JAKARTA – Perpustakaan Cyber University kembali menjadi pusat inovasi dengan menggelar Diskusi Buku Kewirausahaan yang menarik perhatian banyak pihak. Acara yang berlangsung pada Selasa, 30 September 2025, di Pojok Baca Ruang Perpustakaan Cyber University ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa, melainkan sebuah wadah strategis untuk mengasah jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa.
Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk membekali generasi muda dengan pemahaman mendalam serta semangat berinovasi di bidang kewirausahaan. Mengingat pesatnya perkembangan ekonomi digital, memiliki mental dan keterampilan sebagai seorang wirausaha menjadi modal penting yang tak bisa ditawar lagi. Cyber University memahami betul urgensi ini, sehingga inisiatif seperti diskusi buku menjadi sangat relevan.
Mengapa Kewirausahaan Penting di Era Digital?
Di era disrupsi teknologi seperti sekarang, kemampuan untuk melihat peluang, menciptakan solusi, dan berani mengambil risiko adalah kunci. Kewirausahaan bukan lagi sekadar pilihan karier, melainkan sebuah pola pikir yang harus dimiliki oleh setiap individu, terutama mahasiswa yang akan segera terjun ke dunia kerja atau bahkan menciptakan lapangan kerjanya sendiri.
Diskusi buku ini hadir sebagai jembatan antara teori dan praktik. Banyak mahasiswa yang mungkin sudah familiar dengan konsep-konsep bisnis dari perkuliahan, namun seringkali kesulitan mengaplikasikannya dalam konteks nyata. Melalui forum ini, mereka diajak untuk tidak hanya memahami, tetapi juga merenungkan bagaimana ide-ide besar bisa diwujudkan.
Anang Martoyo: Fasilitator yang Menginspirasi
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Anang Martoyo, seorang dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan yang dikenal memiliki pengalaman luas di bidangnya. Sebagai fasilitator, Anang tidak hanya sekadar menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan suasana diskusi yang interaktif dan partisipatif. Ia berhasil memantik semangat mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
Anang Martoyo memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai teori dan praktik kewirausahaan yang relevan dengan kondisi pasar saat ini. Mulai dari konsep lean startup, pentingnya validasi ide, hingga strategi pemasaran digital, semua dibahas dengan bahasa yang mudah dicerna. Kehadirannya menjadi magnet bagi para peserta untuk lebih aktif berinteraksi.
Mahasiswa Antusias Berbagi Ide dan Pengalaman
Diskusi ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi, menciptakan keberagaman perspektif yang sangat berharga. Mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan aktif berbagi pandangan, pengalaman pribadi, serta ide-ide kreatif yang mereka miliki. Beberapa bahkan sudah memiliki proyek rintisan kecil yang sedang mereka kembangkan.
Antusiasme terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang muncul. Ada yang bertanya tentang cara mencari modal awal, bagaimana menghadapi kegagalan, hingga strategi membangun tim yang solid. Forum ini menjadi tempat yang aman bagi mereka untuk mengeksplorasi ide tanpa takut salah, sekaligus mendapatkan masukan konstruktif dari para ahli dan rekan sejawat.
"Membaca Saja Tidak Cukup, Harus Bisa Mengaitkan Teori dengan Kenyataan"
Dalam rilis yang diterima pada Senin, 13 Oktober 2025, Anang Martoyo menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini. "Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk pola pikir wirausaha di kalangan mahasiswa. Membaca buku saja tidak cukup, mahasiswa juga harus mampu mengaitkan teori dengan kenyataan di lapangan agar bisa menemukan solusi dari tantangan nyata," ujarnya.
Pernyataan Anang ini menjadi inti dari filosofi pendidikan kewirausahaan di Cyber University. Buku adalah fondasi, namun pengalaman dan kemampuan adaptasi adalah bangunan utamanya. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya menghafal definisi, tetapi juga merasakan langsung dinamika dunia usaha yang penuh tantangan dan peluang.
Pojok Baca: Lebih dari Sekadar Ruang, Ini Inkubator Ide!
Pemilihan Pojok Baca di Ruang Perpustakaan Cyber University sebagai lokasi acara juga bukan tanpa alasan. Tempat ini dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar tempat membaca, melainkan sebuah "inkubator ide" yang nyaman dan inspiratif. Suasana yang santai namun tetap akademik mendorong terciptanya diskusi yang lebih terbuka dan mendalam.
Di Pojok Baca, batas antara dosen dan mahasiswa seolah melebur, menciptakan lingkungan belajar yang egaliter. Hal ini sangat mendukung pertukaran gagasan dan inovasi. "Saya berharap Pojok Baca dapat terus menjadi wadah kolaboratif yang mendukung pertukaran gagasan dan inovasi mahasiswa," tambah Anang, menunjukkan visinya untuk ruang ini.
Melihat Peluang, Mengenali Risiko, Mengasah Kritis dan Kreatif
Melalui diskusi ini, peserta diajak untuk melihat peluang bisnis dari berbagai sudut pandang yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan. Mereka belajar bagaimana mengidentifikasi masalah di masyarakat dan mengubahnya menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Ini adalah keterampilan krusial bagi calon pengusaha.
Selain itu, diskusi juga menekankan pentingnya mengenali risiko yang melekat dalam setiap usaha. Kewirausahaan bukan hanya tentang keberanian, tetapi juga tentang perhitungan yang matang. Mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis dalam menganalisis potensi kegagalan dan kreatif dalam mencari solusi mitigasi risiko.
Dari Ide Menjadi Konsep Usaha Bernilai Nyata
Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menunjukkan bagaimana ide yang lahir dari bacaan atau diskusi dapat dikembangkan menjadi konsep usaha yang bernilai nyata. Banyak ide brilian yang hanya berhenti di kepala, namun melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk memvisualisasikan dan merencanakan langkah-langkah konkret.
Mereka belajar tentang tahapan pengembangan produk, riset pasar sederhana, hingga cara menyusun business plan awal. Proses ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis, tetapi juga membangun kepercayaan diri mahasiswa bahwa mereka mampu mengubah gagasan menjadi sebuah entitas bisnis yang potensial.
Cyber University: The First Fintech University Pencetak Wirausaha Digital
Sebagai The First Fintech University, Cyber University memiliki komitmen kuat dalam mencetak generasi muda yang berjiwa wirausaha, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja serta dunia usaha, khususnya di sektor teknologi finansial. Diskusi buku kewirausahaan ini adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.
Universitas ini menyadari bahwa masa depan ekonomi digital akan sangat bergantung pada inovator dan pengusaha yang mampu menciptakan solusi-solusi finansial baru. Oleh karena itu, membekali mahasiswa dengan mentalitas wirausaha sejak dini adalah investasi jangka panjang yang sangat strategis.
Dampak Jangka Panjang dan Harapan ke Depan
Terselenggaranya kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak sesaat, tetapi juga memicu efek domino yang positif. Mahasiswa yang telah mengikuti diskusi diharapkan dapat menjadi agen perubahan, menyebarkan semangat kewirausahaan di lingkungan kampus dan di luar kampus.
Cyber University berharap, melalui inisiatif seperti ini, akan lahir lebih banyak startup founder dan inovator muda yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Dengan terus menciptakan wadah kolaboratif dan inspiratif, Cyber University optimis dapat menjadi pelopor dalam mencetak talenta-talenta unggul di bidang kewirausahaan digital.


















