Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir (PSPP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kembali unjuk gigi dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Di ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, pameran ekonomi syariah terbesar di Indonesia, PSPP UMJ sukses memukau dengan produk unggulan dari Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Inisiatif ini menegaskan komitmen kuat UMJ dalam memberdayakan komunitas maritim.
Dari Laut Sambas ke Panggung Nasional: Inovasi PSPP UMJ di ISEF 2025
Produk-produk inovatif binaan PSPP UMJ yang dipamerkan di hall Jawara Ekspor (Jaringan Wirausaha Syariah Mendorong Ekspor) bukanlah sembarang produk. Ini adalah buah dari kegiatan pilot project Desa Berdikari, sebuah kolaborasi strategis dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia. Melalui riset terapan yang mendalam, PSPP UMJ bersama masyarakat Desa Sebubus berhasil mengembangkan berbagai inovasi produk bernilai ekonomi tinggi.
Pengembangan produk ini tidak hanya menunjukkan potensi sumber daya laut Sambas yang melimpah ruah, tetapi juga bagaimana riset dan teknologi dapat menjadi kunci. Keduanya mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil laut, mengubah komoditas biasa menjadi produk premium yang siap bersaing di pasar. Kehadiran di ISEF 2025 menjadi bukti nyata keberhasilan program ini.
Bukan Sekadar Garam, Ada Ubur-ubur Unik yang Bikin Penasaran!
Siapa sangka, dari laut Sambas, lahir produk-produk yang begitu unik dan menjanjikan. Beberapa di antaranya adalah garam kristal alami, ubur-ubur asin (salted jellyfish), keripik ubur-ubur, hingga gelatin ubur-ubur. Tak hanya itu, berbagai turunan produk kelautan lainnya seperti terasi udang dan serundeng kepah juga turut dipamerkan.
Inovasi ini membuka mata banyak pihak bahwa sumber daya laut, yang selama ini mungkin dianggap biasa, memiliki potensi luar biasa jika diolah dengan sentuhan teknologi dan kreativitas. Produk-produk ini tidak hanya lezat dan bernilai gizi, tetapi juga mencerminkan kekayaan lokal yang otentik.
Mengubah Tantangan Jadi Peluang: Misi Mulia PSPP UMJ
Kepala PSPP UMJ, Endang Rudiatin, menjelaskan bahwa pilot project Desa Berdikari yang telah berjalan sejak 2022 ini memiliki target besar. Program ini bertujuan memberikan solusi konkret atas persoalan kesejahteraan dan sosial-ekonomi di wilayah perbatasan dan pesisir. Sebuah misi mulia untuk mengangkat harkat hidup masyarakat.
"Produk-produk yang kami tampilkan di ISEF 2025 merupakan buah karya dari serangkaian pelatihan kewirausahaan dalam konsep syariah dan pendampingan intensif pada kelompok usaha, termasuk perempuan," kata Endang. Ia juga menambahkan, "Kami mengajak masyarakat meyakini bahwa ilmu pengetahuan bisa menjadi jembatan menuju kesejahteraan."
Rahasia Ubur-ubur Sambas: Dari Komoditas Terlupakan Jadi Primadona
Selama ini, pengolahan ubur-ubur menjadi harapan baru bagi masyarakat Sambas sebagai pendapatan utama. Endang Rudiatin menjelaskan bahwa ubur-ubur merupakan sumber daya lokal yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Padahal, potensi ekonominya sangat besar.
"Berbasis riset terapan dan pelatihan teknologi pasca-panen, kami membantu masyarakat mengolah ubur-ubur menjadi produk yang tahan lama, aman, dan bernilai tinggi di pasar domestik maupun ekspor," jelas Endang. "Potensi ubur-ubur Sambas ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi industri komunitas yang berkelanjutan."
Kolaborasi Kuat, Dampak Nyata: Kisah Sukses Desa Sebubus
Kesuksesan ini tidak datang begitu saja. PSPP UMJ melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, kelompok nelayan, dan pelaku UMKM lokal, untuk memastikan transfer pengetahuan dan teknologi berjalan secara efektif. Pendampingan yang diberikan tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga hingga masyarakat mampu memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
Kepala Desa Sebubus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi PSPP UMJ yang dinilai telah membawa perubahan signifikan. "Dulu, ubur-ubur hanya dianggap komoditas musiman yang harganya fluktuatif," ujarnya. "Setelah ada pendampingan dari UMJ, masyarakat kami kini memiliki kemampuan untuk mengolah ubur-ubur menjadi berbagai produk turunan yang bernilai lebih tinggi."
Infrastruktur Mandiri untuk Ekonomi Berkelanjutan
Dampak positif program ini juga terlihat dari pembangunan infrastruktur. Sebelum pelatihan dan pendampingan, didahului dengan pembangunan kilang ubur-ubur. Kini, melalui program Desa Berdikari, Desa Sebubus memiliki kilang multifungsi ubur-ubur dan lobster, rumah garam, serta unit produksi hasil olahan laut.
Semua fasilitas ini dikelola langsung oleh masyarakat setempat, menunjukkan kemandirian yang kuat. "Selain itu, kami juga memproduksi garam rakyat untuk kebutuhan mengolah ubur-ubur dan kini menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga nelayan," tambahnya, menunjukkan diversifikasi ekonomi yang berhasil.
Menuju Model Ekonomi Maritim Nasional: Visi Jangka Panjang
Endang Rudiatin berharap Desa Sebubus dapat menjadi model Desa Berdikari yang mandiri secara ekonomi, berdampak pada keberlangsungan usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Model pemberdayaan ini menempatkan desa sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi, bukan hanya penerima manfaat.
"Proses ini menggabungkan nilai-nilai syariah, kemandirian berbasis sumber daya dan inovasi lokal, serta membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan," tegasnya. Tahap selanjutnya, PSPP UMJ berencana mengembangkan riset terapan lebih lanjut serta memperluas pasar untuk produk-produk hasil kelautan ini. "Kami berharap produk dari Desa Sebubus dapat menjadi model pengembangan ekonomi maritim nasional yang tidak hanya berbasis sumber daya, tetapi juga keberlangsungan ekosistem dengan menjaga budaya dan nilai lokal," pungkas Endang.


















