Siapa bilang beramal itu membosankan? Mahasiswa Universitas Jayabaya membuktikan bahwa menjadi pahlawan kemanusiaan bisa jadi gaya hidup yang keren dan kekinian. Mereka baru saja berpartisipasi dalam kegiatan "Srikandi PDDI Goes to Campus: Be Cool, Be Donor" yang diselenggarakan oleh Srikandi Perempuan Donor Darah Indonesia (PDDI) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Acara yang digelar pada Kamis, 13 November 2025, ini bukan sekadar agenda donor darah biasa. Lebih dari itu, program ini lahir dari visi untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap donor darah. Tujuannya adalah memperkenalkan aktivitas mulia ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan berjiwa sosial yang patut dibanggakan.
Srikandi PDDI Goes to Campus: Gerakan Kemanusiaan yang Kekinian
Ketua Umum Srikandi PDDI, Nunun Daradjatun, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen pihaknya. Mereka bertekad membantu memenuhi kebutuhan darah nasional yang krusial, sekaligus menanamkan semangat kemanusiaan sejak dini di kalangan generasi muda.
Srikandi PDDI sendiri, yang diresmikan pada 2 Februari 2023, memang fokus pada tiga pilar utama. Yakni edukasi tentang pentingnya donor darah, peningkatan partisipasi masyarakat, dan pembentukan budaya donor darah yang lebih kuat di seluruh lapisan masyarakat.
Bukan Sekadar Donor, tapi Gaya Hidup!
"Acara ini sangat menyenangkan dan disambut luar biasa," ujar Nunun dengan antusias dalam siaran persnya pada Jumat, 14 November 2025. Bahkan, ia menambahkan, pihak rektor dan yayasan Universitas Jayabaya secara khusus mengajak Srikandi PDDI untuk rutin melaksanakan kegiatan donor darah di kampus mereka. Ini menunjukkan betapa positifnya respons dari civitas academica.
Nunun juga menekankan bahwa program "Goes to Campus" dirancang secara strategis untuk mendekatkan edukasi donor darah dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa. Harapannya, kegiatan positif ini tidak hanya menjadi insiden sesaat, melainkan kebiasaan yang berkelanjutan dan tertanam kuat.
Mahasiswa: Garda Terdepan Pahlawan Kemanusiaan
Mahasiswa adalah segmen populasi yang ideal untuk menjadi pendonor tetap. Mereka berada pada usia produktif dengan kondisi kesehatan yang umumnya prima, menjadikannya sumber darah yang sangat potensial. "Memang dari dulu kami sudah ke kampus. Sekarang harus diteruskan, karena jauh lebih baik kalau kami bekerja sama dengan mahasiswa untuk mengedukasi mereka supaya donor darah itu menjadi lifestyle," kata Nunun.
Ia juga mengungkapkan data menarik: kegiatan donor darah di kampus terbukti sangat efektif dalam meningkatkan jumlah pendonor pemula. Banyak dari mereka kemudian termotivasi untuk menjadi pendonor rutin, menciptakan efek domino yang positif.
Dalam waktu dekat, Srikandi PDDI berencana untuk memperluas jangkauan kegiatan serupa ke berbagai universitas lain. Beberapa kampus besar di Jakarta, termasuk Universitas Trisakti, sudah masuk dalam daftar target mereka. Ini adalah langkah besar untuk menciptakan gelombang kepedulian di kalangan mahasiswa ibu kota.
Manfaat Donor Darah yang Mungkin Belum Kamu Tahu
Selain memberikan dampak sosial yang luar biasa, donor darah juga menyimpan segudang manfaat kesehatan bagi pendonornya. Nunun mengingatkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan produksi sel darah baru dalam tubuh, membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, dan bahkan menjadi deteksi dini potensi penyakit jantung.
Lebih jauh lagi, donor darah secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu dan berpotensi memperpanjang usia harapan hidup. Jadi, bayangkan, dengan satu tindakan sederhana, kamu tidak hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga berinvestasi pada kesehatanmu sendiri. Ini benar-benar definisi gaya hidup sehat yang menyeluruh!
Komitmen Jayabaya: Edukasi dan Aksi Nyata
Ketua Yayasan Universitas Jayabaya, Moestar Putra Jaya, menegaskan bahwa kegiatan donor darah di lingkungan kampus bukan sekadar agenda tahunan. Baginya, ini adalah bagian integral dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat suplai darah nasional yang vital.
"Kegiatan ini mengajarkan mahasiswa bahwa donor darah bukan hanya tindakan sosial, tetapi berkaitan langsung dengan penyelamatan nyawa," ujarnya. Moestar menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis yang tak tergantikan dalam memperluas basis pendonor tetap. Mahasiswa, dengan fase usia sehat dan aktif mereka, adalah aset berharga dalam misi kemanusiaan ini.
Ia menilai bahwa kolaborasi antara Srikandi PDDI, PMI, dan universitas seperti Jayabaya mampu memberikan dampak langsung dan signifikan. Dampak ini terasa langsung bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah di berbagai rumah sakit, yang setiap hari bergantung pada ketersediaan darah.
Target Ambisius untuk Kebutuhan Darah Nasional
Dalam kegiatan di Universitas Jayabaya ini, Srikandi PDDI dan PMI menargetkan pengumpulan 300 kantong darah. Angka ini merupakan kontribusi penting untuk memenuhi kebutuhan harian PMI DKI Jakarta yang mencapai sekitar 1.200 kantong darah per hari.
Setiap kantong darah yang terkumpul adalah harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dan kesadaran kolektif dapat membuat perbedaan besar. Mahasiswa Jayabaya telah menunjukkan bahwa menjadi "cool" dan menjadi "donor" adalah kombinasi yang sempurna untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Jadi, tunggu apa lagi? Jadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidupmu. Karena menyelamatkan nyawa itu keren, dan kamu bisa jadi pahlawan berikutnya!


















