Di tengah gempuran era digital, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seringkali kesulitan bersaing. Namun, para dosen Program Studi (Prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) hadir membawa angin segar, membuktikan bahwa transformasi digital bukanlah hal yang mustahil bagi pelaku usaha kecil. Mereka berkomitmen penuh mendorong UMKM beradaptasi dengan teknologi, membuka gerbang peluang pasar yang lebih luas.
Inisiatif luar biasa ini terwujud melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengelolaan dan pengembangan website SahabatGTI.com. Platform ini bukan sekadar website biasa, melainkan jembatan digital yang dirancang khusus untuk mengangkat potensi UMKM lokal ke level berikutnya.
Revolusi Digital di Tangan Dosen UNM: Lebih dari Sekadar Website
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Program Hibah Pendanaan DPPM 2025, yang sebelumnya sukses membangun fondasi website SahabatGTI.com. Kini, tim dosen Prodi Bisnis Digital yang beranggotakan Lia Mazia, Widi Astuti, dan Ida Zuniarti, tak berhenti di situ. Mereka terus bergerak aktif, memastikan website tersebut selalu relevan dan bermanfaat.
Mereka tak hanya memperbarui konten secara berkala, tetapi juga memberikan pelatihan intensif pengelolaan website kepada para mitra UMKM. Tak ketinggalan, pendampingan digital marketing menjadi kunci utama agar UMKM mampu mengelola platform mereka secara mandiri dan berkelanjutan di masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian digital.
Rahasia di Balik Layar: Strategi Jitu Mengelola Bisnis Online
Lia Mazia, selaku Kepala Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata tanggung jawab akademik. Pihaknya tidak hanya berfokus pada aspek teknis pembuatan website, melainkan pada pemberdayaan menyeluruh. Tujuannya agar pelaku UMKM benar-benar bisa mengelola dan mengembangkan bisnis mereka secara digital.
"Pendampingan ini kami rancang agar mereka memahami strategi promosi online yang efektif, mampu melakukan analisis penjualan, hingga mahir dalam manajemen konten digital," jelas Lia. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan ini, keberlanjutan usaha UMKM dapat terjaga dengan baik, bahkan setelah program hibah selesai. Ini adalah bekal berharga untuk menghadapi tantangan pasar modern.
Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari cara membuat deskripsi produk yang menarik, mengoptimalkan penggunaan kata kunci (SEO) agar mudah ditemukan di mesin pencari, hingga memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi tambahan. Mereka diajarkan bagaimana membaca data penjualan, mengidentifikasi tren pasar, dan membuat keputusan bisnis berbasis data. Kemampuan ini sangat vital untuk pertumbuhan bisnis di era digital.
UNM: Kampus Digital Bisnis, Pencetak Inovator Sejati
Lia menambahkan, inisiatif ini sangat selaras dengan visi dan semangat UNM sebagai Kampus Digital Bisnis. Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen untuk melahirkan inovasi dan solusi berbasis teknologi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Ini adalah bagian dari DNA kampus.
"Kami ingin para dosen dan mahasiswa berperan aktif sebagai penggerak transformasi digital di sektor riil," tegas Lia. Ia juga menyoroti peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, di mana digitalisasi menjadi kunci utama untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing mereka di kancah yang lebih luas. UNM percaya bahwa pendidikan tinggi harus relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mendorong implementasi praktis. Program pengabdian masyarakat ini menjadi wadah ideal bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka miliki, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi bangsa. Ini adalah ekosistem pembelajaran yang holistik.
SahabatGTI.com: Jembatan UMKM Menuju Pasar Global
Kini, website SahabatGTI.com telah bertransformasi menjadi wadah promosi digital yang powerful bagi para pelaku UMKM binaan. Berbagai produk unggulan dapat ditampilkan di sini, mulai dari aneka makanan olahan yang menggugah selera, kerajinan tangan unik dengan nilai seni tinggi, hingga layanan kreatif yang inovatif. Ini adalah etalase digital yang selalu terbuka.
Lebih dari sekadar platform promosi, SahabatGTI.com juga berfungsi sebagai media kolaborasi dan komunikasi yang efektif antar pelaku UMKM yang tergabung dalam komunitas Sahabat GTI. Mereka bisa saling berbagi pengalaman, bertukar ide, bahkan menjalin kemitraan baru. Ini menciptakan ekosistem bisnis yang saling mendukung dan menguatkan.
Nining Suminar, Ketua Komunitas Sahabat GTI, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas kontribusi tim dosen UNM. "Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen Prodi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri yang telah mendampingi kami sejak awal," ujarnya dengan antusias. Ia mengakui bahwa website ini benar-benar menjadi game-changer.
"Website ini benar-benar membantu kami memperluas jangkauan promosi dan memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas yang sebelumnya sulit kami jangkau," tambah Nining. Pengakuan ini menjadi bukti nyata bahwa pendampingan yang diberikan UNM bukan sekadar teori, melainkan memberikan dampak positif yang konkret dan terukur.
Dampak Nyata dan Harapan Masa Depan: Sinergi Akademisi dan Pelaku Usaha
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kolaborasi antara dunia akademik dan dunia usaha diharapkan akan terus terjalin erat dan semakin kuat. Ini adalah model sinergi yang ideal, di mana pengetahuan dan inovasi dari perguruan tinggi bertemu langsung dengan kebutuhan riil di lapangan.
Pendampingan yang diberikan oleh dosen UNM menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial. Mereka tidak hanya fokus pada aspek pendidikan formal, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan percepatan digitalisasi bisnis di seluruh pelosok Indonesia. Ini adalah investasi cerdas untuk masa depan bangsa.
Harapannya, program semacam ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk mendukung UMKM. Dengan digitalisasi yang merata, UMKM Indonesia tidak hanya akan bertahan, tetapi juga berkembang pesat, menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh dan berdaya saing global. Masa depan UMKM yang cerah ada di tangan kita semua.


















