Dunia teknologi dan seni bela diri mungkin terlihat seperti dua kutub yang berbeda, seolah tak mungkin bersatu dalam satu jiwa. Namun, dua mahasiswa dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI) Cyber University berhasil membuktikan bahwa batasan itu hanyalah mitos belaka. Mereka adalah Wira Bintang Alvarya Wibisono dan Raihan Firdaus Haryono, yang baru-baru ini mengukir prestasi gemilang di kancah nasional.
Wira dan Raihan sukses meraih Juara 2 Tanding Kelas H Putra Tingkat Dewasa dalam ajang bergengsi Karawang Championship 2025. Kemenangan ini tidak hanya membawa pulang medali perak, tetapi juga mengharumkan nama kampus dan menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi tak terbatas di berbagai bidang. Ini adalah kisah tentang dedikasi, semangat juang, dan kebanggaan akan budaya bangsa.
Dua Mahasiswa STI Cyber University Gemparkan Arena Karawang Championship 2025
Karawang Championship 2025 bukanlah kejuaraan biasa yang bisa dianggap remeh. Ajang pencak silat bergengsi ini memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia, sebuah indikator betapa tingginya standar dan prestise kompetisi tersebut. Selama dua hari penuh, pada 8-9 November 2025, GOR Pranatayudha di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi saksi bisu pertarungan sengit para pesilat terbaik.
Dari berbagai penjuru Indonesia, atlet-atlet pilihan berkumpul untuk menguji kemampuan dan ketangguhan mereka di atas matras. Atmosfer kompetisi sangat terasa, dipenuhi sorak sorai penonton yang antusias dan semangat juang yang membara dari setiap peserta. Di tengah ketatnya persaingan itulah, Wira dan Raihan tampil memukau, menunjukkan kelas mereka di hadapan juri dan ribuan pasang mata yang terpana.
Bukan Sekadar Jago Coding, Ini Dedikasi Wira dan Raihan di Pencak Silat
Siapa sangka, di balik layar komputer dan algoritma yang rumit, Wira dan Raihan menyimpan semangat seorang pendekar sejati. Keduanya adalah anggota aktif Club Bela Diri Cyber University, sebuah wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat di luar akademik. Kemenangan ini adalah buah dari dedikasi dan kerja keras yang luar biasa, yang mungkin tidak banyak orang tahu.
Berbulan-bulan lamanya, mereka menjalani latihan intensif yang menguras fisik dan mental, jauh dari kenyamanan meja belajar. Mulai dari penguasaan teknik dasar pencak silat, strategi bertarung yang cerdas, hingga peningkatan stamina dan kelincahan, semua ditempa dengan disiplin tinggi dan pantang menyerah. Setiap pukulan, tendangan, dan tangkisan yang mereka tampilkan di arena adalah hasil dari ribuan jam latihan yang tak kenal lelah, bahkan seringkali mengorbankan waktu luang mereka.
Penampilan mereka di Karawang Championship 2025 benar-benar memukau dan sulit dilupakan. Dengan semangat juang yang membara dan teknik bertarung yang mumpuni, Wira dan Raihan berhasil menaklukkan lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah yang memiliki pengalaman lebih banyak. Mereka tidak hanya bertarung dengan kekuatan fisik, tetapi juga dengan kecerdasan strategi yang terasah, menunjukkan bahwa otak dan otot bisa bekerja sama dengan sempurna.
Piala Kemenbud RI: Bukti Kehebatan Pesilat Muda Indonesia
Meraih posisi Juara 2 di kejuaraan sekelas Karawang Championship 2025 dengan memperebutkan Piala Kemenbud RI adalah pencapaian yang patut diacungi jempol setinggi-tingginya. Ini bukan hanya sekadar medali yang bisa dipajang, melainkan pengakuan atas kualitas dan potensi pesilat muda Indonesia di kancah nasional. Keberhasilan Wira dan Raihan menegaskan bahwa generasi penerus bangsa memiliki kemampuan untuk berprestasi di kancah nasional, bahkan berpotensi menembus level internasional.
Pencak silat sendiri merupakan warisan budaya tak benda yang sangat berharga dan harus terus dilestarikan oleh setiap generasi. Melalui kompetisi seperti ini, semangat untuk menjaga dan mengembangkan seni bela diri asli Indonesia tetap menyala di kalangan generasi muda. Wira dan Raihan telah menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya ini, sekaligus membuktikan bahwa seni bela diri dapat bersanding harmonis dengan kemajuan teknologi yang pesat.
Dukungan Penuh Cyber University: Membentuk Lulusan Unggul Berkarakter
Prestasi gemilang Wira dan Raihan tentu tidak lepas dari dukungan penuh pihak kampus yang visioner. Neneng Rachmalia Feta, Ketua Prodi STI Cyber University, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa mahasiswanya. Beliau menegaskan komitmen universitas untuk mendukung pengembangan mahasiswa di berbagai bidang, tidak hanya akademik semata.
"Kami sangat mendukung mahasiswa untuk terus berkembang tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga pada bidang olahraga dan kebudayaan," ujar Neneng Rachmalia Feta dengan bangga. Pernyataan ini menunjukkan visi Cyber University yang holistik, di mana pembentukan karakter dan pengembangan bakat non-akademik dianggap sama pentingnya dengan keunggulan intelektual. Mereka percaya bahwa pendidikan sejati adalah tentang mengembangkan seluruh potensi individu.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Cyber University mampu membawa nilai-nilai luhur budaya bangsa ke panggung kompetisi yang ketat. Disiplin, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa adalah nilai-nilai karakter yang dijunjung tinggi oleh kampus. Pencak silat, sebagai seni bela diri asli Indonesia, menjadi wadah ideal untuk membentuk karakter-karakter tangguh dan berintegritas tersebut.
Fintech University yang Peduli Budaya Bangsa: Sebuah Komitmen Nyata
Cyber University dikenal luas sebagai "The First Fintech University in Indonesia," sebuah identitas yang menempatkannya di garis depan inovasi teknologi keuangan. Namun, predikat ini tidak membuat mereka melupakan akar budaya bangsa yang kaya. Justru sebaliknya, Cyber University menunjukkan komitmen kuat dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul di bidang teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berperan aktif dalam pelestarian budaya di era digital.
Di tengah gempuran digitalisasi yang masif, melestarikan pencak silat menjadi semakin relevan dan krusial. Ini bukan hanya tentang mempertahankan tradisi lama, tetapi juga tentang menanamkan identitas dan nilai-nilai luhur kepada generasi muda yang akan memimpin masa depan. Cyber University melihat bahwa teknologi dan budaya bisa berjalan beriringan, bahkan saling memperkuat dalam menciptakan inovasi yang berakar pada nilai-nilai luhur.
Bayangkan saja, seorang ahli teknologi keuangan yang juga menguasai seni bela diri tradisional dengan segala filosofinya. Ini adalah perpaduan yang unik, langka, dan sangat berharga di era modern yang membutuhkan pemimpin yang seimbang. Lulusan seperti Wira dan Raihan akan menjadi duta yang sempurna, menunjukkan bahwa kecanggihan teknologi bisa bersanding harmonis dengan kekayaan budaya bangsa, menciptakan pribadi yang utuh dan berdaya saing global.
Inspirasi untuk Generasi Muda: Keseimbangan Akademik dan Non-Akademik
Kisah Wira dan Raihan adalah sebuah inspirasi besar yang patut dicontoh bagi mahasiswa lainnya di seluruh Indonesia. Prestasi mereka membuktikan bahwa dengan dedikasi dan kerja keras, seseorang bisa berprestasi di berbagai bidang, tidak terbatas pada jurusan kuliah yang diambil. Ini adalah ajakan untuk tidak takut mengeksplorasi minat dan bakat di luar zona nyaman akademik, karena potensi diri seringkali tersembunyi di sana.
Di era yang serba kompetitif ini, memiliki keahlian ganda atau "multi-talented" menjadi nilai tambah yang signifikan di mata dunia kerja. Mahasiswa yang mampu menyeimbangkan kegiatan akademik dengan kegiatan non-akademik, seperti olahraga atau seni, cenderung memiliki pribadi yang lebih matang, disiplin, dan memiliki kemampuan manajemen waktu yang sangat baik. Keseimbangan ini membentuk individu yang lebih resilient dan adaptif.
Prestasi di bidang non-akademik seperti pencak silat juga menunjukkan kemampuan bersaing yang tinggi dan mentalitas juara. Ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga tentang belajar menghadapi tekanan, menerima kekalahan dengan lapang dada, dan terus berjuang untuk menjadi lebih baik. Keterampilan-keterampilan ini sangat relevan dan dibutuhkan di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari, membentuk pemimpin masa depan yang tangguh.
Masa Depan Cerah bagi Sang Juara dan Kampus Inovatif
Keberhasilan Wira dan Raihan diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa Cyber University lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Nama kampus semakin dikenal luas, tidak hanya sebagai pusat pendidikan teknologi keuangan yang inovatif, tetapi juga sebagai institusi yang peduli terhadap pengembangan karakter dan pelestarian budaya. Ini adalah citra yang sangat positif dan inspiratif.
Bagi Wira dan Raihan sendiri, prestasi ini membuka banyak pintu kesempatan dan pengakuan. Mereka tidak hanya akan dikenang sebagai mahasiswa berprestasi, tetapi juga sebagai teladan bagi teman-teman dan adik kelas mereka. Siapa tahu, ke depan mereka bisa menjadi atlet pencak silat profesional, atau bahkan menggabungkan keahlian teknologi mereka untuk memajukan seni bela diri di era digital, misalnya dengan aplikasi pelatihan atau analisis performa.
Cyber University terus menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang holistik, yang tidak hanya siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang dinamis, tetapi juga memiliki integritas dan kecintaan terhadap budaya bangsanya. Kisah Wira dan Raihan adalah babak baru dalam perjalanan kampus ini, sebuah bukti nyata bahwa inovasi dan tradisi bisa berjalan seiringan demi masa depan yang lebih baik, lebih cerah, dan penuh makna.


















