banner 728x250

UMJ Cetak Sejarah! Milad ke-70 Jadi Panggung Kolaborasi Lintas Ormas Islam Terbesar, Sinyal Penting untuk Bangsa?

umj cetak sejarah milad ke 70 jadi panggung kolaborasi lintas ormas islam terbesar sinyal penting untuk bangsa portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) baru saja mengukir momen bersejarah dalam perayaan Milad ke-70 tahunnya. Melalui gelaran Hari Bermuhammadiyah ke-12, UMJ sukses menyatukan tokoh-tokoh penting dari berbagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan internasional. Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah deklarasi sinergi dan kolaborasi untuk menggerakkan peradaban serta mencerahkan bangsa.

Mengusung tema "Menggerakan Peradaban, Mencerahkan Bangsa: Sinergi, Kolaborasi, Kontribusi," kegiatan ini menjadi wadah refleksi mendalam. Nilai-nilai kemuhammadiyahan dan keislaman dibahas dari perspektif global, membuka cakrawala baru bagi seluruh civitas academica. Suasana khidmat menyelimuti Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, MA Gedung Cendekia UMJ pada Rabu, 12 November 2025, saat acara berlangsung.

banner 325x300

Milad ke-70 UMJ: Semangat Baru Hari Bermuhammadiyah ke-12

Ketua Panitia Hari Bermuhammadiyah ke-12, Drs. Fakrurazi, MA, menjelaskan tujuan mulia di balik acara ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat bermuhammadiyah yang membara di kalangan seluruh warga kampus, dari mahasiswa hingga dosen. Lebih dari itu, acara ini meneguhkan peran UMJ sebagai kampus berkemajuan.

UMJ berkomitmen kuat untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, sesuai dengan cita-cita luhur Muhammadiyah. "Hari Bermuhammadiyah diharapkan dapat meningkatkan antusiasme seluruh warga kampus dalam mengamalkan nilai-nilai dan semangat Muhammadiyah," tegas Fakrurazi, menggambarkan optimisme yang terpancar dari kegiatan ini.

Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si, menambahkan bahwa Hari Bermuhammadiyah ke-12 ini telah rutin diselenggarakan sejak tahun 2022. Namun, perayaan kali ini terasa jauh lebih istimewa dan memiliki bobot yang berbeda. Momen ini bertepatan dengan usia UMJ yang telah mencapai angka 70 tahun, sebuah perjalanan panjang penuh dedikasi.

Kolaborasi Lintas Ormas Islam: Sebuah Terobosan Bersejarah

Keistimewaan utama Hari Bermuhammadiyah kali ini terletak pada kehadiran para pembicara yang mewakili berbagai organisasi Islam besar di Indonesia. Ini adalah pemandangan langka yang jarang terjadi di satu panggung yang sama. Para tokoh dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, hingga Pimpinan Pusat Persis, semuanya hadir.

Tak hanya itu, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran Syekh Mustofa Ceric, President of The World Bosniak Congress, yang datang atas undangan khusus Prof. Din Syamsuddin. Kehadiran beliau menambah dimensi internasional pada diskusi yang dihelat, menunjukkan visi UMJ yang tak hanya lokal, namun juga global. Ini adalah bukti nyata bahwa UMJ mampu menjadi jembatan dialog antarperadaban.

Prof. Ma’mun Murod menjelaskan lebih lanjut bahwa keempat organisasi yang diundang merupakan representasi kuat dari ormas-ormas Islam di Indonesia. Sebuah fakta menarik ia sampaikan: Muhammadiyah dan Persis sama-sama menggunakan istilah ‘Pimpinan Pusat’, sementara NU dan Al Washliyah memilih ‘Pengurus Besar’. "Ini menunjukkan keberagaman istilah, tapi satu tujuan, memajukan umat," ujarnya, menekankan esensi persatuan di tengah perbedaan.

Membangun Peradaban Global Lewat Wasathiyah dan Mediasi

Puncak diskusi ilmiah pada Hari Bermuhammadiyah ke-12 ini adalah Kuliah Umum yang disampaikan oleh Shaikh Prof. Dr. Mustofa Ceric. Beliau membawakan materi yang sangat relevan dan mendalam, berjudul ‘Pendekatan Baru terhadap Konsep Wasathiyah: Dari Moderasi menuju Mediasi untuk Perdamaian Dunia’. Kuliah ini membuka wawasan baru tentang bagaimana Islam dapat berkontribusi pada perdamaian global melalui pendekatan yang lebih proaktif.

Setelah kuliah umum yang mencerahkan tersebut, acara dilanjutkan dengan sesi panel yang menghadirkan empat penceramah inspiratif. Mereka datang dari berbagai latar belakang organisasi dan lembaga, memperkaya perspektif civitas academica UMJ. Setiap penceramah memberikan pandangan unik tentang pentingnya sinergi, kolaborasi, dan kontribusi dalam menggerakkan peradaban bangsa secara global.

Diskusi ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada implementasi nyata dari nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Para peserta diajak untuk memahami bahwa peran aktif dalam pembangunan peradaban adalah tanggung jawab bersama, melampaui batas-batas organisasi. Ini adalah ajakan untuk bertindak, bukan hanya berwacana.

Deretan Tokoh Inspiratif yang Hadir

Para penceramah yang hadir dalam sesi panel adalah sosok-sosok yang memiliki pengaruh besar di bidangnya masing-masing. Mereka membawa gagasan segar dan pengalaman berharga untuk dibagikan kepada ribuan hadirin. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen UMJ dalam menghadirkan pemikiran terbaik bagi mahasiswanya.

Pertama, ada Hadi Nur Ramadhan, S.Sos., M.Pd., yang merupakan Ketua Bidang Garapan Pustaka dan Kearsipan PP Persatuan Islam (PERSIS). Beliau memberikan perspektif dari salah satu ormas Islam tertua yang dikenal dengan ketegasannya dalam berakidah. Kemudian, KH. Ulil Abshar Abdalla, M.A., Ketua PB Nahdlatul Ulama, turut menyumbangkan pemikirannya yang dikenal moderat dan inklusif.

Selanjutnya, Dr. Ir. H. Amran Arifin, MM., MBA., Sekretaris Jenderal PB Al Jam’iyatul Washliyah, berbagi pandangan dari organisasi yang juga memiliki sejarah panjang dalam pendidikan dan dakwah di Indonesia. Terakhir, namun tak kalah penting, adalah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kehadiran beliau memberikan dimensi kebijakan publik dan pendidikan yang sangat relevan.

Semarak Acara dan Puncak Perayaan Milad UMJ

Kegiatan Hari Bermuhammadiyah ke-12 ini tidak hanya diisi dengan diskusi serius, tetapi juga dimeriahkan oleh penampilan memukau dari mahasiswa UMJ. Orkes Gambus Syifa Nada berhasil menghibur dan menambah semarak suasana dengan alunan musik tradisional yang syahdu. Penampilan ini menunjukkan bakat dan kreativitas mahasiswa UMJ yang beragam.

Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari kehadiran kurang lebih seribu hadirin yang memadati auditorium. Mereka terdiri dari staf ahli menteri Bidang Talenta Mariman Darto, jajaran wakil rektor UMJ, dekan, dosen, hingga mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UMJ. Kehadiran yang masif ini menjadi bukti bahwa tema yang diangkat sangat relevan dan menarik perhatian banyak pihak.

Prof. Ma’mun Murod juga mengingatkan seluruh peserta untuk menyimak materi para penceramah dengan saksama, mengingat pentingnya pesan yang disampaikan. Ia turut menegaskan bahwa puncak peringatan Milad UMJ yang ke-70 akan dilaksanakan pada tanggal 29 November mendatang. "Milad UMJ sendiri bersamaan dengan Milad Muhammadiyah yang jatuh pada 18 November. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh pihak dalam kegiatan ini," pungkasnya, menutup acara dengan penuh rasa syukur dan harapan.

Hari Bermuhammadiyah ke-12 ini bukan hanya perayaan, melainkan sebuah manifestasi nyata dari komitmen UMJ untuk menjadi pelopor dalam sinergi keumatan. Dengan menyatukan berbagai elemen penting dalam masyarakat Islam, UMJ telah menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menggerakkan peradaban dan mencerahkan bangsa di tengah tantangan global. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi lain.

banner 325x300