banner 728x250

UMJ Bikin Keripik Tempe Startoon ‘Melek Digital’! Rahasia Omzet Meroket di Pasar Online Terungkap

umj bikin keripik tempe startoon melek digital rahasia omzet meroket di pasar online terungkap portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kembali membuktikan komitmennya sebagai kampus yang tak hanya mencetak sarjana, tapi juga agen perubahan nyata di masyarakat. Kali ini, UMJ hadir membawa angin segar bagi pelaku usaha rumahan Keripik Tempe Startoon di Jl. H. Aom, Jakarta Selatan, dengan menggelar pelatihan digital marketing intensif. Acara yang berlangsung pada Ahad (14/9/2025) ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah jembatan menuju era digital yang penuh peluang.

Kegiatan inovatif ini merupakan bagian dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2025. Ini menunjukkan bahwa program UMJ sejalan dengan visi pemerintah untuk memberdayakan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital. UMJ tidak hanya memberikan teori, tetapi juga solusi praktis yang langsung bisa diterapkan.

banner 325x300

UMKM Hadapi Tantangan, UMJ Beri Solusi Konkret

Di era serba digital ini, perubahan perilaku konsumen menjadi sangat drastis. Dulu orang belanja langsung ke pasar atau toko, kini cukup sentuh layar ponsel. Fenomena ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk Keripik Tempe Startoon. UMJ memahami betul dinamika ini dan bergerak cepat untuk membekali pelaku usaha dengan senjata paling ampuh: digital marketing.

Dr. Nor Lailla, SE, MM, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMJ yang menjadi ketua kegiatan ini, menegaskan pentingnya pelatihan tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu pesat telah merambah seluruh aspek kehidupan, termasuk sektor ekonomi dan bisnis. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk bertahan dan berkembang.

"Kegiatan ini perlu dilakukan mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat, mencakup seluruh aspek kehidupan termasuk dalam hal sektor ekonomi dan bisnis. Dampak yang paling signifikan adalah digitalisasi, yaitu proses aktivitas yang semula konvensional berubah menjadi digital berbasis teknologi," jelas Dr. Lailla. Ia menambahkan bahwa dengan berjualan secara digital, pelaku usaha bisa memperluas jangkauan pemasaran mereka secara signifikan.

Tim Ahli dari Berbagai Disiplin Ilmu Turun Tangan

Program PkM ini digawangi oleh tim yang solid dan multidisiplin dari UMJ. Selain Dr. Nor Lailla, ada juga Dr. M. Irfan Tarmizi, SE, Ak., M.B.A., CA, dari FEB UMJ, yang membawa keahlian di bidang akuntansi dan bisnis. Tak ketinggalan, Dr. Sugiatmi, SP, MKM dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) turut bergabung, memastikan aspek kesehatan dan gizi produk juga diperhatikan, memberikan nilai tambah pada produk Keripik Tempe Startoon.

Keterlibatan mahasiswa juga menjadi poin penting dalam program ini. Dua mahasiswa FEB, Danila Aulia Antoni dan Agil Mustofa, turut serta aktif mendampingi peserta. Ini bukan hanya kesempatan bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu di lapangan, tetapi juga untuk merasakan langsung dampak positif yang bisa mereka berikan kepada masyarakat. Mereka adalah jembatan antara teori di kampus dan praktik di dunia nyata.

Bukan Sekadar Teori: Pelatihan Praktis Langsung ke Inti Masalah

Pelatihan ini dirancang agar para peserta bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat. Tim dosen dan mahasiswa UMJ memberikan pendampingan secara detail dan personal. Mulai dari langkah paling dasar, yaitu cara membuat akun toko di berbagai e-marketplace populer seperti Shopee, Tokopedia, atau platform lainnya. Mereka juga diajari bagaimana mengoptimalkan profil toko agar menarik perhatian calon pembeli.

Lebih dari itu, peserta dibimbing untuk mengunggah foto produk yang profesional dan menggoda selera. Mereka belajar tentang teknik fotografi sederhana menggunakan ponsel, pencahayaan yang tepat, hingga pemilihan angle yang bisa membuat keripik tempe terlihat lebih lezat dan berkualitas. Karena di dunia digital, visual adalah raja.

Tak kalah penting, peserta juga diajari cara menulis deskripsi produk yang menarik dan persuasif. Ini termasuk penggunaan kata kunci yang relevan agar produk mudah ditemukan di mesin pencari, serta teknik storytelling sederhana yang bisa membangun koneksi emosional dengan calon pembeli. Mereka juga dibekali pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan fitur promosi yang tersedia di e-marketplace, seperti diskon, voucher, atau flash sale, untuk meningkatkan penjualan.

Membangun Branding Sederhana Namun Berdampak Besar

Selain teknis berjualan online, tim UMJ juga mengajak peserta memahami strategi branding sederhana. Branding bukan hanya soal logo yang keren, tapi bagaimana produk Keripik Tempe Startoon bisa memiliki identitas unik dan diingat oleh konsumen. Mereka diajarkan cara menentukan Unique Selling Proposition (USP) produk, misalnya "Keripik Tempe Startoon: Renyahnya Bikin Nagih, Sehatnya Nggak Main-main!".

Strategi branding ini krusial agar produk rumahan mampu bersaing dengan produk serupa yang sudah lebih dulu eksis di pasar digital. Dengan branding yang kuat, Keripik Tempe Startoon tidak hanya menjual produk, tetapi juga pengalaman dan nilai. Ini adalah langkah awal untuk membangun loyalitas pelanggan dan memperluas pangsa pasar secara berkelanjutan.

Mahasiswa Jadi Ujung Tombak Perubahan

Keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa UMJ tidak hanya fokus pada pendidikan di dalam kelas. Danila Aulia Antoni dan Agil Mustofa, misalnya, tidak hanya mengasah keterampilan akademik mereka, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata bagaimana ilmu yang mereka pelajari di kampus dapat diterapkan langsung di lapangan. Mereka belajar berinteraksi dengan pelaku UMKM, memahami tantangan mereka, dan mencari solusi bersama.

Pengalaman berharga ini akan menjadi bekal tak ternilai bagi masa depan mereka. Mereka tidak hanya menjadi lulusan yang cerdas secara teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. Ini adalah investasi UMJ dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berdaya guna bagi masyarakat.

UMJ: Kampus Berdampak, Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Melalui program PkM ini, UMJ sekali lagi menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Decent Work and Economic Growth. Dengan memberdayakan UMKM, UMJ turut menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini adalah kontribusi nyata UMJ terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Program ini juga sejalan dengan pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, yang mendorong kampus untuk lebih relevan dan berdampak bagi masyarakat. Lebih jauh lagi, inisiatif ini selaras dengan program Asta Cita Pemerintah yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul. UMJ tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Dengan langkah konkret seperti pelatihan digital marketing ini, UMJ membuktikan bahwa mereka adalah kampus yang selalu bergerak maju, berinovasi, dan siap menghadapi tantangan zaman. Mereka tidak hanya mendidik, tetapi juga memberdayakan, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi individu, komunitas, dan bangsa. Keripik Tempe Startoon kini siap menembus pasar digital, berkat sentuhan tangan dingin para akademisi dan mahasiswa UMJ.

banner 325x300