Universitas Nusa Mandiri (UNM) memang bukan kampus biasa. Dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM punya misi besar yang tak main-main: mencetak talenta digital unggul yang siap bersaing di era revolusi industri 4.0 yang serba cepat. Salah satu strategi andalan mereka adalah menjalin kolaborasi erat dengan berbagai pemain kunci di dunia industri, memastikan lulusannya tidak hanya jago teori, tetapi juga punya pengalaman praktis yang relevan.
UNM: Kampus Digital Bisnis yang Nggak Main-main!
Di tengah gempuran transformasi digital, UNM memahami betul pentingnya adaptasi. Mereka tak hanya sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi pelopor dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan. Memperkuat jejaring dengan industri adalah langkah krusial untuk memastikan kurikulum tetap relevan dan mahasiswa mendapatkan eksposur nyata.
Ini adalah bagian dari komitmen UNM untuk terus meningkatkan kompetensi dan pengalaman mahasiswa di dunia kerja. Mereka percaya, pendidikan terbaik adalah kombinasi antara teori yang kuat dan praktik langsung di lapangan. Hasilnya? Lulusan yang siap tempur dan langsung bisa berkontribusi.
PT Nawatech: Destinasi Impian Para Calon Talenta Digital
Teranyar, UNM sukses menjalin penjajakan kerja sama strategis dengan PT Nawatech (Nawa Darsana Technology). Perusahaan ini bukan sembarang perusahaan; Nawatech dikenal sebagai pionir dalam teknologi dan inovasi digital di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan solusi-solusi canggih yang relevan dengan kebutuhan pasar. Berkolaborasi dengan Nawatech adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi UNM.
Nawatech sendiri memiliki reputasi yang solid dalam menciptakan inovasi digital yang berdampak. Keterlibatan mahasiswa UNM di perusahaan ini tentu menjadi kesempatan emas untuk belajar langsung dari para ahli di bidangnya. Ini adalah bukti nyata bahwa UNM mampu membuka pintu ke perusahaan-perusahaan top bagi mahasiswanya.
Pengalaman Magang yang Bikin Iri: Mahasiswa Sains Data UNM Beraksi!
Sebagai bukti nyata komitmen kolaborasi ini, sejumlah mahasiswa Program Studi Sains Data UNM langsung tancap gas mengikuti program magang di PT Nawatech. Pengalaman magang ini bukan sekadar formalitas, lho. Para mahasiswa UNM benar-benar terlibat aktif dalam proyek-proyek krusial di Nawatech, merasakan langsung dinamika kerja di industri teknologi.
Ini adalah kesempatan langka bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain aktif yang berkontribusi pada proyek-proyek nyata. Pengalaman ini tentu akan menjadi nilai tambah yang signifikan di CV mereka.
Dari Data & AI Lead Hingga Divisi People & Culture: Multitalenta Banget!
Ambil contoh Galih, seorang mahasiswa Sains Data yang langsung dipercaya sebagai Data & AI Lead. Bayangkan, di usia mahasiswa, ia sudah memimpin proyek-proyek penting yang berkaitan dengan data dan kecerdasan buatan, mulai dari pengembangan model prediktif hingga analisis dataset besar untuk insights bisnis. Ini membuktikan kualitas pendidikan di UNM yang memang tidak main-main dalam mencetak pemimpin masa depan.
Sementara itu, Risky dan Bella menunjukkan bahwa keahlian Sains Data tak hanya terbatas pada angka dan algoritma. Mereka justru bergabung di divisi People & Culture, mengisi posisi Admin dan Executive. Ini menarik, karena menunjukkan bagaimana analisis data bisa diaplikasikan untuk memahami dinamika sumber daya manusia, mengoptimalkan proses rekrutmen, hingga meningkatkan kepuasan karyawan berbasis data. Keterlibatan mereka membuktikan fleksibilitas dan relevansi ilmu Sains Data di berbagai sektor, bahkan di area yang mungkin tidak terduga.
IEP 3+1: Formula Ajaib UNM Cetak Lulusan Siap Kerja
Magang bergengsi ini adalah bagian integral dari program unggulan UNM, yaitu Internship Experience Program (IEP) 3+1. Konsepnya sederhana namun revolusioner: tiga tahun belajar intensif di kampus, lalu satu tahun penuh pengalaman magang di industri. Program ini dirancang khusus agar mahasiswa tidak hanya jago teori, tetapi juga punya jam terbang tinggi di dunia kerja nyata.
Dengan IEP 3+1, mahasiswa punya kesempatan emas untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah secara langsung. Mereka bisa merasakan atmosfer kerja profesional, menghadapi tantangan riil, dan belajar beradaptasi dengan dinamika industri yang serba cepat. Ini adalah investasi jangka panjang UNM untuk memastikan lulusannya benar-benar siap tempur dan tidak canggung saat memasuki dunia kerja.
Apresiasi dari Pimpinan UNM: Bangga dengan Mahasiswa!
Tati Mardiana, Kaprodi Sains Data UNM, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Nawatech atas kesempatan luar biasa ini. "Kami sangat berterima kasih kepada PT Nawatech yang telah membuka ruang belajar dan praktik yang sangat berharga bagi mahasiswa kami," ujar Tati dengan antusias.
Menurut Tati, magang ini bukan hanya tentang mengasah kemampuan teknis semata. Lebih dari itu, mahasiswa juga berkesempatan memahami langsung budaya kerja di industri teknologi yang serba cepat dan dinamis. "Ini adalah bekal tak ternilai bagi mereka untuk menjadi profesional yang adaptif dan inovatif di masa depan," tambahnya, menegaskan pentingnya pengalaman praktis dalam membentuk karakter profesional.
Senada dengan Tati, Muhammad Faisal, Kepala Nusa Mandiri Career (NCC), turut menyoroti peran krusial program IEP ini. Faisal menjelaskan bahwa magang ini adalah bagian tak terpisahkan dari strategi besar universitas dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri. "Program IEP ini adalah jembatan emas bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang dan berubah," ungkap Faisal.
Ia menambahkan, dengan program ini, UNM memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan selalu relevan dengan tuntutan pasar kerja. "Kami ingin lulusan UNM tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga punya daya saing tinggi dan siap berkontribusi nyata sejak hari pertama bekerja," tegasnya, menunjukkan komitmen UNM terhadap kualitas lulusan yang tak perlu diragukan lagi.
Kolaborasi Strategis: Jembatan Emas UNM dan Industri
Penjajakan kerja sama antara UNM dan PT Nawatech ini tidak berhenti sampai di program magang saja. Faisal juga mengungkapkan bahwa proses kolaborasi yang lebih luas sedang disiapkan secara bertahap. Tujuannya jelas: membuka lebih banyak peluang pengembangan kompetensi mahasiswa, serta mendorong riset dan inovasi bersama yang bisa membawa dampak positif bagi masyarakat.
Diharapkan, kerja sama strategis ini akan segera dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) resmi. Ini akan menjadi fondasi yang kokoh untuk kolaborasi jangka panjang, bukan hanya dalam bentuk magang, tetapi juga proyek penelitian bersama, pengembangan kurikulum yang relevan, hingga pertukaran ahli dan dosen tamu. Bayangkan potensi inovasi yang bisa lahir dari sinergi kampus dan industri teknologi terkemuka ini!
Masa Depan Cerah: UNM Siap Cetak Generasi Digital Unggul
Melalui serangkaian langkah strategis ini, Universitas Nusa Mandiri dengan tegas menunjukkan komitmennya. Mereka tidak hanya ingin mencetak lulusan, tetapi talenta digital unggul yang siap bersaing dan menjadi pemimpin di era transformasi teknologi. Ini adalah investasi UNM untuk masa depan Indonesia, memastikan negara ini memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di bidang digital.
Keberhasilan mahasiswa Sains Data UNM di PT Nawatech adalah bukti nyata bahwa pendidikan yang relevan dan pengalaman praktis adalah kunci utama. Ini bukan hanya tentang UNM, tetapi juga tentang bagaimana perguruan tinggi di Indonesia bisa beradaptasi dan berkolaborasi dengan industri untuk menghasilkan sumber daya manusia yang benar-benar dibutuhkan pasar. Jadi, buat kamu yang bercita-cita jadi talenta digital dan ingin langsung dilirik perusahaan top, UNM bisa jadi pilihan yang sangat tepat untuk meniti karir gemilang!


















