Di tengah ketatnya persaingan global, memiliki lulusan yang benar-benar siap menghadapi tantangan dunia industri adalah sebuah keharusan. Universitas Nusa Mandiri (UNM), melalui Program Studi (Prodi) Sains Data, memahami betul urgensi ini. Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus berinovasi demi mencetak talenta-talenta digital terbaik.
Komitmen ini diwujudkan dalam sebuah Rapat Koordinasi Dosen yang digelar pada Senin, 15 September 2025. Acara penting ini menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi kualitas pembelajaran semester Genap 2025/2026 sekaligus mematangkan persiapan perkuliahan semester Ganjil 2025/2026. Tujuannya jelas: memastikan proses belajar mengajar di Prodi Sains Data UNM selalu efektif, inovatif, dan relevan dengan dinamika kebutuhan industri.
Mengapa Kualitas Pembelajaran Jadi Kunci?
Dunia digital terus bergerak cepat, menuntut para profesional yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adaptif dan memiliki keterampilan praktis. Di sinilah kualitas pembelajaran memegang peranan vital. Kurikulum yang mutakhir dan metode pengajaran yang interaktif menjadi fondasi utama dalam membentuk lulusan yang kompeten.
Prodi Sains Data UNM menyadari bahwa investasi pada kualitas pendidikan adalah investasi masa depan. Ini bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi tentang membekali mahasiswa dengan kemampuan nyata yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan terkemuka. Oleh karena itu, rapat koordinasi dosen ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah langkah strategis untuk terus berbenah dan meningkatkan standar.
Rapat Koordinasi: Bukan Sekadar Evaluasi Biasa
Rapat koordinasi ini menjadi forum krusial bagi para dosen untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan merumuskan strategi pembelajaran yang lebih baik. Tati Mardiana, selaku Kaprodi Sains Data UNM, menegaskan bahwa acara ini jauh lebih dari sekadar evaluasi. Ini adalah ruang kolaboratif untuk memperkuat strategi pengajaran.
"Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat kelulusan mahasiswa di berbagai mata kuliah," ungkap Tati. Capaian membanggakan ini, menurutnya, adalah buah dari kolaborasi erat dengan industri serta penerapan metode pembelajaran berbasis kasus dan proyek yang lebih intensif. UNM secara aktif mendorong dosen untuk terus berinovasi, sehingga proses belajar tidak hanya terbatas di dalam kelas.
Tingkat Kelulusan Melonjak Berkat Inovasi
Peningkatan tingkat kelulusan mahasiswa adalah indikator nyata keberhasilan pendekatan baru ini. Metode berbasis kasus dan proyek telah terbukti efektif dalam melatih mahasiswa menghadapi tantangan nyata di dunia industri. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks praktis.
Pembelajaran yang partisipatif dan kolaboratif menjadi kunci utama. Mahasiswa diajak untuk aktif terlibat, memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam tim, persis seperti suasana kerja di perusahaan. Ini adalah bekal berharga yang membuat mereka selangkah lebih maju saat memasuki dunia profesional.
IEP 3+1: Jembatan Emas Menuju Dunia Kerja
Salah satu program unggulan yang menjadi fokus utama di UNM adalah Internship Experience Program (IEP) 3+1. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sebelum mereka benar-benar lulus. Skema 3+1 memungkinkan mahasiswa menempuh tiga tahun perkuliahan intensif di kampus, dilanjutkan dengan satu tahun magang profesional.
Magang ini tidak main-main, lho! Mahasiswa berkesempatan untuk bergabung dengan perusahaan ternama, baik skala nasional maupun multinasional. "Dengan skema 3+1, mahasiswa tidak hanya dibekali teori dan praktik di kelas, tetapi juga pengalaman nyata di industri," jelas Tati. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk lebih siap kerja, memahami budaya perusahaan, dan bahkan membangun jejaring profesional sejak dini.
Dosen Berprestasi, Mahasiswa Terinspirasi
Rapat koordinasi ini juga menjadi ajang inspiratif bagi para dosen untuk berbagi pengalaman dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kisah sukses para dosen menjadi motivasi bagi rekan-rekan sejawat dan tentu saja, bagi mahasiswa.
Kisah Sukses Taopik Hidayat: Raih Hibah Ratusan Juta!
Salah satu cerita yang bikin bangga datang dari Taopik Hidayat, dosen Prodi Sains Data. Ia berhasil memperoleh tiga hibah sekaligus pada semester ini, dengan total pendanaan yang fantastis, hampir mencapai Rp 250 juta! Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dan semangat belajar bisa membuka banyak pintu.
"Awalnya saya pikir sulit lolos hibah DRTPM," kata Taopik. Namun, kuncinya adalah belajar dari rekan dosen yang sudah berhasil dan menjalin kolaborasi. Dengan pendekatan ini, peluang untuk berhasil terbuka lebih lebar, dan prestasi Taopik menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika UNM.
Nanang Ruhyana: Proyek Industri, Laboratorium Nyata Mahasiswa
Dosen Prodi Sains Data lainnya, Nanang Ruhyana, juga membagikan pandangannya yang sangat relevan. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan pembelajaran dengan proyek-proyek industri. Baginya, proyek industri adalah laboratorium nyata bagi mahasiswa.
"Dengan terjun langsung ke proyek industri, mahasiswa bisa merasakan bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan di lapangan," ujar Nanang. Harapannya, metode ini dapat diperluas oleh dosen lain agar manfaatnya lebih terasa dan mahasiswa semakin siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
Komitmen UNM: Kampus Digital Bisnis Unggul
Melalui serangkaian kegiatan dan inovasi ini, Prodi Sains Data UNM menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan. Mereka akan terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industri. Ini adalah bagian integral dari upaya UNM untuk mendukung penguatan ekosistem Kampus Digital Bisnis.
UNM percaya bahwa dengan fondasi pendidikan yang kuat dan relevan, lulusan Sains Data mereka tidak hanya akan menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta inovasi dan pemimpin di era digital. Mereka akan menjadi "siap tempur" dan langsung dilirik oleh industri, membawa nama baik UNM sebagai Kampus Digital Bisnis yang unggul.


















