banner 728x250

Bukan Cuma Curhat Biasa! Unima Bikin Aplikasi Diary Online, Senjata Ampuh Lawan Bullying di Sekolah Tondano

bukan cuma curhat biasa unima bikin aplikasi diary online senjata ampuh lawan bullying di sekolah tondano portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia pendidikan terus berinovasi, terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. Di Tondano, sebuah terobosan menarik baru saja diluncurkan oleh tim dosen Universitas Negeri Manado (Unima). Mereka memperkenalkan sebuah aplikasi unik yang siap menjadi garda terdepan dalam memerangi bullying.

Apa Itu ‘Diary Online’ Anti-Bullying Ini?

banner 325x300

Inovasi ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unima yang berfokus pada penguatan ekosistem sekolah ramah anak. Program ini tidak hanya sekadar seminar, melainkan pengembangan dan penerapan sebuah aplikasi bernama "Diary Online."

Aplikasi ini dirancang khusus sebagai media pencegahan bullying yang terintegrasi dengan pembelajaran berbasis kompetensi sosial-emosional. Bayangkan, sebuah platform digital di mana siswa bisa mengekspresikan diri dan perasaannya secara aman, sekaligus belajar mengelola emosi mereka.

Tim Hebat di Balik Layar

Kegiatan penting ini berlangsung di MTsS Plus Tarbiyah Tondano pada Jumat, 31 Oktober 2025, dan diikuti oleh 11 guru antusias. Dipimpin oleh Hamsah, S.Pd., M.Pd., seorang dosen Pendidikan Sosiologi Unima, tim ini adalah kolaborasi lintas disiplin ilmu yang solid.

Ada Sondy Compvid Kumajas, ST., MT. dari Teknik Informatika yang bertanggung jawab pada aspek teknis aplikasi dan memastikan semuanya berjalan lancar. Kemudian, Fatima HS., SH., MH. dari Ilmu Hukum yang memastikan aspek legalitas, etika, dan perlindungan data siswa, serta dua mahasiswa Pendidikan Sosiologi yang turut berkontribusi aktif dalam riset dan implementasi.

Mengapa Aplikasi Diary Online Penting untuk Pencegahan Bullying?

Bullying masih menjadi momok menakutkan di banyak sekolah, meninggalkan luka fisik dan psikis yang mendalam bagi korbannya. Seringkali, korban merasa takut atau malu untuk berbicara, membuat kasus bullying sulit terdeteksi dan tertangani oleh pihak sekolah. Di sinilah peran "Diary Online" menjadi krusial.

Aplikasi ini menyediakan ruang aman dan rahasia bagi siswa untuk mencatat pengalaman, perasaan, atau bahkan insiden bullying yang mereka alami atau saksikan. Dengan begitu, guru atau konselor sekolah bisa mendapatkan informasi berharga tanpa siswa harus menghadapi langsung pelaku atau rasa takut di depan umum. Ini adalah langkah revolusioner dalam mendeteksi masalah lebih awal.

Integrasi dengan Pembelajaran Sosial-Emosional

Keunggulan lain dari aplikasi ini adalah integrasinya dengan pembelajaran berbasis kompetensi sosial-emosional. Ini bukan hanya tentang melaporkan, tetapi juga tentang membantu siswa memahami dan mengelola emosi mereka sendiri secara lebih baik.

Melalui fitur-fitur interaktif, siswa diajak untuk merefleksikan pengalaman, mengidentifikasi perasaan, dan mengembangkan empati terhadap sesama. Ini adalah langkah proaktif untuk membangun karakter siswa yang lebih tangguh dan berempati, sehingga mereka tidak hanya menjadi korban atau pelaku, tetapi juga agen perubahan positif di lingkungan sekolah.

Sekolah Ramah Anak: Kebutuhan Mendesak di Era Modern

Narasumber utama dalam kegiatan ini, Ismail, S.Pd., M.Hum. dari Unima, menekankan pentingnya penguatan ekosistem sekolah ramah anak. Konsep ini bukan sekadar slogan, melainkan filosofi yang menempatkan anak sebagai subjek utama pendidikan dengan segala hak dan kebutuhannya.

Hamsah, selaku ketua tim, menegaskan bahwa sekolah harus lebih dari sekadar tempat belajar akademik. "Sekolah adalah ruang tumbuh kembang anak yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan," ujarnya. Pernyataan ini menjadi landasan utama mengapa aplikasi "Diary Online" ini sangat relevan dan dibutuhkan.

Membangun Lingkungan Belajar yang Positif

Sekolah ramah anak berarti setiap elemen di dalamnya, mulai dari guru, staf, hingga lingkungan fisik, mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh. Ini mencakup kebijakan anti-bullying yang jelas, mekanisme pelaporan yang mudah diakses, serta dukungan psikologis bagi siswa yang membutuhkan.

Aplikasi "Diary Online" menjadi salah satu alat konkret untuk mewujudkan visi ini. Dengan adanya platform digital ini, sekolah dapat lebih proaktif dalam mendeteksi potensi masalah, memberikan intervensi dini, dan menciptakan budaya sekolah yang lebih inklusif dan suportif bagi semua siswa.

Respon Positif dari Para Guru

Program ini mendapat sambutan hangat dan antusias dari para guru MTsS Plus Tarbiyah Tondano. Fitriawati Lababa, M.Pd., Ketua kelompok guru, mengungkapkan apresiasinya yang mendalam. "Kegiatan ini sangat membantu kami, para guru, untuk memahami kondisi sosial-emosional siswa secara lebih mendalam," katanya.

Ia menambahkan bahwa aplikasi ini bukan hanya alat, tetapi juga solusi nyata untuk memperkuat budaya sekolah yang ramah dan inklusif. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dirasakan siswa, guru dapat memberikan bimbingan yang lebih personal, relevan, dan efektif, sehingga setiap siswa merasa didengar dan dihargai.

Visi Besar di Balik Pendanaan: Riset untuk Masyarakat

Kegiatan PKM ini bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari pendanaan bergengsi dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). DPPM berada di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong hasil riset perguruan tinggi agar tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Inovasi seperti "Diary Online" adalah bukti nyata bagaimana akademisi bisa berkontribusi langsung pada masalah-masalah sosial yang mendesak di tengah masyarakat.

Masa Depan Pendidikan di Era Digital: Lebih Aman, Lebih Peduli

Kehadiran aplikasi "Diary Online" di MTsS Plus Tarbiyah Tondano membuka lembaran baru dalam upaya pencegahan bullying di Indonesia. Ini adalah contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung perkembangan holistik siswa.

Diharapkan, keberhasilan program ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia untuk mengadopsi pendekatan serupa. Dengan kolaborasi yang erat antara akademisi, guru, siswa, dan dukungan pemerintah, mimpi tentang sekolah yang benar-benar ramah anak, bebas bullying, dan penuh empati bisa segera terwujud. Mari bersama-sama menciptakan masa depan pendidikan yang lebih cerah dan peduli!

banner 325x300