banner 728x250

Keren! Mahasiswa Cyber University Bikin ‘Negeri di Atas Awan’ Melek Digital & Ekonomi, Raih Hibah Ratusan Juta!

Mahasiswa Cyber University didampingi dosen melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat di kebun.
Mahasiswa Cyber University beraksi di Desa Citorek Sabrang, Lebak, Banten.
banner 120x600
banner 468x60

Kabar gembira datang dari dunia pendidikan tinggi Indonesia. Tim Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cyber University berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih hibah program Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dedikasi dan inovasi para mahasiswa serta dosen pembimbing mereka.

Program inovatif ini dibimbing langsung oleh Neneng Rachmalia Feta, seorang figur inspiratif yang menjabat sebagai Ketua Program Studi (Prodi) Sistem dan Teknologi Informasi di Cyber University. Di bawah arahannya, para mahasiswa siap membawa perubahan signifikan bagi masyarakat. Mereka akan beraksi di Desa Citorek Sabrang, sebuah permata tersembunyi di Kabupaten Lebak, Banten, yang dikenal luas sebagai ‘Negeri di Atas Awan’.

banner 325x300

Mengukir Jejak Inovasi: Program "Membangun Asa di Negeri Awan"

Program yang diusung oleh BEM Cyber University ini diberi nama yang sangat puitis dan penuh harapan: "Membangun Asa di Negeri Awan: Integrasi Teknologi Pertanian Organik dan Ekowisata Kreatif sebagai Modal Pemberdayaan Ekonomi di Desa Citorek Sabrang". Nama ini bukan sekadar label, melainkan cerminan dari visi besar untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Inti dari program ini adalah mengintegrasikan dua sektor vital, yaitu pertanian organik dan ekowisata kreatif, dengan sentuhan teknologi digital. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan produktivitas pertanian, menciptakan produk olahan bernilai tambah, sekaligus mengembangkan potensi wisata Desa Citorek Sabrang yang begitu memukau. Ini adalah langkah strategis untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat secara holistik.

Peran Vital Sang Pembimbing: Neneng Rachmalia Feta

Di balik kesuksesan tim mahasiswa ini, ada sosok Neneng Rachmalia Feta yang berperan sangat krusial. Sebagai Ketua Prodi Sistem dan Teknologi Informasi, ia tidak hanya memberikan bimbingan teoritis, tetapi juga terlibat aktif di setiap tahapan program. Dedikasinya terlihat jelas dari awal hingga akhir.

Feta terlibat langsung dalam survei lokasi, berkoordinasi intensif dengan perangkat desa, hingga merumuskan strategi implementasi program. Kehadirannya memastikan setiap langkah yang diambil berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat. Ini adalah contoh nyata kolaborasi apik antara akademisi, mahasiswa, dan komunitas lokal.

Transformasi Digital untuk Pertanian Berkelanjutan

Salah satu pilar utama program ini adalah membawa Desa Citorek Sabrang menuju era digital, khususnya di sektor pertanian. Tim akan membangun sebuah website profil desa berbasis digital yang tidak hanya berfungsi sebagai etalase informasi, tetapi juga sebagai platform promosi produk lokal dan potensi wisata. Ini akan membuka gerbang desa ke pasar yang lebih luas.

Selain itu, para petani di Desa Citorek Sabrang akan mendapatkan pelatihan intensif mengenai pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati. Pelatihan ini bukan hanya sekadar transfer ilmu, melainkan upaya nyata untuk mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan begitu, produk pertanian mereka akan lebih sehat, berkualitas, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Inisiatif ini diharapkan dapat mengubah cara pandang petani tradisional menuju metode yang lebih modern dan efisien. Dari hulu ke hilir, mulai dari proses penanaman hingga pasca-panen, sentuhan teknologi dan pengetahuan baru akan meningkatkan efisiensi dan profitabilitas. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan pertanian desa.

Ekowisata Kreatif: Menjelajah Potensi "Negeri di Atas Awan"

Desa Citorek Sabrang, dengan julukan ‘Negeri di Atas Awan’, memang memiliki daya tarik alam yang luar biasa. Pemandangan perbukitan yang diselimuti kabut tebal di pagi hari, udara segar, dan kearifan lokal yang masih terjaga, adalah aset tak ternilai. Program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi ekowisata tersebut secara kreatif dan berkelanjutan.

Tim akan membantu mengembangkan destinasi wisata baru yang berbasis pada kearifan lokal, menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung. Bayangkan saja, wisatawan bisa menikmati keindahan alam sambil belajar tentang budaya dan tradisi masyarakat setempat. Ini akan menciptakan pengalaman yang otentik dan tak terlupakan.

Untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, promosi digital melalui media sosial akan menjadi ujung tombak. Dengan strategi pemasaran yang tepat, keindahan ‘Negeri di Atas Awan’ akan dikenal hingga ke pelosok negeri, bahkan mancanegara. Ini akan menarik lebih banyak wisatawan, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda perekonomian desa.

Lebih dari Sekadar Angka: Dampak Nyata Anggaran Ratusan Juta

Program ambisius ini didukung oleh anggaran yang tidak main-main, yaitu lebih dari Rp 100 juta. Dana sebesar ini akan dialokasikan secara cermat untuk berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan infrastruktur digital, pengadaan bahan pelatihan, hingga pengembangan fasilitas pendukung ekowisata. Setiap rupiah yang dikeluarkan adalah investasi untuk masa depan Desa Citorek Sabrang.

Anggaran ini bukan hanya sekadar angka, melainkan representasi dari peluang dan harapan baru bagi warga desa. Dengan adanya program ini, potensi ekonomi lokal akan terangkat, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan. Ini adalah dorongan besar menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Komitmen Cyber University: Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi

Keberhasilan BEM Cyber University Jakarta dalam memperoleh hibah nasional ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga cerminan dari komitmen institusi. Sebagai "The First Fintech University in Indonesia," Cyber University secara konsisten menunjukkan dedikasinya dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Proyek ini membuktikan bahwa Cyber University tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi finansial, tetapi juga pada penerapan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan masyarakat luas. Kualitas mahasiswa dan dedikasi dosen pembimbing menjadi fondasi kuat yang memungkinkan terlaksananya program-program inovatif seperti ini. Ini adalah bukti nyata bahwa kampus ini melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan berdampak.

Inspirasi dari Kolaborasi dan Dedikasi

Program "Membangun Asa di Negeri Awan" adalah kisah inspiratif tentang bagaimana kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan. Dari sebuah ide di bangku kuliah, kini menjadi kenyataan yang akan mengubah wajah sebuah desa. Ini adalah pelajaran berharga tentang kekuatan sinergi.

Neneng Rachmalia Feta mengungkapkan harapannya, "Pendampingan ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam memajukan desa dan memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Saya berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi perekonomian warga dan membuka peluang lapangan kerja baru." Sebuah harapan yang tulus dan menjadi motivasi bagi semua pihak yang terlibat.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Cyber University, tetapi juga menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Desa Citorek Sabrang, ‘Negeri di Atas Awan’, kini siap menyongsong masa depan yang lebih cerah, berkat sentuhan teknologi dan semangat pemberdayaan dari generasi muda.

banner 325x300