banner 728x250

Dosen UNM Cetak Sejarah! Buku ‘Smart Village’ Lolos Seleksi Nasional, Siap Digitalisasi Desa

dosen unm cetak sejarah buku smart village lolos seleksi nasional siap digitalisasi desa portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia pendidikan tinggi kembali menorehkan prestasi membanggakan, kali ini datang dari Universitas Nusa Mandiri (UNM). Kampus yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis ini baru-baru ini mengumumkan kabar gembira yang berpotensi mengubah wajah desa-desa di Indonesia. Salah satu dosen terbaiknya, Ani Yoraeni, bersama tim risetnya, berhasil lolos seleksi ketat Buku Tematik Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) – Smart Village Tahun 2025.

Ini bukan sekadar buku biasa, melainkan sebuah karya inovatif yang digadang-gadang akan menjadi panduan nasional. Buku ini akan memandu upaya mewujudkan desa-desa cerdas di seluruh pelosok negeri. Keberhasilan monumental ini diumumkan secara resmi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III melalui surat tertanggal 8 September 2025, menandai langkah besar UNM dalam kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

banner 325x300

Menguak Visi di Balik ‘Transformasi Digital Desa Tegalsawah’

Judul buku yang diusulkan oleh Ani Yoraeni dan tim sangat ambisius dan visioner: Transformasi Digital Desa Tegalsawah: Inovasi Pelayanan Publik Menuju Smart Village – Desa Menuju Ekonomi Desa Cerdas Berbasis Inovasi Digital. Pemilihan nama Desa Tegalsawah dalam judul ini menjadi representasi simbolis dari ribuan desa di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk bertransformasi. Ini adalah sebuah cerminan harapan bagi masa depan desa-desa kita.

Buku ini secara mendalam mengupas tuntas bagaimana digitalisasi layanan publik dapat menjadi kunci utama pembangunan. Bukan hanya sekadar efisiensi administratif, tetapi juga sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi desa yang berbasis teknologi mutakhir. Karya ini menawarkan peta jalan komprehensif untuk menciptakan ekosistem desa yang lebih cerdas, transparan, dan berdaya saing di era digital yang serba cepat.

Lebih dari itu, buku ini juga membahas bagaimana inovasi digital dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Mulai dari akses informasi yang lebih baik, layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, hingga peluang ekonomi baru melalui platform digital. Ini adalah upaya nyata untuk menjembatani kesenjangan antara desa dan kota dalam hal akses terhadap teknologi dan informasi.

Inisiatif Strategis LLDIKTI Wilayah III: Membangun Desa Masa Depan

Program Buku Tematik PKM – Smart Village ini sendiri merupakan inisiatif strategis yang digagas oleh LLDIKTI Wilayah III. Tujuannya sangat mulia: mendorong kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan masyarakat untuk memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan. Fokus utamanya adalah pemanfaatan inovasi digital, penerapan teknologi tepat guna, dan pemberdayaan masyarakat lokal agar lebih mandiri.

Naskah-naskah yang berhasil lolos seleksi, termasuk karya dari dosen UNM ini, diharapkan mampu menjadi referensi nasional yang kuat dan aplikatif. Terutama dalam implementasi konsep Smart Village di berbagai wilayah pedesaan yang memiliki karakteristik unik. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa pembangunan digital tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga merata hingga ke pelosok desa, menciptakan keadilan digital.

Program ini juga menjadi platform penting bagi para akademisi untuk menyalurkan hasil penelitian dan pengabdian mereka. Dengan demikian, ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi juga bisa diimplementasikan langsung untuk kemajuan masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kemanfaatan.

Komitmen UNM dalam Mewujudkan Desa Digital: Apresiasi dari Pimpinan

Keberhasilan ini tentu saja disambut dengan antusiasme tinggi oleh jajaran pimpinan Universitas Nusa Mandiri. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNM, Andi Saryoko, menyampaikan apresiasi mendalam atas prestasi gemilang yang telah diraih oleh Ani Yoraeni dan timnya. Ini adalah sebuah kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UNM.

"Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen dosen Universitas Nusa Mandiri," ungkap Andi Saryoko dalam rilis yang diterima pada Ahad (2/11/2025). Ia melanjutkan, "Ini adalah wujud kontribusi ilmiah dan solusi inovatif kami bagi masyarakat melalui program pengabdian yang berbasis teknologi digital. Kami bangga dengan dedikasi tim ini."

Andi Saryoko juga menegaskan bahwa keberhasilan ini sangat sejalan dengan misi besar UNM sebagai Kampus Digital Bisnis. UNM berkomitmen penuh dalam memperkuat upaya transformasi digital desa melalui kegiatan penelitian dan pengabdian yang tidak hanya tepat guna, tetapi juga memberikan dampak langsung dan signifikan bagi masyarakat. Ini adalah inti dari visi UNM.

UNM: Pionir Pengembangan Masyarakat Digital Inklusif

Lebih lanjut, Andi Saryoko menyoroti peran strategis UNM dalam ekosistem pendidikan dan pembangunan nasional. "Dengan lolosnya buku tematik ini, Universitas Nusa Mandiri semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong pengembangan masyarakat digital," jelasnya. Ini menunjukkan bahwa UNM tidak hanya fokus pada pendidikan di kampus, tetapi juga aktif berkontribusi pada pembangunan eksternal.

Peran ini diwujudkan melalui penguatan layanan publik dan pembangunan ekosistem Smart Village yang inklusif di seluruh Indonesia. Ini berarti UNM tidak hanya fokus pada pendidikan di kampus, tetapi juga aktif menjembatani kesenjangan digital di masyarakat. Mereka ingin memastikan setiap desa memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang di era digital.

Buku ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, komunitas desa, hingga pelaku usaha lokal, untuk berkolaborasi. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem desa yang mandiri dan adaptif terhadap perubahan zaman. Konsep Smart Village ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang pemberdayaan manusia.

Masa Depan Desa Cerdas di Ujung Jari: Sebuah Harapan Baru

Buku Transformasi Digital Desa Tegalsawah bukan hanya sekadar kumpulan teori dan konsep. Ia adalah panduan praktis yang akan memberdayakan aparatur desa, akademisi, dan masyarakat luas. Tujuannya adalah untuk bersama-sama membangun desa yang lebih efisien, transparan, dan berdaya saing di era digital. Ini adalah sebuah harapan baru bagi kemajuan desa-desa di Indonesia.

Bayangkan desa-desa dengan layanan administrasi yang serba digital, akses informasi yang mudah dan cepat, serta ekonomi lokal yang tumbuh pesat berkat inovasi teknologi. Inilah visi yang ingin diwujudkan oleh Ani Yoraeni dan UNM melalui karya monumental ini. Sebuah langkah nyata menuju Indonesia yang lebih maju, merata, dan berkeadilan.

Keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan solusi konkret untuk berbagai tantangan pembangunan. Terutama dalam konteks transformasi digital yang kini menjadi keniscayaan global.

Dengan dukungan penuh dari LLDIKTI Wilayah III dan semangat inovasi yang tak pernah padam dari UNM, harapan untuk melihat desa-desa di Indonesia bertransformasi menjadi "Smart Village" yang mandiri dan berdaya saing semakin nyata. Ini adalah kabar baik bagi masa depan desa-desa kita, sebuah bukti bahwa potensi lokal dapat dioptimalkan dengan sentuhan teknologi dan kepakaran yang tepat.

banner 325x300