Kabar mengejutkan datang dari Gedung Parlemen Senayan, Jakarta. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) telah mengambil keputusan penting yang mengembalikan Adies Kadir ke jabatannya sebagai anggota DPR sekaligus Wakil Ketua DPR. Keputusan ini berlaku efektif mulai tanggal 5 November 2025.
Kembalinya Adies Kadir ke kursi pimpinan dewan tentu menjadi sorotan publik dan internal DPR. Ini menandai sebuah "comeback" yang dinanti banyak pihak, terutama dari konstituen dan partainya, Golkar.
Drama Politik di Senayan: Keputusan MKD yang Mengejutkan
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) adalah lembaga yang bertugas menjaga marwah dan etika para wakil rakyat. Keputusan mereka untuk mengembalikan Adies Kadir ke posisi strategis di DPR menunjukkan bahwa proses internal telah rampung.
Putusan ini diumumkan pada tanggal 5 November 2025, dan segera menjadi perbincangan hangat. Meskipun detail alasan di balik keputusan MKD belum sepenuhnya terungkap dalam laporan awal, kembalinya seorang pimpinan DPR selalu menarik perhatian.
Adies Kadir Belum Ngantor, Ini Kata Wakil Ketua DPR Cucun Syamsurijal
Menanggapi keputusan MKD, Wakil Ketua DPR Cucun Syamsurijal memberikan keterangannya. Ia menyatakan bahwa pada hari Kamis, 6 November 2025, belum ada agenda rapat pimpinan DPR yang dijadwalkan. Oleh karena itu, Adies Kadir belum akan bergabung dalam aktivitas pimpinan hari ini.
"Belum (ada agenda), menyikapi perkembangan untuk agenda-agenda sidang aja nanti, belum ada sih," kata Cucun di Kompleks Parlemen Senayan. Ia menambahkan bahwa Adies pasti akan bergabung dalam agenda pimpinan selanjutnya, mengingat statusnya yang sudah aktif kembali.
Cucun memastikan bahwa Adies Kadir akan segera berpartisipasi dalam setiap agenda pimpinan DPR setelah ini. "Ya belum ada agenda rapat kita, nanti kalau ada rapat (Adies) pasti (bergabung) kan sudah aktif. Kan sudah aktif kan pasti bergabung," tegasnya, menggarisbawahi status aktif Adies.
Sementara itu, Adies Kadir sendiri belum memberikan respons terkait kembalinya ia ke posisi Wakil Ketua DPR. Pesan singkat yang dikirimkan awak media belum dibalas hingga berita ini diturunkan, menambah rasa penasaran publik.
Kilas Balik: Siapa Adies Kadir dan Mengapa Ia Sempat Absen?
Adies Kadir bukanlah nama baru di kancah politik nasional. Ia adalah politikus senior dari Partai Golkar yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di parlemen. Posisi Wakil Ketua DPR yang diembannya adalah jabatan strategis yang memiliki peran penting dalam mengelola jalannya sidang dan kebijakan legislatif.
Istilah "kembali menjadi anggota DPR sekaligus Wakil Ketua DPR" mengindikasikan bahwa Adies Kadir sempat mengalami masa non-aktif atau tidak menjabat pada periode sebelumnya. Meskipun artikel ini tidak merinci alasan spesifik di balik ketidakaktifannya, keputusan MKD ini secara efektif mengakhiri periode tersebut. Ini menunjukkan adanya proses evaluasi atau penyelesaian masalah internal yang akhirnya membuahkan hasil positif bagi Adies.
Sebagai Wakil Ketua DPR, Adies Kadir akan kembali terlibat dalam pengambilan keputusan penting, memimpin rapat, dan mewakili lembaga legislatif dalam berbagai kesempatan. Peran ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas dan efektivitas kerja DPR.
Golkar Sambut Baik: Tindak Lanjut Putusan MKD
Partai Golkar, sebagai partai tempat Adies Kadir bernaung, menyambut baik keputusan MKD ini. Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Sarmuji, memastikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti putusan tersebut. Ini berarti Golkar akan memfasilitasi kembalinya Adies Kadir ke posisinya.
"Sesuai dengan aturan kami akan menindaklanjuti keputusan MKD," kata Sarmuji. Pernyataan ini menegaskan komitmen Golkar untuk menghormati dan melaksanakan putusan lembaga etik dewan.
Sarmuji juga meyakini bahwa kembalinya Adies Kadir akan disambut gembira oleh konstituennya di daerah pemilihan. "Konstituen Pak Adies di dapil pasti ikut senang dengan keputusan ini karena mereka pun sepertinya juga sepemikiran dengan keputusan MKD," tambahnya. Hal ini menunjukkan dukungan kuat dari basis massa Adies Kadir.
Kembalinya Adies Kadir juga diharapkan dapat memperkuat posisi Fraksi Golkar di DPR. Dengan satu lagi pimpinan dewan dari internal partai, Golkar dapat lebih efektif dalam menyuarakan aspirasi dan program-programnya. Ini juga bisa menjadi sinyal positif bagi konsolidasi internal partai menjelang agenda politik mendatang.
Apa Implikasi Keputusan Ini bagi DPR dan Politik Nasional?
Keputusan MKD untuk mengembalikan Adies Kadir memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, ini menunjukkan bahwa MKD menjalankan fungsinya sebagai penjaga etika dengan serius. Setiap keputusan yang diambil oleh MKD, baik itu sanksi maupun rehabilitasi, akan selalu menjadi preseden penting bagi kasus-kasus serupa di masa depan.
Kedua, kembalinya Adies Kadir dapat membawa dinamika baru dalam kepemimpinan DPR. Dengan komposisi pimpinan yang kembali lengkap, diharapkan kinerja DPR dapat lebih optimal. Ini juga bisa menjadi momen untuk mengevaluasi kembali efektivitas kerja dewan selama periode sebelumnya.
Ketiga, bagi Partai Golkar, keputusan ini adalah kemenangan politik. Mengembalikan kadernya ke posisi strategis menunjukkan kekuatan dan pengaruh partai dalam menjaga anggotanya. Ini juga bisa menjadi dorongan moral bagi seluruh kader Golkar di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, publik akan menyoroti bagaimana Adies Kadir akan menjalankan tugasnya setelah kembali aktif. Ekspektasi terhadap kinerjanya tentu akan tinggi, mengingat ia kembali setelah melalui proses di MKD. Ini adalah kesempatan baginya untuk membuktikan dedikasi dan komitmennya kepada rakyat.
Menanti Langkah Adies Kadir Selanjutnya
Dengan keputusan MKD yang sudah final, semua mata kini tertuju pada Adies Kadir. Bagaimana ia akan mengintegrasikan diri kembali ke dalam ritme kerja pimpinan DPR? Tantangan apa yang akan dihadapinya dalam menjalankan tugas-tugas legislatif yang kompleks?
Kembalinya Adies Kadir ke Senayan bukan hanya sekadar pergantian nama di daftar pimpinan. Ini adalah sebuah peristiwa politik yang mencerminkan dinamika internal dewan dan partai politik. Publik akan terus memantau setiap langkahnya, berharap ia dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa.
Keputusan MKD ini menjadi penutup dari satu babak dan pembuka bagi babak baru dalam karier politik Adies Kadir. Mari kita nantikan bagaimana ia akan mengukir kembali jejaknya di kancah perpolitikan nasional.


















