Pernahkah kamu merasa buntu saat harus menentukan topik penelitian untuk tesis S2? Memilih topik yang tepat seringkali menjadi tantangan terbesar bagi mahasiswa pascasarjana. Di tengah lautan informasi dan tuntutan inovasi, menemukan arah riset yang relevan, berdampak, dan punya nilai kebaruan bukanlah perkara mudah.
Bagi sebagian mahasiswa, proses ini bahkan bisa memicu stres dan menunda kelulusan. Kekhawatiran akan topik yang sudah usang, kurangnya data, atau tidak memiliki kontribusi signifikan seringkali menghantui. Padahal, topik tesis adalah fondasi utama yang akan menentukan arah dan kualitas seluruh perjalanan risetmu.
The Core Problem: Dilema Mahasiswa S2 dalam Memilih Topik Tesis
Setiap mahasiswa S2 pasti mendambakan riset yang tidak hanya sekadar memenuhi syarat kelulusan. Mereka ingin menghasilkan karya ilmiah yang bisa dibanggakan, memberikan solusi nyata, dan bahkan membuka peluang karier di masa depan. Namun, realitanya, banyak yang terjebak dalam siklus kebingungan.
Memilih topik tesis yang relevan di era digital ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang tren teknologi, kebutuhan industri, dan isu-isu global. Tanpa strategi yang kuat, mahasiswa bisa tersesat dalam topik yang terlalu luas, terlalu sempit, atau bahkan tidak memiliki urgensi sama sekali. Ini adalah dilema klasik yang seringkali dihadapi.
Workshop Eksklusif UNM: Kunci Menuju Riset Berdampak
Menyadari urgensi tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis mengambil langkah proaktif. Melalui Program Studi Magister Ilmu Komputer, UNM sukses menyelenggarakan Workshop Strategi Menentukan Tren Topik Penelitian. Acara ini secara spesifik mengangkat subtema "Strategi Memilih Topik Tesis yang Relevan dan Berdampak dalam Bidang Komputasi Cerdas."
Workshop daring yang digelar pada Sabtu, 26 Oktober 2025 ini menjadi angin segar bagi para mahasiswa. Tujuannya jelas, yaitu membekali mereka dengan peta jalan yang kuat dalam merancang penelitian. Dengan demikian, setiap tesis yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga tepat sasaran dan memberikan kontribusi nyata.
Membongkar Rahasia Relevansi dan Kebaruan Topik
Narasumber utama dalam workshop ini bukanlah sosok sembarangan. UNM menghadirkan Dr. Dewi Yanti Liliana, Executive Committee IEEE Women in Engineering (WIE) Region Asia Pacific. Kehadirannya memberikan perspektif global dan standar riset internasional yang sangat berharga bagi peserta.
Dr. Dewi Yanti Liliana secara tegas menekankan tiga pilar utama dalam menentukan topik tesis yang unggul. Pertama adalah relevansi, yang berarti topik harus sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan terkini. Kedua adalah kebaruan, memastikan risetmu tidak mengulang apa yang sudah ada.
Ketiga, dan tak kalah penting, adalah kontribusi ilmiah yang signifikan. "Topik tesis yang baik harus memiliki kebaruan, relevansi dengan roadmap riset nasional maupun global, serta memberikan nilai guna bagi masyarakat dan perkembangan ilmu," tegasnya. Ini adalah mantra yang harus dipegang teguh oleh setiap peneliti.
Pernyataan ini bukan hanya sekadar teori, melainkan panduan praktis yang bisa langsung diterapkan. Memilih topik yang sejalan dengan roadmap riset nasional atau global akan memastikan karyamu memiliki dampak yang lebih luas. Selain itu, nilai guna bagi masyarakat adalah indikator bahwa risetmu bukan hanya berhenti di jurnal, tetapi bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
Mengapa Komputasi Cerdas Menjadi Fokus Utama?
Fokus pada "Komputasi Cerdas" dalam workshop ini bukanlah tanpa alasan. Bidang ini merupakan salah satu area paling dinamis dan transformatif di era digital. Meliputi kecerdasan buatan (AI), pembelajaran mesin (Machine Learning), pemrosesan bahasa alami (NLP), hingga robotika, komputasi cerdas menjadi tulang punggung inovasi di berbagai sektor.
Mahasiswa Magister Ilmu Komputer UNM memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pengembangan bidang ini. Dengan bekal strategi yang tepat, mereka bisa mengidentifikasi celah penelitian yang belum terjamah. Hasilnya, tesis mereka tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga prototipe solusi masa depan.
Dari Ide Mentah Hingga Draf Awal: Proses Interaktif yang Mencerahkan
Workshop ini dirancang untuk tidak hanya memberikan ceramah, tetapi juga pengalaman praktis. Mahasiswa berkesempatan mempelajari peta riset terkini di bidang komputasi cerdas, memahami arah tren, dan mengidentifikasi area yang menjanjikan. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan topik yang dipilih memiliki fondasi yang kuat.
Bagian paling menarik adalah sesi penyusunan draf awal topik penelitian. Peserta diajak untuk langsung mengaplikasikan teori yang didapat, menyusun ide sesuai minat dan potensi mereka. Antusiasme peserta terlihat jelas dari diskusi interaktif yang hidup dan sesi klinikal yang memberikan umpan balik langsung terhadap ide penelitian mereka.
Sesi klinikal ini menjadi jembatan antara ide mentah dan konsep penelitian yang lebih matang. Para ahli memberikan masukan konstruktif, membantu mahasiswa menyempurnakan proposal mereka. Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan panduan personal dari pakar di bidangnya, meminimalkan risiko kesalahan sejak awal.
Visi UNM: Mencetak Peneliti Berdampak Global
Prof. Dr. Agus Subekti, Ketua Program Studi Magister Ilmu Komputer, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian integral dari komitmen UNM. "Kami ingin mahasiswa tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga menghasilkan penelitian yang memberikan solusi dan berdampak bagi perkembangan teknologi maupun masyarakat," ujarnya. Ini menunjukkan visi UNM yang jauh ke depan.
UNM tidak hanya ingin melahirkan lulusan, tetapi juga inovator dan pemecah masalah. Setiap tesis diharapkan menjadi kontribusi nyata yang mendorong kemajuan teknologi dan memberikan manfaat sosial. Ini sejalan dengan identitas UNM sebagai Kampus Digital Bisnis yang berorientasi pada inovasi dan aplikasi praktis.
Senada dengan itu, Sekretaris Program Studi, Eni Heni Hermaliani, turut mengapresiasi partisipasi aktif mahasiswa. Ia berharap workshop ini menjadi langkah awal dalam lahirnya riset-riset inovatif dari mahasiswa UNM. Semangat kolaborasi dan eksplorasi riset sangat terasa dalam setiap sesi.
Workshop diakhiri dengan sesi dokumentasi dan pengisian presensi daring, menandai suksesnya acara ini. Namun, dampaknya diharapkan akan terus terasa dalam jangka panjang. Ini adalah investasi UNM dalam kualitas riset dan masa depan mahasiswanya.
Siap Menjadi Inovator Masa Depan?
Melalui kegiatan akademik yang berkelanjutan seperti ini, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis memastikan mahasiswa Magister Ilmu Komputer semakin siap berkontribusi. Mereka dibekali untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan, dan berdaya saing global. Ini adalah janji UNM untuk mencetak talenta digital yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Jadi, jika kamu adalah mahasiswa S2 yang sedang berjuang mencari topik tesis, ingatlah bahwa strategi adalah kuncinya. Dengan panduan yang tepat dan semangat inovasi, risetmu tidak akan lagi buntu. Justru, ia akan menjadi mercusuar yang menerangi jalan menuju penemuan dan solusi baru di era digital yang terus berkembang.


















