banner 728x250

Dosen UMJ Bikin Geger! Lidah Buaya Kini Jadi Sumber Glycolic Extract Paten, Siap Saingi Tebu di Industri Kosmetik!

Tim UMJ raih paten lidah buaya glycolic extract, inovasi kosmetik berbasis alam.
Prof. Tri Yuni dan tim UMJ dengan paten inovasi lidah buaya.
banner 120x600
banner 468x60

Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Dosen Fakultas Teknik (FT) UMJ, Prof. Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati, M.Si, IPM, ASEAN.Eng, bersama timnya berhasil menorehkan prestasi gemilang. Mereka sukses meraih hak Paten Sederhana untuk inovasi berjudul "Komposisi Aloe Vera (Lidah Buaya) Glycolic Extract dan Metode Pembuatannya."

Paten ini secara resmi diberikan pada 30 Juli 2025, setelah melalui proses panjang yang dimulai sejak pengusulan pada 29 Juli 2022. Ini adalah bukti nyata dedikasi para akademisi dalam mengembangkan riset berbasis kekayaan alam Indonesia.

banner 325x300

Terobosan Baru dari Alam: Lidah Buaya Jadi Bintang Kosmetik

Selama ini, glycolic acid dikenal luas sebagai bahan aktif unggulan dalam produk kosmetik. Zat ini populer karena kemampuannya mengeksfoliasi kulit, mencerahkan, dan mengurangi tanda penuaan. Namun, sumber utama glycolic acid umumnya berasal dari tebu.

Inovasi dari tim UMJ ini mengubah pandangan tersebut. Mereka berhasil membuktikan bahwa lidah buaya, tanaman yang melimpah ruah di Indonesia, juga memiliki potensi besar sebagai sumber glycolic extract. Penemuan ini membuka babak baru dalam pemanfaatan sumber daya alam lokal untuk industri kecantikan.

Prof. Yuni menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari pengamatan terhadap tren produk kosmetik alami yang terus meningkat di Indonesia. Konsumen semakin mencari produk yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman dan berasal dari bahan-bahan natural. Lidah buaya menawarkan solusi yang sempurna untuk kebutuhan ini.

Di Balik Paten Kedua UMJ: Dedikasi Tim Peneliti dan Mahasiswa

Paten ini bukan hanya milik Prof. Yuni semata, melainkan hasil kerja keras tim kolaboratif. Ia didampingi oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UMJ, serta mitra dari Teknik Kimia ISTA Al Kamal. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang kuat antara akademisi dan institusi.

Anggota tim yang turut berkontribusi meliputi Dr. Ir. Ratri Ariatmi Nugarahani, M.T., IPU, Dr. Ir. Ismiyati, MT, dan Rizki Ramadhona Ilhami. Dari ISTA Al Kamal, Agung Siswahyu, M.T., juga menjadi bagian penting dalam riset ini. Kerjasama lintas institusi ini memperkaya perspektif dan keahlian yang dibutuhkan.

"Alhamdulillah, ini merupakan paten kedua yang berhasil granted oleh dosen Teknik Kimia FT UMJ," ujar Prof. Yuni dengan bangga. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi wujud nyata kontribusi mereka dalam pengembangan riset berbasis bahan alam, khususnya di bidang kimia dan kosmetik.

Perjalanan Panjang Menuju Hak Paten: Tiga Tahun Penuh Perjuangan

Mendapatkan hak paten bukanlah perkara mudah. Prosesnya membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan detail yang tinggi. Inovasi yang diusulkan sejak tahun 2022 ini merupakan buah dari riset mendalam mengenai potensi lidah buaya sebagai bahan aktif kosmetik.

Penelitian tersebut tidak hanya berhenti di laboratorium. Tim secara konsisten menghasilkan berbagai produk turunan yang kini telah berhasil dihilirisasi dan dikomersialkan. Ini membuktikan bahwa riset mereka memiliki nilai praktis dan ekonomi yang tinggi.

Proses pengajuan paten dilakukan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMJ. Kemudian, berkas diajukan ke Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang, Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.

"Kami butuh waktu tiga tahun untuk mengawal seluruh proses administrasi hingga akhirnya paten ini disetujui," jelas Prof. Yuni. Ia mengakui bahwa kerja keras tim benar-benar terbayar lunas dengan hasil yang membanggakan ini.

Mengapa Glycolic Extract dari Lidah Buaya Begitu Penting?

Glycolic acid adalah salah satu jenis Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang sangat efektif dalam perawatan kulit. Molekulnya yang kecil memungkinkan penetrasi yang baik ke dalam kulit, membantu mengangkat sel kulit mati, merangsang produksi kolagen, dan memperbaiki tekstur kulit.

Selama ini, sumber utama glycolic acid adalah tebu. Namun, penemuan bahwa lidah buaya juga mengandung potensi glycolic extract yang tak kalah bermanfaat adalah game-changer. Ini memberikan alternatif yang lebih alami dan berkelanjutan, terutama bagi negara tropis seperti Indonesia yang kaya akan lidah buaya.

Prof. Yuni menekankan bahwa Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam yang bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi. "Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa Aloe Vera pun dapat menjadi sumber glycolic extract yang inovatif," tuturnya. Ini adalah langkah besar menuju kemandirian bahan baku kosmetik lokal.

Dampak Inovasi untuk Industri Kosmetik Lokal dan UMJ

Paten yang berhasil granted ini diharapkan menjadi kontribusi berharga bagi UMJ. Ini tidak hanya meningkatkan reputasi universitas sebagai pusat inovasi, tetapi juga memperkuat posisi Fakultas Teknik, khususnya Jurusan Teknik Kimia, dalam peta penelitian nasional dan internasional.

Lebih dari itu, inovasi ini membuka peluang kemitraan yang luas dengan industri kosmetik. Dengan adanya sumber glycolic extract lokal dari lidah buaya, industri dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor. Ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan produk kosmetik "Made in Indonesia" yang berkualitas tinggi.

Pemanfaatan lidah buaya sebagai bahan baku utama juga sejalan dengan kampanye keberlanjutan dan penggunaan bahan alami. Konsumen modern semakin peduli terhadap asal-usul produk yang mereka gunakan, dan inovasi ini menjawab kebutuhan tersebut dengan sempurna.

Visi ke Depan: UMJ Terus Berinovasi untuk Masyarakat

Pencapaian ini hanyalah awal dari perjalanan panjang UMJ dalam dunia inovasi. Prof. Yuni mengungkapkan bahwa saat ini, Jurusan Teknik Kimia FT UMJ masih memiliki enam proses paten lain yang tengah menunggu hasil. Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan universitas dalam riset dan pengembangan.

"Kami berharap ke depan semakin banyak riset di Teknik Kimia UMJ yang bisa dihilirisasi, dikomersialkan, dan dimanfaatkan masyarakat luas," pungkas Prof. Yuni. Ia percaya bahwa inovasi tidak boleh berhenti, justru harus terus berkembang untuk menjawab kebutuhan zaman yang terus berubah.

Dengan semangat ini, UMJ terus berupaya menjadi garda terdepan dalam menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat luas dan kemajuan bangsa.

banner 325x300