prabowo serta mensukseskan kepemimpinannya hingga tahun 2029," tegas Budi Arie. Komitmen ini mencakup kesiapan Projo untuk menjadi bagian dari kekuatan rakyat yang menopang program-program strategis pemerintah.
Ini berarti Projo akan aktif dalam sosialisasi kebijakan, advokasi, dan bahkan kritik konstruktif jika diperlukan. Tujuannya adalah memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan lancar, efektif, dan sesuai dengan harapan rakyat Indonesia. Projo ingin menjadi mitra strategis yang kredibel.
Resolusi Ketiga: Penguatan Organisasi dan Kaderisasi
Resolusi ketiga fokus pada penguatan internal organisasi. Projo berkomitmen untuk terus memperluas jaringannya, melakukan kaderisasi secara berkelanjutan, dan meningkatkan kapasitas anggota di seluruh tingkatan. Ini penting untuk menjaga vitalitas dan relevansi organisasi di tengah perubahan politik yang dinamis.
Dengan kaderisasi yang solid, Projo berharap dapat mencetak pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas dan memiliki visi kebangsaan. Penguatan struktur organisasi juga akan memastikan Projo mampu bergerak cepat dan responsif terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Resolusi Keempat: Mengawal Program Kerakyatan dan Digitalisasi
Projo juga menetapkan resolusi untuk secara aktif mengawal dan mendukung program-program kerakyatan pemerintah. Ini termasuk inisiatif pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur, hingga percepatan digitalisasi yang menjadi salah satu fokus utama Budi Arie sebagai Menkominfo.
Keterlibatan Projo dalam mengawal program-program ini akan memastikan manfaatnya benar-benar sampai ke tangan rakyat. Mereka akan menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan, memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan dan peningkatan kualitas program.
Resolusi Kelima: Menjaga Stabilitas Nasional dan Melawan Disinformasi
Resolusi kelima menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional, persatuan, dan kesatuan bangsa. Dalam era informasi yang serba cepat, Projo juga berkomitmen untuk aktif melawan hoaks dan disinformasi yang dapat memecah belah bangsa.
Peran Projo dalam edukasi publik dan penyebaran informasi yang benar akan sangat krusial. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam membangun narasi positif dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan, sejalan dengan upaya pemerintah menjaga keutuhan NKRI.
Visi Budi Arie: Projo sebagai Pilar Demokrasi Partisipatif
Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa Projo tidak hanya akan menjadi organisasi pendukung pemerintah, tetapi juga pilar demokrasi partisipatif. Ia membayangkan Projo sebagai wadah bagi aspirasi rakyat untuk disalurkan ke pusat kekuasaan, sekaligus menjadi agen perubahan di tingkat akar rumput.
"Kami ingin Projo menjadi rumah bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin berkontribusi bagi kemajuan bangsa," kata Budi Arie. Visi ini menunjukkan ambisi Projo untuk melampaui sekadar organisasi politik, menjadi kekuatan sosial yang memiliki dampak nyata.
Implikasi dan Harapan ke Depan
Terpilihnya kembali Budi Arie dan penetapan resolusi strategis ini memiliki implikasi besar bagi lanskap politik Indonesia. Projo kini memiliki mandat yang lebih kuat untuk bergerak, mengkonsolidasikan dukungan, dan memainkan peran yang lebih signifikan dalam mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dengan kepemimpinan yang solid dan arah yang jelas, Projo diharapkan dapat menjadi jembatan efektif antara pemerintah dan rakyat. Mereka diharapkan mampu menyukseskan program-program pembangunan, serta menjaga stabilitas dan persatuan bangsa di tengah tantangan global dan domestik. Perjalanan Projo di bawah kepemimpinan Budi Arie akan menjadi sorotan penting dalam beberapa tahun ke depan.


















