banner 728x250

UNM Guncang Dunia Riset! Mahasiswa Magister Pamer Tesis AI Canggih, Apa Saja yang Dibahas?

unm guncang dunia riset mahasiswa magister pamer tesis ai canggih apa saja yang dibahas portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kembali mencuri perhatian publik dengan gelaran akademik rutinnya. Kali ini, Program Magister Ilmu Komputer sukses menyelenggarakan ‘REBO NGELMU: RESEARCH SHARING’, sebuah forum inovatif yang jadi wadah bagi para peneliti muda untuk unjuk gigi.

Acara ini bukan sekadar presentasi biasa, melainkan panggung bagi mahasiswa dan alumni untuk berbagi hasil penelitian tesis mereka yang revolusioner. Setiap hari Rabu, forum ini menjadi ajang bertukar wawasan, memperkaya pengetahuan, sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan program magister. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem akademik yang kolaboratif dan produktif, mendorong inovasi yang berdampak nyata.

banner 325x300

Rebo Ngelmu Perdana Semester Ganjil 2025-2026: Siap-siap Terinspirasi!

Sesi perdana ‘Rebo Ngelmu’ untuk semester Ganjil 2025–2026 akan segera digelar pada Rabu, 22 Oktober 2025 mendatang. Jangan khawatir ketinggalan, karena acara inspiratif ini akan diselenggarakan secara daring, membuka pintu bagi seluruh mahasiswa Program Magister Ilmu Komputer UNM dari mana saja. Ini adalah kesempatan emas untuk belajar langsung dari para ahli.

Ini adalah kesempatan emas bagi para peneliti muda untuk mendapatkan pemahaman mendalam. Mereka bisa menyerap ilmu dari hasil penelitian terbaru di bidang Ilmu Komputer, terutama karya-karya inovatif para alumni yang telah sukses menyelesaikan studinya. Dijamin, kamu bakal pulang dengan segudang ide dan semangat baru untuk penelitianmu sendiri!

Mengupas Tuntas Dua Riset Revolusioner di Bidang Medis

Pada sesi perdana yang sangat dinantikan ini, dua narasumber alumni siap membagikan hasil penelitian tesis mereka yang luar biasa. Kedua riset ini berfokus pada aplikasi teknologi deep learning dan ensemble learning untuk mengatasi tantangan krusial di dunia medis. Siap-siap untuk terpukau dengan terobosan yang mereka hadirkan, yang berpotensi mengubah cara kita memandang diagnosis penyakit.

1. Deteksi Dini Abnormalitas Sel Darah Putih: Harapan Baru untuk Diagnosis Cepat

Narasumber pertama akan membawakan topik yang sangat relevan dan mendesak: "Deteksi Dini Abnormalitas Sel Darah Putih Menggunakan Attentive CNN dengan Class Weight dan Focal Loss." Bayangkan, bagaimana teknologi deep learning bisa menjadi garda terdepan dalam mendeteksi kelainan pada sel darah putih secara dini? Ini adalah langkah revolusioner dalam diagnosis penyakit.

Riset ini mengupas tuntas penerapan Attentive CNN, sebuah arsitektur jaringan saraf tiruan yang cerdas. Dengan Attentive CNN, sistem mampu "memperhatikan" bagian-bagian penting dari citra sel darah putih, sehingga deteksi abnormalitas bisa dilakukan dengan lebih akurat dan cepat. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam diagnosis penyakit hematologi, yang seringkali membutuhkan ketelitian tinggi.

Lebih lanjut, penggunaan Class Weight dan Focal Loss dalam model ini menunjukkan kecanggihan riset tersebut. Class Weight membantu model belajar lebih baik dari data yang tidak seimbang, memastikan setiap jenis sel darah putih mendapatkan perhatian yang layak. Sementara itu, Focal Loss memastikan model fokus pada kasus-kasus sulit yang seringkali terlewatkan, meningkatkan sensitivitas deteksi.

Terobosan ini memiliki implikasi besar bagi dunia kedokteran. Dengan deteksi yang lebih cepat dan akurat, dokter dapat memberikan penanganan yang lebih tepat waktu, meningkatkan peluang kesembuhan pasien, dan bahkan menyelamatkan nyawa. Ini bukan sekadar teori di laboratorium, melainkan inovasi yang berpotensi mengubah praktik medis secara fundamental.

2. Klasifikasi Tumor Otak: Meningkatkan Akurasi Diagnosis dengan Kecerdasan Buatan

Selanjutnya, narasumber kedua akan memaparkan tesis berjudul "Klasifikasi Tumor Otak Menggunakan Model Convolutional Neural Network Dengan Pendekatan Pembelajaran Ensemble Soft Voting." Topik ini tak kalah penting, mengingat tantangan besar dalam mendiagnosis tumor otak secara akurat, di mana setiap milimeter bisa sangat berarti.

Riset ini menyoroti bagaimana Convolutional Neural Network (CNN), yang merupakan tulang punggung banyak sistem pengenalan citra modern, dapat dimanfaatkan untuk menganalisis citra medis. Khususnya, bagaimana CNN bisa mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis tumor otak dari hasil pemindaian MRI atau CT scan dengan presisi tinggi.

Yang membuat riset ini semakin menarik adalah pendekatan Ensemble Soft Voting. Bayangkan, alih-alih mengandalkan satu model saja, peneliti menggabungkan kekuatan beberapa model CNN yang berbeda. Setiap model memberikan "suara" atau prediksinya, dan keputusan akhir diambil berdasarkan konsensus mayoritas, layaknya sebuah panel ahli AI.

Pendekatan ensemble learning ini terbukti ampuh dalam meningkatkan akurasi dan robustnes (ketahanan) sistem klasifikasi. Dengan kata lain, model menjadi lebih andal dan tidak mudah salah dalam membedakan antara jenis tumor yang berbeda, bahkan dalam kasus-kasus yang kompleks dan ambigu. Ini adalah kabar baik bagi para ahli radiologi dan, yang terpenting, bagi pasien.

Akurasi diagnosis yang lebih tinggi berarti penanganan yang lebih tepat sasaran. Ini bisa mengurangi risiko kesalahan diagnosis, mempercepat proses pengobatan, dan pada akhirnya, memberikan harapan yang lebih besar bagi pasien tumor otak. Riset ini adalah bukti nyata bagaimana AI bisa menjadi asisten cerdas yang tak ternilai di garis depan kesehatan.

Membangun Budaya Riset Kolaboratif dan Produktif di UNM

Eni Heni Hermaliani, selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Komputer (S2) UNM, menegaskan bahwa ‘REBO NGELMU’ adalah pilar penting dalam upaya kampus. Tujuannya adalah menumbuhkan budaya akademik yang kolaboratif dan produktif secara berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang teori, tapi juga praktik nyata yang bisa diaplikasikan.

"Kegiatan ini bukan sekadar forum presentasi hasil penelitian, tetapi juga ruang dialog dan diskusi ilmiah antar mahasiswa, dosen, dan alumni," ujar Eni. Ia menambahkan bahwa melalui forum semacam ini, UNM ingin menumbuhkan semangat riset yang berkelanjutan dan aplikatif, yang bisa membawa dampak nyata bagi masyarakat luas.

UNM: Kampus Digital Bisnis yang Berkomitmen pada Inovasi

Lebih lanjut, Eni menjelaskan bahwa ‘Rebo Ngelmu’ sangat selaras dengan misi Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis. UNM memiliki komitmen kuat untuk menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi di era transformasi digital yang terus bergerak cepat. Ini adalah investasi pada masa depan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa aktif untuk lebih eksploratif dalam penelitian tesisnya," kata Eni. Ia juga melihat potensi besar kegiatan ini untuk membuka peluang kolaborasi lintas bidang, baik di dunia akademik maupun industri. Ini adalah jembatan penting antara teori dan aplikasi praktis.

Melalui ‘REBO NGELMU: RESEARCH SHARING’, UNM tidak hanya menegaskan perannya sebagai kampus yang fokus pada penguasaan teknologi semata. Lebih dari itu, UNM juga berkomitmen penuh pada pengembangan budaya riset yang kuat, kolaboratif, dan berdampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta kesejahteraan masyarakat luas. Ini adalah bukti nyata bahwa UNM serius dalam mencetak inovator masa depan.

banner 325x300