Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kali ini, inovasi canggih di bidang pertanian cerdas berhasil menarik perhatian dan lolos seleksi ketat. Karya berjudul "Penerapan IoT dalam Smart Agriculture: Pemantauan Kualitas Air Hidroponik Berbasis ESP32 dan Firebase" yang digagas oleh dosen UNM, Zico Pratama Putra bersama timnya, kini resmi menjadi bagian dari Buku Tematik Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) – Smart Village.
Pencapaian ini bukan sekadar pengakuan biasa. Artikel inovatif tersebut telah dinyatakan lolos seleksi oleh LLDIKTI Wilayah III, sebuah lembaga bergengsi yang menaungi perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya. Pengumuman resmi ini diterbitkan melalui surat tertanggal 8 September 2024, menandai dimulainya babak baru bagi pengembangan teknologi pertanian di Indonesia.
Mengapa Inovasi Ini Penting? Tantangan Pertanian Modern
Pertanian modern, khususnya hidroponik, menawarkan potensi besar untuk ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan. Namun, tantangannya tidak sedikit. Petani seringkali kesulitan memantau kondisi air secara akurat dan real-time, padahal kualitas air adalah kunci utama keberhasilan hidroponik. Perubahan pH, suhu, atau kadar nutrisi yang tidak terdeteksi bisa berakibat fatal pada pertumbuhan tanaman.
Selama ini, pemantauan seringkali dilakukan secara manual, memakan waktu, dan rentan terhadap kesalahan manusia. Akibatnya, efisiensi menurun, produktivitas tidak maksimal, dan petani harus menanggung risiko kerugian yang tidak sedikit. Inilah mengapa solusi cerdas dan otomatis sangat dibutuhkan untuk mendorong sektor pertanian agar lebih maju dan berkelanjutan.
Rahasia di Balik Teknologi Canggih: IoT, ESP32, dan Firebase
Inovasi yang diusung oleh Zico Pratama Putra dan timnya hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Mereka memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk menciptakan sistem pemantauan kualitas air hidroponik yang bekerja secara otomatis dan real-time. Ini berarti, petani tidak perlu lagi turun langsung ke lapangan setiap saat untuk memeriksa kondisi air.
Sistem ini menggunakan ESP32, sebuah mikrokontroler mungil yang berfungsi sebagai "otak" perangkat, untuk mengumpulkan data dari sensor-sensor yang terpasang di kolam hidroponik. Data-data penting seperti pH, suhu, dan konduktivitas air kemudian dikirimkan secara nirkabel ke Firebase, sebuah platform cloud dari Google. Dengan Firebase, data dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui smartphone atau komputer.
Dampak Nyata: Pertanian Lebih Efisien, Akurat, dan Produktif
Penerapan teknologi ini membawa sejumlah manfaat revolusioner bagi dunia pertanian. Pertama, efisiensi meningkat drastis karena pemantauan dilakukan secara otomatis, menghemat waktu dan tenaga petani. Kedua, akurasi data yang diperoleh jauh lebih tinggi dibandingkan metode manual, memungkinkan petani mengambil keputusan yang lebih tepat.
Ketiga, dan yang paling penting, adalah peningkatan produktivitas. Dengan kualitas air yang selalu terpantau optimal, tanaman hidroponik dapat tumbuh lebih sehat dan menghasilkan panen yang melimpah. Ini bukan hanya menguntungkan petani secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada ketersediaan pangan yang lebih baik.
Menuju Smart Village: Transformasi Desa Berbasis Digital
Lebih dari sekadar meningkatkan hasil pertanian, implementasi teknologi ini juga memiliki visi yang lebih besar: mendukung percepatan transformasi desa berbasis digital melalui konsep Smart Village. Bayangkan, desa-desa yang dulunya identik dengan cara-cara tradisional, kini bisa mengadopsi teknologi canggih untuk berbagai aspek kehidupan, termasuk pertanian.
Smart Village adalah desa yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas hidup warganya, mengoptimalkan sumber daya, dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya inovasi seperti ini, desa-desa memiliki potensi besar untuk menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di era digital.
Apresiasi dari Pimpinan UNM dan Komitmen Tri Dharma
Keberhasilan ini tentu saja disambut hangat oleh pimpinan Universitas Nusa Mandiri. Ketua LPPM Universitas Nusa Mandiri, Andi Saryoko, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim pengusul. "Selamat atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga karya tersebut bermanfaat luas bagi masyarakat dan menjadi inspirasi penerapan teknologi tepat guna di bidang pertanian berkelanjutan," ungkap Andi dalam rilis yang dikutip Kamis (6/11/2024).
Prestasi ini juga menegaskan komitmen kuat UNM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Inovasi ini secara nyata menunjukkan bagaimana hasil penelitian dapat diimplementasikan untuk memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang relevan dengan kebutuhan teknologi saat ini.
Inspirasi bagi Mahasiswa: Program IEP 3+1
Tak hanya dosen, keberhasilan ini juga menjadi dorongan besar bagi mahasiswa UNM. Mereka diajak untuk meningkatkan kompetensi berbasis industri melalui program unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1. Skema pembelajaran ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar tiga tahun di kampus dan satu tahun praktik langsung di dunia industri.
Program IEP 3+1 memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek inovatif, serupa dengan karya teknologi yang dihasilkan oleh dosen UNM. Dengan begitu, mereka tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga pengalaman praktis yang sangat berharga, mempersiapkan mereka menjadi talenta digital yang siap kerja dan berdaya saing tinggi.
Buku Tematik Smart Village: Referensi Masa Depan
Karya monumental ini akan segera dibukukan dalam Buku Tematik Smart Village yang rencananya diterbitkan pada akhir tahun 2024. Publikasi ini diharapkan menjadi referensi inspiratif bagi berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi teknologi, hingga masyarakat umum yang tertarik pada pengembangan pertanian cerdas dan desa digital.
Dengan adanya buku ini, pengetahuan dan implementasi teknologi IoT dalam pertanian cerdas dapat tersebar lebih luas, memicu inovasi-inovasi baru, dan mempercepat adopsi teknologi di berbagai wilayah. Ini adalah langkah konkret UNM dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
UNM: Kampus Digital Bisnis yang Berkontribusi Nyata
Melalui dukungan inovasi dan kolaborasi berkelanjutan, Universitas Nusa Mandiri terus mempertegas perannya sebagai Kampus Digital Bisnis yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat digital Indonesia. UNM bertekad untuk menciptakan generasi yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di era revolusi industri 4.0.
Inovasi di bidang pertanian cerdas ini adalah bukti nyata komitmen UNM untuk terus berinovasi dan memberikan solusi konkret bagi tantangan bangsa. Dengan semangat ini, UNM siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berteknologi.


















