Jakarta – Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi memulai perjalanan akademik mereka dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025. Acara pembukaan yang digelar di Auditorium KH. Azhar Bashir, Gedung Cendekia pada Senin (22/09/2025) ini dihadiri langsung oleh Anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMJ, Din Syamsuddin. Ia tak hanya menyambut, namun juga memberikan pesan mendalam yang wajib disimak para calon pemimpin masa depan.
Din Syamsuddin berharap mahasiswa baru siap menghadapi dinamika global yang kian kompleks. Pesan ini bukan hanya sekadar sambutan, melainkan sebuah refleksi atas tantangan dan peluang yang akan dihadapi generasi muda di masa depan. Mahasiswa UMJ diharapkan tidak hanya fokus pada perkuliahan, tetapi juga mengembangkan diri secara holistik.
Pesan Tegas Din Syamsuddin: Mahasiswa Harus Siap Hadapi Dunia Nyata
Di hadapan ribuan wajah baru yang penuh semangat, Din Syamsuddin mengajak mereka untuk bersyukur atas kesempatan berharga ini. UMJ kini menyandang akreditasi unggul dan menjadi salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) terdepan di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa masa kuliah empat hingga lima tahun akan berlalu sangat cepat, menjadi penentu arah hidup dan karier di masa depan.
"Belajar di perguruan tinggi menuntut kedewasaan, rasionalitas, serta kemandirian," tegas Din. "Dirilah yang akan menentukan sukses atau gagal, bukan orang lain." Di era yang serba cepat dan penuh ketidakpastian ini, bekal mental dan intelektual menjadi sangat penting.
Ia menegaskan bahwa kampus adalah medan latihan terbaik untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan bijak, dan berdiri di atas kaki sendiri. Kesempatan emas ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, bukan hanya untuk meraih gelar, tetapi juga untuk membentuk karakter yang tangguh dan adaptif. Mahasiswa dituntut untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab atas pilihan hidupnya.
Dari Global Warming ke Global Boiling: Krisis Iklim Mendesak di Depan Mata
Lebih dari sekadar pelajaran di kelas, Din Syamsuddin menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika global yang terus berubah. Salah satu isu paling mendesak yang ia soroti adalah krisis iklim. "Kita tidak lagi bicara global warming, tapi sudah global boiling," ujarnya, menggambarkan betapa seriusnya ancaman lingkungan saat ini.
Perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan realitas yang sudah kita rasakan dampaknya. Mulai dari cuaca ekstrem, bencana alam, hingga ancaman ketahanan pangan, semua adalah manifestasi dari ‘global boiling’ yang memerlukan perhatian serius dan tindakan nyata. Fenomena ini menuntut kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Pernyataan ini sangat relevan dengan tema PKKMB UMJ 2025, yaitu "Green and Sustainable Global Campus" (Kampus Global Hijau dan Berkelanjutan). Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk aksi nyata dari seluruh sivitas akademika UMJ dalam menjaga bumi. Sebagai generasi penerus, mahasiswa UMJ diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencari solusi dan mengimplementasikan gaya hidup berkelanjutan.
Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi lingkungan, tetapi setiap individu yang peduli akan masa depan bumi. Mahasiswa diharapkan mampu berinovasi dan berkontribusi dalam menciptakan solusi-solusi ramah lingkungan.
Ambisi UMJ Menuju World Class University: Mahasiswa Baru Jadi Kunci
Din Syamsuddin juga menyampaikan harapan besar untuk UMJ. "Saya berharap UMJ bukan hanya unggul di lingkup nasional, tetapi juga bertekad menjadi world class university," katanya. Untuk mencapai ambisi besar ini, dukungan dari mahasiswa baru sangat krusial.
Prestasi akademik dan non-akademik dari setiap individu mahasiswa akan menjadi modal penting yang tak ternilai. Ini akan membawa UMJ selangkah lebih dekat menuju cita-cita sebagai universitas kelas dunia. Din Syamsuddin melihat potensi besar dalam diri setiap mahasiswa baru untuk menjadi agen perubahan.
Ia menyoroti bahwa kontribusi tidak hanya terbatas pada nilai-nilai akademik yang cemerlang, tetapi juga melalui inovasi, riset, dan partisipasi aktif dalam kompetisi nasional maupun internasional. Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi, UMJ optimis dapat bersaing di kancah global, melahirkan lulusan yang siap berkarya di tingkat dunia. Visi ini bukan sekadar impian, melainkan tujuan yang realistis dengan dukungan penuh dari seluruh ekosistem kampus.
Lebih dari Kampus, UMJ Adalah Keluarga Besar Muhammadiyah
Mantan Ketua Umum MUI ini juga mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa UMJ berarti menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Ini adalah identitas yang akan melekat, terlepas dari keaktifan di organisasi seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia berpesan agar mahasiswa tidak hanya fokus pada perkuliahan, tetapi juga aktif mengembangkan diri.
Baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, setiap mahasiswa didorong untuk membentuk pribadi yang matang, berwawasan luas, dan siap menjadi pemimpin masa depan. "UMJ adalah ruang tumbuh sekaligus wadah pengabdian," tutup Din, menyambut hangat para mahasiswa baru. Identitas sebagai bagian dari Muhammadiyah membawa serta nilai-nilai luhur yang mengedepankan integritas, keadilan, dan kepedulian sosial.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan jiwa pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik yang bersifat keagamaan, sosial, maupun pengembangan bakat, UMJ menyediakan platform lengkap bagi mahasiswa untuk tumbuh dan berkembang. Ini adalah kesempatan untuk membangun jaringan, mengasah soft skill, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas dan visioner.
Dengan pesan-pesan inspiratif ini, Din Syamsuddin secara resmi membuka PKKMB UMJ 2025. Ia berharap setiap mahasiswa baru dapat memaknai masa kuliah sebagai investasi terbaik untuk masa depan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi bangsa dan agama. Selamat datang, para pemimpin masa depan, di gerbang ilmu UMJ!


















