Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kembali menorehkan prestasi gemilang yang patut diacungi jempol. Tim dosen yang dipimpin oleh Dr. Agus Syukur berhasil lolos seleksi Buku Tematik Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Smart Village Tahun 2025. Ini bukan sekadar pencapaian biasa, melainkan langkah konkret menuju transformasi ekonomi digital yang inklusif di Indonesia.
Prestasi membanggakan ini diumumkan secara resmi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III pada 8 September 2025. Artikel inovatif dari tim Dr. Agus Syukur berjudul "Digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bekasi sebagai Langkah Nyata Menuju Smart Economy Village yang Inklusif" menjadi sorotan utama. Tentu saja, ini adalah kabar baik bagi masa depan UMKM di Kota Bekasi.
Mengapa Program Smart Village Begitu Penting?
Program Buku Tematik PKM Smart Village adalah inisiatif strategis yang dirancang untuk mendorong berbagai praktik baik, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Fokus utamanya adalah pemanfaatan teknologi digital, peningkatan ekonomi yang inklusif, serta pelestarian dan pemanfaatan kearifan lokal. Bayangkan saja, desa-desa di Indonesia bisa lebih maju dan berdaya saing global berkat sentuhan teknologi.
Konsep Smart Village sendiri mengacu pada pengembangan desa yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas hidup penduduknya. Ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemerintahan yang efisien, ekonomi yang inovatif, lingkungan yang berkelanjutan, hingga partisipasi masyarakat yang aktif. Dengan kata lain, Smart Village adalah masa depan desa yang lebih cerdas dan mandiri.
Digitalisasi UMKM: Kunci Menuju Smart Economy Village
Artikel karya Dr. Agus Syukur dan timnya secara spesifik menyoroti betapa krusialnya digitalisasi dalam meningkatkan daya saing dan ketahanan UMKM. Di era industri 4.0 yang serba cepat ini, UMKM tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Mereka harus beradaptasi, dan digitalisasi adalah jawabannya.
Digitalisasi UMKM berarti memanfaatkan berbagai platform dan teknologi digital untuk operasional bisnis. Mulai dari pemasaran online melalui media sosial dan e-commerce, manajemen keuangan berbasis aplikasi, hingga penggunaan sistem pembayaran digital. Semua ini bertujuan agar UMKM mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan beroperasi lebih efisien.
Tantangan dan Peluang UMKM di Era Digital
UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, menyumbang sebagian besar PDB dan menciptakan lapangan kerja. Namun, mereka seringkali menghadapi tantangan besar, seperti keterbatasan modal, akses pasar yang sempit, dan kurangnya pemahaman teknologi. Digitalisasi hadir sebagai solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan ini.
Dengan digitalisasi, UMKM bisa memperluas jangkauan pasar mereka dari lokal menjadi nasional, bahkan internasional. Mereka dapat memanfaatkan media sosial untuk promosi yang efektif dan murah, serta platform e-commerce untuk menjual produk tanpa perlu toko fisik. Ini membuka peluang ekonomi baru yang sebelumnya sulit dijangkau.
Bekasi Menuju Smart Economy Village yang Inklusif
Fokus penelitian tim UNM pada UMKM di Kota Bekasi sangat relevan. Kota Bekasi, dengan populasi yang padat dan aktivitas ekonomi yang dinamis, memiliki potensi besar untuk mengembangkan Smart Economy Village. Konsep ini menekankan pada pembangunan ekonomi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga inklusif, artinya semua lapisan masyarakat, termasuk UMKM kecil, bisa merasakan manfaatnya.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM di Bekasi diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Mereka tidak hanya menjadi bagian dari ekosistem Smart Economy Village yang berkelanjutan, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Ini berarti lebih banyak lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan yang lebih merata bagi warga Bekasi.
Dampak Nyata Inovasi Dosen UNM
Karya inovatif ini menegaskan bahwa penerapan teknologi bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang menciptakan keadilan ekonomi. Digitalisasi dapat membuka peluang ekonomi baru, memperluas akses pasar digital, dan pada akhirnya, mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih merata. Ini adalah visi besar yang ingin diwujudkan oleh UNM.
Dengan adanya panduan dari buku tematik ini, UMKM di Bekasi bisa mendapatkan peta jalan yang jelas untuk bertransformasi. Mereka akan dibimbing untuk memahami bagaimana teknologi dapat menjadi alat yang ampuh untuk mengembangkan bisnis mereka, bukan sekadar pelengkap. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan ekonomi yang lebih baik.
Komitmen UNM dalam Tridarma Perguruan Tinggi
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNM, Andi Saryoko, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Menurutnya, prestasi ini adalah bukti nyata semangat dosen Universitas Nusa Mandiri dalam mengembangkan karya pengabdian yang inovatif, relevan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Ini bukan hanya tentang penelitian, tetapi juga tentang aksi nyata.
"Capaian ini menjadi bukti nyata semangat dosen Universitas Nusa Mandiri dalam mengembangkan karya pengabdian yang inovatif, relevan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Andi Saryoko dalam rilis yang diterima pada Ahad (2/11/2025). Ia menambahkan bahwa pencapaian ini sejalan dengan komitmen UNM dalam memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Mendorong Inovasi dan Kontribusi Terbaik
Tridarma Perguruan Tinggi mencakup tiga pilar utama: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keberhasilan tim Dr. Agus Syukur ini menunjukkan bahwa UNM tidak hanya fokus pada pengajaran di kelas, tetapi juga aktif berkontribusi melalui penelitian yang relevan dan pengabdian yang berdampak langsung pada masyarakat. Terlebih lagi, semua ini dilakukan dengan basis riset dan transformasi digital.
"Kami berharap keberhasilan ini mampu menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lain untuk terus berkarya, menulis, dan turut membangun masyarakat digital yang berdaya dan inklusif," lanjut Andi. Ini adalah ajakan bagi seluruh sivitas akademika UNM untuk tidak berhenti berinovasi dan terus memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Masa Depan UMKM di Era Digital Bersama UNM
Dengan lolosnya artikel tersebut dalam Buku Tematik PKM Smart Village 2025, UNM semakin mempertegas kiprahnya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong pengembangan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi langsung berdampak pada kehidupan nyata.
"Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat sivitas akademika Universitas Nusa Mandiri untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa," pungkas Andi Saryoko. Ini adalah langkah awal yang menjanjikan bagi UNM dan UMKM di Kota Bekasi, menuju masa depan yang lebih cerah dan digital.


















