banner 728x250

UIII Depok Mendunia! Kampus Ini Jadi Magnet Mahasiswa dari 45 Negara, Bikin Indonesia Bangga

uiii depok mendunia kampus ini jadi magnet mahasiswa dari 45 negara bikin indonesia bangga portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok kini semakin kokoh menancapkan namanya sebagai kampus dengan reputasi global yang patut diperhitungkan. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir saja, perguruan tinggi yang berlokasi strategis di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat ini, telah berhasil menarik perhatian ratusan calon cendekiawan dari berbagai belahan dunia. Tercatat, UIII telah menerima 849 mahasiswa, di mana 345 orang di antaranya berasal dari 45 negara berbeda.

Depok, Titik Temu Cendekiawan Global

banner 325x300

Kehadiran mahasiswa internasional ini bukan sekadar angka biasa; ini adalah bukti nyata besarnya reputasi UIII di kancah global. Menurut Rektor UIII, Prof. Jamhari, keberadaan mereka secara otomatis mengangkat nama Depok sebagai sebuah kota. Depok kini bukan hanya dikenal sebagai kota satelit Jakarta, melainkan juga sebagai titik temu akademisi dan cendekiawan global yang menjanjikan.

Prof. Jamhari menjelaskan, Depok kini menjadi semacam "melting pot" intelektual, tempat ide-ide segar bersemi dan gagasan-gagasan besar lahir. Ini adalah sebuah kebanggaan bagi Indonesia, khususnya bagi warga Depok, karena kotanya menjadi bagian penting dari peta pendidikan internasional. UIII membuktikan bahwa Depok memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keunggulan akademik yang diakui dunia.

Keberagaman Mahasiswa: Dari Asia hingga Amerika

Jangan salah, mahasiswa yang menimba ilmu di UIII ini datang dari latar belakang yang sangat beragam, mencakup berbagai kawasan. Mulai dari Asia Timur yang dinamis, Timur Tengah yang kaya sejarah, Afrika yang penuh potensi, hingga Eropa dan Amerika yang maju. Ini menunjukkan daya tarik UIII yang melampaui batas geografis dan budaya.

Beberapa negara yang menyumbangkan mahasiswanya ke UIII antara lain Afghanistan, Aljazair, Australia, Mesir, Nigeria, Palestina, Turki, Uganda, Amerika Serikat, Spanyol, dan Meksiko. Keberagaman ini menciptakan suasana kampus yang sangat dinamis dan multikultural. Setiap sudut kampus menjadi saksi bisu pertukaran budaya dan ide yang luar biasa.

UIII: Ruang Pertemuan Calon Pemimpin Dunia

Prof. Jamhari menegaskan bahwa komunitas internasional yang terus tumbuh di UIII adalah bukti nyata bahwa kampus ini menjadi ruang pertemuan para calon pemimpin dan cendekiawan dari berbagai bangsa. Mereka datang dengan harapan dan mimpi untuk berkontribusi pada dunia. Kehadiran mereka secara langsung menunjukkan kontribusi besar Indonesia bagi dunia dan kemanusiaan secara global.

UIII tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga membentuk individu-individu yang memiliki perspektif global dan pemahaman mendalam tentang isu-isu dunia. Kampus ini menjadi jembatan bagi Indonesia untuk menyuarakan perannya dalam menciptakan perdamaian, kemajuan, dan toleransi di tengah masyarakat internasional. Ini adalah investasi jangka panjang Indonesia untuk masa depan dunia.

Angka Bicara: Lonjakan Mahasiswa Baru dan Beasiswa Bergengsi

Prestasi UIII semakin terlihat jelas dalam tahun akademik 2025/2026. Kampus ini mencatat sebanyak 190 mahasiswa baru yang siap menimba ilmu. Dari jumlah tersebut, 154 orang merupakan mahasiswa magister dan 36 lainnya adalah mahasiswa studi doktoral, menunjukkan komitmen UIII dalam pengembangan pendidikan pascasarjana.

Yang lebih membanggakan, sebanyak 98 mahasiswa baru ini berasal dari 28 negara berbeda, menegaskan daya tarik UIII di mata internasional. Selain itu, ada delapan mahasiswa yang beruntung menerima beasiswa double degree, sebuah program prestisius yang membuka pintu kesempatan lebih luas. Satu di antaranya didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang terkenal ketat seleksinya, sementara tujuh lainnya melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama RI. Skema ini memberikan kesempatan emas bagi para mahasiswa UIII untuk menempuh studi bersama universitas mitra di luar negeri, memperkaya pengalaman akademik dan jaringan mereka.

Lingkungan Inklusif, Kunci Jawab Tantangan Global

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Phil Syafiq Hasyim, menekankan pentingnya menumbuhkan suasana yang inklusif dan multikultural di lingkungan kampus. Baginya, ini bukan sekadar tentang keragaman etnis, tetapi juga tentang keragaman pemikiran dan perspektif yang saling melengkapi. Lingkungan seperti ini adalah kunci untuk menciptakan inovasi dan solusi.

"Keragaman mahasiswa tidak hanya memperkaya diskusi di ruang kelas, tetapi juga memperluas jejaring lintas negara," ujar Dr. Syafiq. Ia menambahkan bahwa lingkungan seperti ini akan melahirkan pemikiran kritis, kreativitas, dan kolaborasi yang sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks. UIII percaya bahwa dari perbedaan, akan lahir kekuatan yang luar biasa.

UIII: Lebih dari Sekadar Kampus, Jembatan Diplomasi Budaya

Dengan hadirnya mahasiswa dari 45 negara, UIII kini tidak sekadar berfungsi sebagai kampus Islam bertaraf internasional. Lebih dari itu, UIII telah menjelma menjadi sebuah ruang diplomasi budaya yang menjembatani Indonesia dengan dunia. Kampus ini menjadi etalase bagi kekayaan budaya, toleransi, dan nilai-nilai keislaman moderat yang dianut Indonesia.

Kehadiran UIII di Depok secara signifikan menjadikan Indonesia kian diperhitungkan dalam percaturan akademik dan peradaban global. Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia, melalui UIII, mampu menjadi pusat pendidikan dan dialog antarperadaban yang diakui dunia. UIII bukan hanya membangun masa depan pendidikan, tetapi juga masa depan hubungan antarnegara yang lebih harmonis.

UIII Depok telah membuktikan dirinya sebagai institusi pendidikan yang visioner dan berdaya saing global. Dengan reputasi yang terus meningkat dan jumlah mahasiswa internasional yang kian beragam, UIII tidak hanya menjadi kebanggaan Depok, tetapi juga kebanggaan seluruh bangsa Indonesia. Kampus ini adalah simbol kontribusi Indonesia dalam mencetak generasi penerus yang siap menghadapi tantangan global dan membangun peradaban yang lebih baik.

banner 325x300