banner 728x250

Gebrak Dunia Riset! Mahasiswa UNM & BRIN Bersatu, Pakai AI untuk Bongkar Rahasia Ikan di Laut Indonesia

gebrak dunia riset mahasiswa unm brin bersatu pakai ai untuk bongkar rahasia ikan di laut indonesia portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui Program Studi (Prodi) Sains Data terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat penerapan Internship Experience Program (IEP) 3+1. Kali ini, UNM memperluas jejaring dan kolaborasi riset dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebuah langkah strategis yang siap mengubah cara kita memahami kekayaan laut Indonesia.

Kunjungan monumental ini terjadi di Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Cibinong, Bogor, pada Selasa, 7 Oktober lalu. Momen ini menandai dimulainya babak baru dalam penelitian interdisipliner, memadukan kecanggihan sains data dengan misteri biologi kelautan.

banner 325x300

Mengapa Kolaborasi Ini Penting? Sinergi UNM dan BRIN

Inisiatif kolaborasi ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah manifestasi nyata dari visi UNM sebagai "Kampus Digital Bisnis" yang berambisi menyelaraskan dunia akademik, riset, dan industri. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dan berdampak langsung pada kemajuan bangsa.

Prodi Sains Data UNM, yang dipimpin oleh Kaprodi Tati Mardiana, bersama dosen Taopik Hidayat, tidak datang sendiri. Mereka turut memboyong dua mahasiswa berprestasi, Dewi Rahmawati dan Andita Alizahri, untuk merasakan langsung atmosfer riset di lembaga sekelas BRIN. Kehadiran mahasiswa ini menegaskan bahwa UNM tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pengalaman praktis yang tak ternilai.

Rombongan UNM disambut hangat oleh Prof. Dr. Teguh Peristiwady, seorang peneliti senior dari Kelompok Riset Iktiologi BRIN. Pertemuan ini menjadi titik awal penjajakan kolaborasi riset terapan yang sangat menarik, yaitu perpaduan sains data dan iktiologi—ilmu yang mempelajari ikan—melalui penerapan teknologi computer vision untuk identifikasi dan klasifikasi ikan.

Sains Data dan Iktiologi: Ketika Teknologi Bertemu Keanekaragaman Hayati

Selama ini, identifikasi spesies ikan secara tradisional mengandalkan dua karakter utama: morfometrik (ukuran tubuh ikan) dan meristik (jumlah bagian tubuh seperti sirip, sisik, atau duri). Metode ini memang akurat, namun seringkali memakan waktu, tenaga, dan memerlukan keahlian khusus yang mendalam.

Prof. Teguh menjelaskan bahwa riset terapan di bidang iktiologi kini memerlukan pendekatan lintas disiplin yang lebih modern. Gabungan antara biologi kelautan dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci untuk mengatasi tantangan tersebut. "Teknologi computer vision dapat menjadi alat bantu penting dalam mengidentifikasi ikan berdasarkan karakteristik morfologi yang kompleks," ujarnya.

Bagaimana AI Mengubah Cara Kita Mengenal Ikan?

Dengan pendekatan berbasis AI ini, proses analisis dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan objektif. Bayangkan, sebuah sistem mampu mengenali spesies ikan hanya dari gambar atau video, tanpa perlu intervensi manual yang rumit. Ini adalah lompatan besar dalam konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati laut kita.

Prof. Teguh menambahkan bahwa kedua karakteristik identifikasi ikan—morfometrik dan meristik—yang selama ini menjadi dasar penting dalam membedakan spesies, kini bisa dioptimalkan. "Dengan dukungan teknologi data dan citra digital, analisisnya kini bisa dikembangkan menuju otomatisasi," jelasnya. Ini berarti, AI tidak hanya membantu, tetapi juga berpotensi merevolusi seluruh proses identifikasi.

Penerapan computer vision dalam iktiologi akan memungkinkan para peneliti untuk memproses data visual dalam jumlah besar dengan presisi tinggi. Algoritma AI dapat dilatih untuk mengenali pola-pola unik pada setiap spesies ikan, mulai dari bentuk tubuh, warna, hingga susunan sisik, yang mungkin luput dari pengamatan mata manusia. Hasilnya? Basis data ikan yang lebih komprehensif dan akurat untuk tujuan ilmiah dan konservasi.

Mahasiswa Jadi Garda Terdepan: Pengalaman Nyata Lewat IEP 3+1

Kolaborasi dengan BRIN ini adalah bukti nyata komitmen UNM dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan riset terapan berbasis teknologi. Ini bukan hanya tentang proyek penelitian, tetapi juga tentang memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proyek ilmiah yang berdampak besar bagi masyarakat dan keberlanjutan sumber daya hayati Indonesia.

Kaprodi Sains Data UNM, Tati Mardiana, menegaskan bahwa IEP 3+1 yang diterapkan di UNM menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman profesional di bidang riset dan industri. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kurikulum akademik dan kebutuhan dunia kerja yang dinamis.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa Prodi Sains Data untuk mengasah kemampuan analisis data, memahami peran AI dalam sains terapan, dan berkontribusi dalam riset nasional yang inovatif," tambah Tati. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat, sekaligus membangun jaringan profesional di tingkat nasional.

Salah satu mahasiswa yang turut serta, Dewi Rahmawati, mengaku sangat antusias terhadap peluang riset bersama BRIN ini. "Melalui program IEP, kami bisa belajar langsung dari peneliti profesional dan menerapkan ilmu data untuk riset nyata," ungkap Dewi penuh semangat. Ia berharap dapat berkontribusi secara signifikan, terutama di bidang pengolahan citra dan identifikasi ikan.

Visi Jangka Panjang: Mencetak Inovator Digital untuk Indonesia

Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi UNM dalam memperkuat perannya sebagai Kampus Digital Bisnis. UNM tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berperan aktif dalam inovasi riset multidisiplin yang relevan dengan tantangan zaman. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia.

Melalui sinergi antara sains data dan bioteknologi, UNM berupaya mencetak lulusan unggul yang adaptif terhadap tantangan era digital. Lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan pemikiran inovatif untuk memecahkan masalah kompleks di berbagai sektor, termasuk konservasi lingkungan dan sumber daya alam.

Dampak dari kolaborasi semacam ini akan terasa luas. Selain menghasilkan data dan metode identifikasi ikan yang lebih canggih, proyek ini juga akan menumbuhkan generasi peneliti dan praktisi sains data yang memiliki kesadaran lingkungan tinggi. Mereka adalah agen perubahan yang akan membawa Indonesia menuju pengelolaan sumber daya hayati yang lebih berkelanjutan dan berbasis teknologi.

Pada akhirnya, kerja sama antara UNM dan BRIN ini adalah sebuah cerminan dari semangat kolaborasi dan inovasi yang harus terus digelorakan. Ini adalah bukti bahwa dengan bersinergi, pendidikan tinggi dan lembaga riset nasional dapat menciptakan terobosan yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kita tunggu saja, terobosan apa lagi yang akan lahir dari kolaborasi hebat ini!

banner 325x300