Cyber University, yang dikenal sebagai pionir "The First Fintech University in Indonesia," baru-baru ini membuat gebrakan besar di kancah pendidikan global. Pada awal Oktober 2025 lalu, universitas ini secara resmi memperluas jangkauan internasionalnya melalui penandatanganan kerja sama strategis dengan MILA University, Malaysia. Momen bersejarah ini menandai komitmen kuat kedua institusi untuk mendongkrak kualitas pendidikan tinggi dan riset di era digital yang terus berkembang pesat.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) internasional ini dilakukan secara virtual, menunjukkan adaptasi kedua kampus terhadap teknologi dan mobilitas global. Kolaborasi ini bukan sekadar di atas kertas, melainkan sebuah visi bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat internasional. Ini adalah langkah maju yang signifikan bagi dunia pendidikan tinggi di Asia Tenggara.
Mengapa Kolaborasi Ini Penting? Membuka Gerbang Pendidikan Digital Kelas Dunia
Di tengah revolusi digital yang tak terhindarkan, kebutuhan akan talenta-talenta unggul di bidang teknologi semakin mendesak. Kolaborasi antara Cyber University dan MILA University hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Keduanya membawa kekuatan unik yang saling melengkapi, menjanjikan sinergi luar biasa untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global.
Kerja sama ini menjadi jembatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mengakses pengetahuan, pengalaman, dan jejaring internasional yang lebih luas. Ini adalah peluang emas untuk memperkaya wawasan akademik, mendorong riset-riset inovatif, dan pada akhirnya, menciptakan dampak nyata bagi masyarakat digital. Dunia pendidikan kini tidak lagi mengenal batas geografis, dan kolaborasi ini adalah buktinya.
Cyber University: Pionir Fintech dengan Konsep Belajar Futuristik
Cyber University telah mengukuhkan posisinya sebagai "The First Fintech University in Indonesia," dengan fokus pada pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Kampus ini mengusung konsep digital futuristik yang menekankan model pembelajaran 3+1 melalui Company Learning Program (CLP). Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang imersif dan praktis.
Melalui CLP, mahasiswa akan menghabiskan tiga tahun belajar di kampus untuk memperdalam teori dan konsep, kemudian satu tahun berikutnya akan terjun langsung ke industri. Pendekatan ini memastikan bahwa lulusan tidak hanya memiliki pemahaman akademis yang kuat, tetapi juga pengalaman kerja nyata yang sangat dihargai oleh perusahaan. Rektor Cyber University, Gunawan Witjaksono, Ph.D, menjelaskan bahwa fokus utama Cyber University adalah pada bidang Fintech, Cyber Security, serta Digital Business dan Entrepreneurship, yang semuanya merupakan sektor krusial di era digital.
MILA University: Kekuatan Riset Global dari Malaysia
Di sisi lain, MILA University dikenal sebagai salah satu universitas riset unggulan di Malaysia. Institusi ini memiliki reputasi yang solid dalam strategi internasionalisasi, pengembangan riset, dan peningkatan peringkat global. Keunggulan MILA University dalam riset menjadi aset berharga dalam kolaborasi ini, melengkapi pendekatan Cyber University yang berorientasi pada industri.
Jajaran pimpinan dari kedua universitas turut hadir dalam penandatanganan MoU ini. Dari MILA University, hadir Prof Graham Kendall (Vice Chancellor), Eddy Choo (Vice President, Marketing & Student Enrolment), Wong Siew Fong (Assistant Vice Chancellor, Research & Ranking), dan Assoc Prof Dr Vengadesh (Director, Research Management Centre – RMC). Sementara itu, dari Cyber University, hadir Gunawan Witjaksono, Ph.D (Rektor), Dr Ing Agus Trihandoyo (Wakil Rektor Bidang Akademik), serta para Kepala Program Studi (Kaprodi) dan kepala unit kerja lainnya. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan keseriusan dan antusiasme kedua belah pihak terhadap kemitraan ini.
Sinergi Kuat: Apa Saja Inisiatif Konkretnya?
Kolaborasi antara MILA University dan Cyber University diharapkan menghasilkan sinergi yang kuat. Kekuatan riset global MILA University akan bertemu dengan keunggulan Cyber University dalam inovasi pembelajaran berbasis industri. Ini adalah kombinasi ideal untuk menciptakan terobosan-terobosan baru di dunia pendidikan dan riset.
Dalam waktu dekat, kedua kampus telah merencanakan beberapa inisiatif konkret yang akan segera diwujudkan. Inisiatif-inisiatif ini dirancang untuk memberikan manfaat maksimal bagi seluruh civitas akademika dan industri terkait.
Berikut adalah beberapa rencana aksi yang akan segera dilaksanakan:
- Penyelenggaraan Konferensi dan Seminar Internasional Bersama: Forum-forum ini akan menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berdialog, berbagi pengetahuan terbaru, dan mempresentasikan hasil riset inovatif. Ini akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan memicu diskusi yang konstruktif.
- Menghubungkan Peneliti, Dosen, Mahasiswa, dan Industri Lintas Negara: Kolaborasi ini akan membuka pintu bagi jejaring profesional yang lebih luas. Mahasiswa dapat terhubung dengan mentor dari industri internasional, sementara dosen dan peneliti dapat menemukan mitra kolaborasi riset dari berbagai negara.
- Program Pertukaran Mahasiswa dan Dosen: Program ini akan memberikan kesempatan tak ternilai bagi mahasiswa dan dosen untuk merasakan pengalaman belajar dan mengajar di lingkungan akademik yang berbeda. Ini akan memperluas wawasan akademik internasional, memperkaya perspektif budaya, dan meningkatkan kompetensi global.
- Kolaborasi Riset Digital dan Teknologi Siber: Kedua universitas akan bekerja sama dalam proyek-proyek riset yang relevan dengan kebutuhan masa depan, khususnya di bidang digital dan teknologi siber. Ini akan mendorong inovasi dan pengembangan solusi-solusi baru untuk tantangan global.
Wakil Rektor Bidang Akademik Cyber University, Dr Ing Agus Trihandoyo, menyoroti pentingnya rencana penyelenggaraan seminar dan konferensi internasional bersama. "Kami ingin menjadikan forum bersama ini sebagai ruang bagi dosen, mahasiswa, dan praktisi untuk berdialog, berbagi pengetahuan, sekaligus membangun jejaring global. Inilah bentuk nyata kolaborasi akademik yang tidak hanya berhenti di atas kertas," kata Dr Agus. Ini menunjukkan bahwa komitmen mereka bukan hanya janji, melainkan rencana aksi yang jelas.
Peluang Emas untuk Mahasiswa dan Dosen: Menuju Wawasan Global
Rektor Cyber University, Gunawan Witjaksono, menekankan pentingnya membuka ruang global bagi mahasiswa dan dosen. Menurutnya, kerja sama dengan MILA University memberikan peluang besar bagi mahasiswa Cyber University untuk mengenal dunia internasional secara langsung. "Ini akan memperkuat kapasitas akademik dan membuka jalan lahirnya riset-riset inovatif lintas negara," ungkap Gunawan. Mahasiswa akan mendapatkan keunggulan kompetitif yang signifikan di pasar kerja global.
Antusiasme serupa juga disampaikan oleh Vice Chancellor MILA University, Prof Graham Kendall. "Kami senang dapat menjalin kolaborasi dengan Cyber University yang punya visi jelas dalam pembelajaran digital dan hubungan erat dengan industri. Ini akan menjadi kolaborasi yang memberi dampak nyata bagi pendidikan tinggi di kawasan," ujarnya. Pengakuan dari universitas riset unggulan seperti MILA University semakin menegaskan potensi besar dari kemitraan ini.
Dengan semangat kebersamaan yang terjalin lewat MoU Internasional ini, Cyber University dan MILA University berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap era digital. Mereka tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga pada pengembangan riset dan inovasi yang relevan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki daya saing internasional yang kuat, siap menghadapi tantangan global, dan menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing. Ini adalah langkah besar menuju masa depan pendidikan yang lebih cerah dan terhubung.


















