Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi Indonesia, khususnya di bidang teknologi informasi dan keamanan siber. Luffi Idris Setiawan, seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi dari Cyber University, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Sertifikasi Kompetensi Nasional sebagai Junior Cyber Security. Pencapaian ini bukan hanya kebanggaan pribadi Luffi, tetapi juga menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di Cyber University, yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia.
Jejak Prestasi Luffi: Dari Kampus Menuju Garda Depan Keamanan Siber
Sertifikasi prestisius ini diraih Luffi melalui Program Vocational School Graduate Academy (VSGA), sebuah inisiatif penting yang merupakan bagian dari Digital Talent Scholarship (DTS). Program DTS sendiri diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi terkemuka, termasuk Cyber University (Universitas Siber Indonesia). Ini menunjukkan komitmen pemerintah dan institusi pendidikan dalam mencetak talenta digital yang siap bersaing di kancah nasional maupun global.
Penyerahan sertifikat kompetensi kepada Luffi dilakukan dalam sebuah seremoni resmi pada Senin, 10 November 2025, bertempat di Aula Cyber University. Momen ini menjadi penanda bahwa Luffi kini secara resmi diakui memiliki kompetensi standar nasional di bidang keamanan siber, sebuah bidang yang krusial di era digital saat ini. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Cyber University sebagai pionir dalam menghasilkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Mengapa Sertifikasi Ini Penting? Pengakuan Kompetensi di Era Digital
Sertifikasi Junior Cyber Security yang diraih Luffi bukanlah sekadar selembar kertas. Ini adalah pengakuan resmi atas seperangkat keterampilan dan pengetahuan mendalam yang dimilikinya dalam menjaga keamanan sistem digital. Kompetensi yang diakui mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kemampuan deteksi ancaman digital yang semakin canggih, penerapan sistem keamanan jaringan yang kokoh, hingga analisis kerentanan sistem informasi untuk mencegah serangan siber.
Di tengah maraknya kejahatan siber dan ancaman digital yang terus berevolusi, memiliki individu dengan sertifikasi kompetensi nasional seperti Luffi menjadi sangat vital. Sertifikasi ini memastikan bahwa para profesional keamanan siber memiliki standar keahlian yang teruji dan diakui, sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap data dan sistem digital. Ini juga membuktikan bahwa kurikulum berbasis kompetensi yang diterapkan di Prodi Teknologi Informasi Cyber University sangat efektif dan relevan.
Kurikulum Inovatif Cyber University: Cetak Talenta Digital Unggul
Pencapaian Luffi adalah cerminan langsung dari keberhasilan implementasi kurikulum berbasis kompetensi di Prodi Teknologi Informasi Cyber University. Kurikulum ini dirancang tidak hanya untuk membekali mahasiswa dengan teori-teori dasar, tetapi juga sangat menekankan pada praktik langsung dan kesiapan kerja. Mahasiswa didorong untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam skenario dunia nyata, mempersiapkan mereka untuk tantangan industri yang sesungguhnya.
Program VSGA, yang diikuti Luffi, menjadi jembatan penting dalam proses ini. Dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas lulusan Perguruan Tinggi, VSGA memastikan bahwa para peserta memiliki keterampilan yang diakui secara nasional dan sangat relevan dengan kebutuhan industri teknologi saat ini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan talenta digital Indonesia, memastikan mereka tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga terampil secara praktis.
Apresiasi dan Harapan dari Pimpinan Prodi
Dicky Hariyanto, Ketua Prodi Teknologi Informasi Cyber University, menyampaikan apresiasi yang tinggi dan rasa bangganya atas prestasi Luffi. Menurutnya, sertifikasi ini bukan hanya bukti kemampuan individu Luffi yang luar biasa, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa Cyber University memiliki daya saing yang kuat di level nasional. Ini adalah validasi atas kerja keras seluruh civitas akademika dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas.
"Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan berkontribusi dalam penguatan keamanan siber di Indonesia," ujar Dicky Hariyanto dalam rilis yang diterima pada Kamis, 13 November 2025. Harapan ini mencerminkan visi Cyber University untuk tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga agen perubahan yang akan menjaga kedaulatan digital bangsa.
Komitmen Cyber University: Membangun Masa Depan Keamanan Siber Indonesia
Keberhasilan Luffi Idris Setiawan meraih sertifikasi Junior Cyber Security ini menegaskan kembali komitmen Cyber University dalam mendukung pengembangan talenta digital yang kompeten dan siap bersaing di era digital. Sebagai The First Fintech University, Cyber University memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teknologi informasi, tetapi juga mampu mengamankan ekosistem keuangan digital yang terus berkembang pesat.
Dengan terus menghasilkan lulusan-lulusan berprestasi seperti Luffi, Cyber University berkontribusi aktif dalam membangun benteng pertahanan digital Indonesia. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, inovatif, dan inklusif. Prestasi Luffi adalah secercah harapan bahwa masa depan keamanan siber Indonesia berada di tangan generasi muda yang kompeten dan berdedikasi.


















