Kabar mengejutkan datang dari dunia politik nasional. Mantan Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, kini secara resmi telah menyeberang dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah ini tentu saja menyita perhatian publik, mengingat posisi strategis yang sebelumnya ia pegang di partai besutan Surya Paloh.
Keputusan Ahmad Ali untuk berlabuh ke PSI semakin menarik perhatian karena pengakuannya. Ia menyatakan belum sempat berkomunikasi apalagi berpamitan dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, setelah resmi menjadi bagian dari partai yang dipimpin Kaesang Pangarep tersebut. Sebuah dinamika politik yang tak terduga.
Belum Ada Komunikasi dengan Surya Paloh
Ahmad Ali secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya belum mengetahui bagaimana respons Surya Paloh terkait kepindahannya. Ia juga belum sempat berpamitan secara langsung. "Saya enggak tahu (respons Surya Paloh). (Saya) Belum sempat (berkomunikasi)," kata Ahmad Ali, memberikan pernyataan yang cukup mengundang tanda tanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ali usai dirinya dilantik sebagai Ketua Harian DPP PSI. Pelantikan itu dilakukan oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Jumat lalu. Momen ini menandai babak baru dalam perjalanan karier politiknya.
Hubungan Baik Tetap Terjaga, Meski Beda Partai
Meskipun belum ada pamit secara formal, Ahmad Ali menegaskan bahwa keputusannya bergabung dengan PSI bukan berarti memutus tali silaturahminya dengan Surya Paloh. Baginya, hubungan personal jauh lebih penting daripada perbedaan pilihan partai. Ia bahkan menganggap Surya Paloh sebagai sosok yang sangat dihormati.
"Kok say good bye sih? Beliau lagi hubungannya baik sih. Apapun Pak Surya, sampai hari ini hubungan saya baik-baik saja," tutur Ali dengan santai. Ia menambahkan bahwa Surya Paloh adalah sosok kakak, guru, dan bahkan orang tua baginya. Perbedaan jalur politik tidak akan menggoyahkan ikatan personal tersebut.
Ali menekankan bahwa perbedaan partai adalah hal yang biasa saja dalam dunia politik. Hal ini tidak menjadi alasan untuk memutus silaturahmi yang sudah terjalin erat. "Sampai kapanpun saya akan tetap menetapkan beliau sebagai orang tua dan guru saya," tegasnya, menunjukkan rasa hormat yang mendalam.
Otomatis Gugur dari NasDem
Dengan keputusan Ahmad Ali untuk bergabung dan menjadi pengurus di PSI, secara otomatis keanggotaannya di Partai NasDem gugur. Ini adalah konsekuensi administratif yang lumrah dan berlaku di setiap partai politik di Indonesia. Aturan ini jelas: politikus tidak diperbolehkan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) ganda di partai politik yang berbeda.
"Kan dengan saya secara otomatis hari ini menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia, PSI, maka keanggotaan saya di partai sebelumnya pasti gugur," jelas Ahmad Ali. "Jadi secara administrasi kan seperti itu, karena keanggotaannya gak boleh ganda." Penjelasan ini mengakhiri spekulasi mengenai status keanggotaannya di partai lamanya.
Ahmad Ali Jadi Ketua Harian DPP PSI
Kepindahan Ahmad Ali ke PSI memang bukan sekadar menjadi anggota biasa. Ia langsung menduduki posisi yang sangat strategis sebagai Ketua Harian DPP PSI periode 2025-2030. Ini menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan oleh PSI kepada figur senior sekelas Ahmad Ali.
Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI periode 2025-2030 ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep. Momen penting ini berlangsung di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat lalu, menjadi sorotan media dan publik.
Pengumuman kepengurusan DPP PSI periode 2025-2030 disampaikan oleh Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Ia secara resmi menyebutkan nama Ahmad Ali sebagai Ketua Harian PSI. "Ketua Umum Kaesang Pangarep. Ketua Harian, Ahmad Ali," kata Raja Juli Antoni saat membacakan Surat Keputusan (SK) Ketua Umum tentang Pengurus DPP PSI.
Daftar Lengkap Pengurus Baru DPP PSI Periode 2025-2030
Selain Ahmad Ali, ada beberapa nama lain yang juga menarik perhatian dalam struktur kepengurusan baru PSI. Salah satunya adalah politikus senior Bestari Barus, yang juga merupakan mantan kader Partai NasDem. Bestari Barus ditunjuk sebagai Ketua Bidang Politik, menambah kekuatan PSI dengan pengalaman politiknya.
Yang tak kalah menarik adalah kehadiran inisial "Bapak J" sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. Namun, identitas lengkap dari sosok "Bapak J" ini masih dirahasiakan oleh pihak PSI. "Saya diperintahkan Mas Ketum siapa nama J ini beliau yang menjelaskan," ujar Raja Juli, meninggalkan misteri yang membuat publik penasaran.
Berikut adalah daftar lengkap pengurus DPP PSI periode 2025-2030 yang telah dilantik:
Dewan Pembina
- Ketua: Bapak J
- Sekretaris: Grace Natalie
- Anggota: Kaesang Pangarep, Raja Juli K, Kristian Widodo
Mahkamah Partai
- Ketua: Nasrullah
- Sekretaris: Agus
- Anggota: Anthony Winza
Dewan Pimpinan Pusat
- Ketua Umum: Kaesang Pangarep
- Ketua Harian: Ahmad Ali
- Wakil Ketua Umum: Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka
- Wakil Ketum: Ronald Arisron
- Wakil Ketum: Andi Budiman
- Wakil Ketua Umum: Endang
- Wakil Ketua Umum: Aan Rochyanti
- Ketua Bidang Politik: Bestari Barus
- Ketua Bidang Industri Kreatif: Mongol
Langkah strategis Ahmad Ali ini menandai sebuah babak baru dalam karier politiknya. Ini juga menunjukkan dinamika menarik di tubuh partai-partai politik menjelang kontestasi mendatang. PSI, dengan kepengurusan barunya yang diisi wajah-wajah berpengalaman dan muda, siap menatap masa depan dengan strategi yang lebih segar dan ambisi yang lebih besar.


















