Pernah membayangkan guru PAUD kini bisa menciptakan media pembelajaran interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI)? Jika belum, bersiaplah untuk takjub! Universitas Islam Bandung (UNISBA) melalui Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah membuka jalan baru bagi para pendidik anak usia dini di Kecamatan Andir.
Mereka menyelenggarakan sebuah lokakarya inovatif bertajuk ‘Pemberdayaan Kompetensi Guru PAUD Non Formal Melalui Media Pembelajaran Digital Berbasis Artificial Intelligence’. Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah lompatan besar menuju masa depan pendidikan anak.
Revolusi Pembelajaran di Kelas PAUD
Di era serba digital ini, anak-anak sudah akrab dengan gawai sejak usia sangat dini. Tantangan bagi guru PAUD adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi ini secara positif dan edukatif, bukan sekadar membiarkan mereka terpapar tanpa arahan. UNISBA hadir dengan solusi cerdas.
Program yang didanai oleh hibah Kemdiktisaintek tahun 2025 ini melibatkan 20 guru PAUD nonformal dari berbagai mitra seperti HIMPAUDI, IGTKI, IGRA, dan FKPQ. Mereka semua berkumpul di TK Maria Bintang Laut pada Sabtu, 13 September 2025, siap menyerap ilmu baru.
Tak hanya tim PKM, mahasiswa Fikom dan PG PAUD Unisba juga turut serta sebagai fasilitator. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen UNISBA untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Mengapa AI Penting untuk Guru PAUD?
Lokakarya ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi digital para pendidik. Tujuannya jelas: agar mereka mampu merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran interaktif berbasis permainan edukatif. Semua disesuaikan dengan pendekatan bermain dan tahap perkembangan anak usia dini.
Para peserta diajak langsung praktik membuat desain game edukatif kontekstual menggunakan PowerPoint. Bayangkan, guru-guru kini bisa menciptakan puzzle interaktif, ensiklopedia visual, hingga permainan berbasis tema karakter anak usia dini yang menarik.
Hebatnya lagi, platform AI dimanfaatkan untuk memudahkan guru dalam menyiapkan aset pembuatan game edukatif tersebut. Ini bukan hanya mempercepat proses, tapi juga membuka kreativitas tanpa batas bagi para pendidik.
Sesi kegiatan diisi dengan diskusi kelompok yang interaktif, pendampingan intensif dalam pembuatan media, serta presentasi karya dari setiap peserta. Hasilnya? Media pembelajaran yang dirancang diharapkan dapat digunakan tanpa bergantung pada koneksi internet tinggi, menjadikannya sangat adaptif di berbagai kondisi sekolah.
Lebih dari Sekadar Skill Teknis: Membangun Kepercayaan Diri dan Inovasi
Sophia Novita, Ketua Tim PKM UNISBA, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis. Lebih dari itu, lokakarya ini bertujuan membangun kepercayaan diri guru dalam berinovasi.
"Kami berharap setelah kegiatan ini para guru dapat lebih percaya diri dan mandiri dalam mengembangkan media pembelajaran digital," ujarnya penuh harap. Dengan begitu, pembelajaran di PAUD nonformal tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
Sophia menambahkan, "Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di lingkungan kita." Visi ini menunjukkan bahwa UNISBA tidak hanya ingin memberikan pelatihan, tetapi juga dampak jangka panjang.
Apresiasi dari Pemerintah Setempat: Sinergi untuk Pendidikan Berkualitas
Inisiatif UNISBA ini tentu saja mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah setempat. Ani Meliani, selaku Bunda PAUD Kecamatan Andir, mengungkapkan harapannya agar ilmu yang diperoleh para guru dapat ditularkan kembali kepada rekan-rekan pendidik lainnya.
"Mudah-mudahan, pembelajaran ini dapat diserap oleh para peserta agar ilmunya bisa disalurkan kembali," ungkapnya. Semangat berbagi ilmu ini menjadi kunci untuk menciptakan efek domino positif di seluruh komunitas PAUD.
Sementara itu, Camat Kecamatan Andir, Jon Heri, menekankan pentingnya peran guru dalam mendampingi generasi yang sudah akrab dengan teknologi sejak usia dini. Ia menyoroti bahwa proses pembelajaran saat ini berlangsung di tengah kemajuan digital yang pesat.
"Anak-anak usia lima tahun ke bawah sudah mulai melek teknologi," kata Jon Heri. "Tugas guru PAUD adalah membimbing anak-anak agar menggunakan teknologi secara tepat, sehat, dan edukatif." Sebuah pengingat penting akan tanggung jawab besar para pendidik di era digital.
Mencetak ‘Teacherpreneur’ dan Ekosistem Pembelajaran Berkelanjutan
Program ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Lebih jauh, UNISBA mendorong terbentuknya ekosistem pembelajaran digital berkelanjutan di lingkungan PAUD nonformal. Ini adalah visi besar yang melampaui batas-batas kelas.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi digital mereka. Namun juga membuka peluang ‘teacherpreneurship’ sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi pendidik. Bayangkan, guru-guru bisa menciptakan dan menjual media pembelajaran digital buatan mereka sendiri!
Resmisari Dewi, Ketua Pokja Bunda PAUD Kecamatan Andir, sangat antusias dengan kerja sama ini. "Semoga ke depannya kami masih bisa bermitra dengan Tim PKM Unisba dengan kegiatan yang lain yang lebih bermanfaat," harapnya.
Inisiatif UNISBA ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan anak usia dini bisa terus berinovasi. Dengan membekali guru PAUD dengan kompetensi digital dan AI, kita tidak hanya menyiapkan mereka untuk tantangan masa depan, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih kaya, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak. Masa depan pendidikan PAUD yang cerah kini ada di tangan para guru yang berani berinovasi!


















