Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Indonesia! Dr. Muhammad Choirin, Lc.M.A., Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Kaprodi KPI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), baru-baru ini mencuri perhatian di kancah global. Ia tampil sebagai pemakalah dalam Al-Arabiah International Conference yang prestisius, sebuah acara yang diselenggarakan di Hotel Mövenpick Al Bustan, Dubai, Uni Emirat Arab, pada Sabtu lalu. Kehadiran Dr. Choirin ini menegaskan posisi UMJ dalam percakapan ilmiah dunia.
Prestasi Gemilang di Kancah Internasional
Konferensi internasional ini bukanlah sembarang acara. Digelar oleh Al-Majlis ad-Duwali lil-Lughah al-Arabiyyah (Dewan Internasional Bahasa Arab), event ini berlangsung di bawah naungan dan dukungan langsung dari Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab sekaligus Penguasa Dubai. Ini menunjukkan betapa penting dan strategisnya forum tersebut dalam pengembangan bahasa Arab dan isu-isu terkait.
Edisi ke-11 konferensi ini mengusung tema yang sangat relevan dan provokatif: ‘Bahasa Arab: Krisis Umat, Bukan Krisis Bahasa’. Tema ini secara tegas menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi bahasa Arab saat ini bukan terletak pada struktur atau tata bahasanya yang kaya, melainkan pada kondisi sosial, politik, dan budaya masyarakat Arab itu sendiri. Sebuah pandangan yang membuka diskusi mendalam tentang akar permasalahan.
Tak main-main, konferensi ini diakui sebagai event akademik terbesar di dunia. Bayangkan saja, ada 658 pemakalah yang datang dari lima benua berbeda, mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam 104 sesi ilmiah paralel yang padat. Ini adalah bukti nyata dari skala dan cakupan global acara tersebut, menjadikannya platform penting bagi para akademisi dan peneliti.
Dr. Choirin sendiri berpartisipasi aktif pada sesi paralel ke-89. Di sesi tersebut, ia berdiskusi dan berbagi pandangan dengan para akademisi serta peneliti terkemuka dari berbagai negara, termasuk Lebanon, Mesir, Suriah, Maroko, Yordania, dan India. Sebuah kesempatan emas untuk bertukar ide dan memperluas jejaring akademik internasional.
Inovasi Dakwah Digital di Tengah Gempuran AI
Dalam paparannya yang berjudul "Bahasa Arab di Era Kecerdasan Buatan: Analisis Bibliometrik terhadap Wacana Dakwah Digital", Dr. Choirin mengangkat isu yang sangat krusial dan kekinian. Ia menyoroti bagaimana perkembangan dakwah digital berbahasa Arab beradaptasi di tengah revolusi teknologi yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI). Penelitiannya mencoba memetakan tren riset yang ada, pola kolaborasi ilmiah antar peneliti, serta peran krusial kecerdasan buatan dalam memperkuat dan mengoptimalkan dakwah digital.
Penelitian ini menggunakan metode analisis bibliometrik, sebuah pendekatan kuantitatif untuk mengidentifikasi pola publikasi, kutipan, dan kolaborasi dalam bidang studi tertentu. Dengan metode ini, Dr. Choirin mampu menyajikan gambaran komprehensif tentang lanskap riset dakwah digital berbahasa Arab, memberikan wawasan berharga bagi pengembangan di masa depan. Ia menjelaskan bagaimana AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga kekuatan pendorong inovasi dalam penyampaian pesan-pesan keagamaan.
"Penelitian ini diharapkan memberi peta riset global serta rekomendasi ilmiah bagi pengembangan konten dakwah berbasis bahasa Arab yang adaptif terhadap teknologi mutakhir," ujar Dr. Choirin. Pernyataan ini menunjukkan visi jauh ke depan untuk memastikan dakwah tetap relevan dan efektif di era digital yang terus berkembang pesat. Ini adalah upaya untuk menjembatani tradisi dan inovasi.
Ia juga menekankan pentingnya memahami algoritma dan preferensi audiens digital. Dengan demikian, konten dakwah dapat dirancang agar lebih mudah diakses, dipahami, dan diterima oleh masyarakat luas, terutama generasi muda yang akrab dengan teknologi. Ini adalah langkah proaktif untuk menjaga relevansi pesan agama di tengah hiruk pikuk informasi digital.
Peran Strategis UMJ dalam Percakapan Global
Kehadiran Dr. Choirin dalam forum internasional prestisius ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Jakarta tidak hanya berdiam diri. UMJ terus berperan aktif dalam percakapan ilmiah global, khususnya pada bidang-bidang vital seperti dakwah digital, komunikasi Islam, dan Studi Bahasa Arab Kontemporer. Ini menunjukkan komitmen UMJ untuk menjadi institusi pendidikan yang relevan dan berkontribusi secara global.
Partisipasi ini tidak hanya sekadar memperluas jejaring akademik internasional bagi Dr. Choirin dan UMJ. Lebih dari itu, ini mempertegas komitmen UMJ untuk menjadi pusat keilmuan Islam yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan misi dakwah dan pendidikan Muhammadiyah yang selalu adaptif dan inovatif, terutama di era transformasi digital yang serba cepat ini.
UMJ terus mendorong para dosen dan mahasiswanya untuk terlibat dalam penelitian-penelitian mutakhir yang memiliki dampak luas. Dengan demikian, UMJ tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi atas tantangan-tantangan global. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan pendidikan Islam.
Melalui kontribusi seperti yang ditunjukkan oleh Dr. Choirin, UMJ membuktikan bahwa institusi pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk narasi global. Mereka tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berani berinovasi dan menghadapi masa depan dengan optimisme. Ini adalah semangat yang patut dicontoh dan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Keberhasilan Dr. Choirin di Dubai adalah cerminan dari kualitas pendidikan dan penelitian di UMJ. Ini juga menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Indonesia patut bangga memiliki akademisi seperti Dr. Muhammad Choirin yang berani membawa ide-ide segar dan relevan ke panggung dunia.


















