banner 728x250

Bukan Main! UMJ Ubah Ratusan Anak SD Jadi Jagoan Coding & Robotika, Masa Depan Digital Indonesia Ada di Tangan Mereka?

bukan main umj ubah ratusan anak sd jadi jagoan coding robotika masa depan digital indonesia ada di tangan mereka portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Bayangkan saja, anak-anak Sekolah Dasar kini tidak hanya sibuk bermain, tetapi juga asyik mengotak-atik kode dan merakit robot. Inilah pemandangan menarik yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), sebuah langkah revolusioner yang siap mencetak generasi programmer dan robotika cilik. Melalui kegiatan Pelatihan dan Simulasi Lomba Programmer Junior dan Robot For Mission, UMJ berupaya meningkatkan kemampuan siswa SD menjadi talenta teknologi masa depan.

Acara yang berlangsung di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, pada Senin (06/10/2025) ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah sebuah investasi besar untuk masa depan digital Indonesia, dimulai dari bangku sekolah dasar. UMJ, yang berkolaborasi dengan Rumah Edukasi dan didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi emas yang siap bersaing di era industri 4.0.

banner 325x300

Mengapa Anak SD Perlu Belajar Coding & Robotika Sejak Dini?

Pernahkah kamu berpikir, kenapa sih anak-anak sekecil itu harus sudah dikenalkan dengan coding dan robotika? Jawabannya sederhana: dunia terus bergerak maju, dan keterampilan digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Membekali anak-anak dengan kemampuan ini sejak dini berarti mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa depan yang semakin didominasi teknologi.

Belajar coding dan robotika bukan hanya tentang menulis baris kode atau merakit komponen. Lebih dari itu, kegiatan ini melatih kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi. Anak-anak diajak untuk berpikir kritis, mencari solusi inovatif, dan memahami bagaimana teknologi bekerja, bukan hanya sebagai pengguna pasif. Ini adalah fondasi penting untuk mengembangkan pola pikir inovatif yang dibutuhkan di berbagai bidang.

UMJ: Pelopor Pendidikan Teknologi untuk Generasi Emas

Kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian Milad ke-70 UMJ, sebuah perayaan yang diisi dengan berbagai inisiatif edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Keterlibatan UMJ sebagai institusi pendidikan tinggi menunjukkan bahwa inovasi harus dimulai dari akar rumput, yaitu pendidikan dasar. Mereka tidak hanya berfokus pada pendidikan tinggi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membentuk fondasi pendidikan teknologi sejak dini.

Pelatihan Programmer Junior secara khusus ditujukan bagi siswa-siswi Sekolah Dasar kelas 3. Sementara itu, tantangan Robot for Mission diperuntukkan bagi siswa-siswi Sekolah Dasar kelas 5. Pembagian ini disesuaikan dengan tingkat kompleksitas materi dan kemampuan kognitif anak, memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pengalaman belajar yang optimal dan menyenangkan.

Programmer Junior: Melatih Logika Tanpa Layar

Uniknya, peserta programmer junior mendapatkan pelatihan koding tanpa komputer. Mungkin terdengar aneh, bukan? Namun, metode ini justru sangat efektif dalam membangun fondasi logika pemrograman. Anak-anak diajarkan konsep dasar algoritma, urutan instruksi, dan pemecahan masalah melalui permainan dan aktivitas fisik. Ini membuktikan bahwa coding bukan hanya tentang mengetik di keyboard, tetapi tentang cara berpikir sistematis.

Pendekatan "coding tanpa komputer" ini membantu anak-anak memahami esensi dari pemrograman: bagaimana memberikan instruksi yang jelas dan berurutan untuk mencapai suatu tujuan. Mereka belajar tentang alur kerja, kondisi, dan pengulangan, yang merupakan konsep inti dalam dunia pemrograman. Dengan demikian, ketika mereka nanti berinteraksi dengan komputer, fondasi berpikir logis mereka sudah kokoh.

Robot for Mission: Merakit Masa Depan dengan Tangan Sendiri

Bagi siswa kelas 5, pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan aplikatif. Peserta Robot for Mission mendapatkan pelatihan coding menggunakan platform visual seperti Scratch dan Microbotic. Mereka tidak hanya belajar mengkode, tetapi juga langsung mempraktikkannya dengan merakit Robot for Mission. Bayangkan saja, tangan-tangan kecil itu dengan cekatan menyusun komponen, menghubungkan kabel, dan melihat robot mereka bergerak sesuai perintah!

Penggunaan Scratch dan Microbotic sangat relevan karena platform ini dirancang untuk pemula, dengan antarmuka yang ramah anak dan konsep blok-blok kode yang mudah dipahami. Ini memungkinkan anak-anak untuk dengan cepat melihat hasil dari kode yang mereka buat, menumbuhkan rasa percaya diri dan antusiasme. Mereka belajar bagaimana teori coding bisa langsung diwujudkan menjadi aksi nyata, sebuah pengalaman yang sangat berharga.

Dukungan Penuh dari Rektor UMJ: Visi Pendidikan yang Revolusioner

Rektor UMJ, Ma’mun Murod, menyambut hangat para guru dan siswa yang hadir, menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa ada 62 tim peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan pagi itu, sebuah angka yang menunjukkan tingginya minat dan potensi anak-anak Indonesia di bidang teknologi. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat belajar dan berinovasi tumbuh subur di kalangan generasi muda.

Ma’mun Murod juga menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian integral dari rangkaian Milad ke-70 UMJ, yang akan berlanjut dengan berbagai acara menarik lainnya. "Minggu depan juga akan dilaksanakan UMJ Run yang diikuti oleh 1.500 peserta, dimulai dari Gedung Kemendikdasmen," ujarnya, menunjukkan bahwa perayaan Milad UMJ bukan hanya seremonial, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Matematika Jadi Asyik? Mungkinkah!

Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Rektor adalah dukungan UMJ terhadap kebijakan pemerintah dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam, kecerdasan artifisial, serta pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Menurutnya, kompetisi yang digelar kali ini menjadi sarana pembelajaran matematika yang menyenangkan, sebuah terobosan untuk mengubah persepsi lama.

"Selama ini, matematika sering dianggap kurang menyenangkan. Namun melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar matematika dengan cara yang lebih menarik dan aplikatif," jelasnya. Pernyataan ini sangat relevan mengingat rendahnya minat belajar matematika di Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Melalui coding dan robotika, konsep matematika seperti geometri, aljabar, dan logika menjadi lebih konkret dan mudah dipahami, bahkan terasa seperti bermain.

Melangkah ke Kancah Nasional dan Internasional: Peluang Emas untuk Para Juara Cilik

Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan. Para peserta juga berkesempatan untuk mengikuti kompetisi Robot for Mission tingkat nasional hingga internasional. Ini adalah sebuah peluang emas bagi anak-anak untuk menguji kemampuan mereka, berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah dan negara, serta mengembangkan mental kompetitif yang sehat. Siapa tahu, dari sinilah lahir juara-juara robotika dunia dari Indonesia!

Selain itu, ada juga peluang menarik lainnya: peserta berpeluang memperoleh hibah peralatan GreenMech berbasis STEAM. Hibah ini tentu akan sangat bermanfaat bagi sekolah-sekolah atau komunitas yang ingin terus mengembangkan program pendidikan teknologi. Ini adalah bentuk dukungan nyata untuk memastikan bahwa semangat inovasi tidak padam setelah acara selesai, melainkan terus berlanjut dan berkembang.

Harapan untuk Keberlanjutan: Membangun Ekosistem Inovasi dari Bangku SD

Ma’mun Murod juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program semacam ini. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung tahun ini, tetapi dapat terus berkesinambungan di tahun-tahun berikutnya. Visi ini sangat krusial, karena membangun ekosistem inovasi membutuhkan waktu dan konsistensi. Dengan program yang berkelanjutan, dampak positifnya akan semakin terasa dalam jangka panjang.

Kegiatan ini adalah sebuah langkah maju yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di bidang teknologi. UMJ telah menunjukkan bahwa dengan kolaborasi, inovasi, dan komitmen, kita bisa mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Masa depan digital Indonesia, tampaknya, memang ada di tangan para programmer dan robotika cilik ini.

banner 325x300