Pernah gak sih kamu bertanya-tanya, kenapa berita dari media A selalu nongol duluan di Google News, sementara berita dari media B yang gak kalah bagus malah tenggelam? Jangan khawatir, kamu gak sendirian! Fenomena ini bukan cuma soal keberuntungan, tapi ada strategi jitu di baliknya. Ilona Juwita, Cofounder dan CEO Props, punya bocoran penting yang bisa bikin konten beritamu ‘auto trending’ di Google News.
Google News adalah salah satu platform paling powerful untuk menyebarkan informasi dan menjangkau audiens yang luas. Namun, agar beritamu bisa tayang dan bersaing di sana, ada sejumlah syarat dan trik yang harus kamu perhatikan. Mulai dari ketepatan waktu, relevansi topik, hingga kualitas penulisan, semuanya berperan penting.
Yuk, kita bedah satu per satu rahasia di balik kesuksesan berita yang viral di Google News!
1. Kecepatan adalah Kunci: Timeliness yang Gak Bisa Ditawar
Kenapa kecepatan itu penting banget? Bayangin aja, ada kejadian besar yang baru aja terjadi, misalnya gempa bumi atau pengumuman penting dari pemerintah. Pembaca pasti langsung nyari informasinya secepat kilat. Kalau beritamu muncul paling awal, kamu udah selangkah di depan dan jadi rujukan pertama.
Google News sangat menghargai timeliness atau ketepatan waktu publikasi. Ini bukan cuma soal jadi yang pertama, tapi juga soal memenuhi dahaga informasi pembaca yang instan. Semakin cepat sebuah berita dipublikasikan, semakin besar peluangnya muncul di top story Google News.
Untuk itu, redaksi harus punya sistem yang cekatan. Mulai dari memantau isu breaking news 24/7, menyiapkan notifikasi internal yang efektif, sampai proses editing dan publishing yang super cepat. Semakin real time beritamu tayang, semakin besar peluangnya nangkring di jajaran berita teratas. Jangan sampai kalah cepat sama media lain!
2. Konten Harus Nyambung: Relevansi Topik yang Mengena
Selain cepat, beritamu juga harus nyambung sama apa yang lagi dicari dan dibicarakan banyak orang. Ini yang disebut relevansi. Google News dirancang untuk menyajikan informasi yang paling sesuai dengan minat penggunanya. Jadi, kalau beritamu mengangkat topik yang lagi hype atau jadi isu sentral di masyarakat, peluangnya buat muncul di feed pembaca makin besar.
Lakukan riset tren secara berkala, pantau media sosial untuk melihat apa yang sedang jadi trending topic, dan pahami demografi audiensmu. Apa yang lagi mereka pedulikan? Isu apa yang sedang jadi bahan obrolan di warung kopi sampai di forum online?
Konten yang relevan itu ibarat magnet, menarik perhatian pembaca secara alami. Ini juga membangun kepercayaan, karena pembaca merasa kamu selalu menyediakan informasi yang mereka butuhkan saat itu juga.
3. Populer dan Selalu Baru: Prominence & Freshness
Prominence: Seberapa Penting Isu Beritamu?
Faktor lain yang diperhitungkan adalah prominence atau popularitas topik. Semakin banyak orang mencari atau membicarakan suatu isu, semakin tinggi nilai prominence-nya di mata Google. Berita tentang selebriti yang lagi viral, kebijakan pemerintah yang kontroversial, atau fenomena alam yang langka, biasanya punya prominence tinggi.
Ini adalah sinyal bagi Google bahwa topik tersebut penting dan harus ditampilkan ke banyak orang. Jadi, saat memilih topik, pertimbangkan juga seberapa besar daya tariknya bagi khalayak luas.
Freshness: Jangan Biarkan Beritamu Kadaluarsa
Jangan salah, berita yang sudah tayang pun masih bisa "hidup" lebih lama kalau kamu tahu triknya. Freshness berarti kontenmu terus diperbarui seiring perkembangan isu. Misalnya, ada kasus yang sedang berjalan, kamu bisa terus update dengan informasi terbaru, wawancara narasumber baru, atau sudut pandang yang berbeda.
Konten yang terus segar dan berkembang akan punya peluang lebih besar untuk bertahan di jajaran berita populer dan tidak cepat tenggelam. Ini menunjukkan bahwa kamu adalah sumber informasi yang dinamis dan selalu mengikuti perkembangan.
4. Dekat dengan Pembaca: Kekuatan Berita Lokal
Meskipun dunia serba global, banyak orang yang masih sangat peduli dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Jangan remehkan kekuatan berita lokal! Berita yang fokus pada wilayah tertentu punya daya tarik tersendiri. Ini bisa jadi strategi ampuh untuk menjangkau pembaca di area tersebut dan membangun loyalitas.
Google News seringkali menampilkan berita berdasarkan lokasi pengguna. Jadi, kalau kamu punya konten lokal yang kuat dan spesifik, kamu bisa jadi sumber informasi utama bagi komunitasmu. Ini juga membantu membangun identitas media yang kuat di wilayah tertentu.
5. Bikin Mata Betah: Optimasi Multimedia
Di era digital ini, teks saja kadang gak cukup. Pembaca modern suka konten yang visual dan interaktif. Makanya, optimasi multimedia itu penting banget! Foto, video, infografis, bahkan podcast bisa bikin beritamu makin menarik dan mudah dicerna. Pastikan semua elemen multimedia ini punya kualitas terbaik dan relevan dengan isi berita.
Jangan cuma asal tempel. Beri caption yang deskriptif pada foto, gunakan thumbnail video yang menarik dan relevan, serta pastikan file size multimedia tidak terlalu besar agar loading halaman tetap cepat. Ingat, setiap platform punya cara berbeda dalam menampilkan multimedia, jadi sesuaikan agar visibilitas beritamu maksimal.
6. Judul Penentu Segalanya: Strategi Penulisan Judul yang Clickable
Judul itu ibarat etalase toko. Kalau etalasenya gak menarik, siapa yang mau mampir? Ilona Juwita menekankan, judul adalah penentu besar dalam peringkat pencarian. Panjang idealnya 60-70 karakter, dengan batas maksimal 110 karakter. Yang paling penting, letakkan topik utama di bagian kiri atau awal judul. Ini membantu Google dan pembaca langsung paham inti beritamu.
Untuk bikin orang penasaran dan ngeklik (alias CTR booster), kamu bisa pakai positive clickbait. Maksudnya, judul yang memancing rasa ingin tahu tapi tetap jujur dan gak menyesatkan. Hindari clickbait murahan yang cuma bikin kecewa. Judul yang memicu diskusi publik, biasanya juga punya performa bagus di media sosial dan disukai Google Discover.
7. Bikin Pembaca Betah: Struktur Artikel yang Optimal
Artikel yang bagus bukan cuma soal isi, tapi juga cara penyajiannya. Struktur artikel yang optimal itu ibarat peta jalan bagi pembaca. Pastikan tulisanmu komprehensif, jelas, dan menarik. Ilona menyarankan panjang artikel di atas 500 kata. Kenapa? Karena Google suka konten yang mendalam dan informatif.
Gunakan kalimat-kalimat pendek agar mudah dipahami, pecah paragraf menjadi bagian-bagian kecil (seperti yang kamu baca sekarang!), dan gunakan subjudul untuk memecah teks. Ini akan membuat pembaca betah berlama-lama di artikelmu, yang juga jadi sinyal positif bagi Google.
8. Fokus pada Pembaca: People-First Content & E-E-A-T
Ini adalah filosofi terbaru Google: people-first content. Artinya, kontenmu harus benar-benar dibuat untuk manusia, bukan cuma buat robot mesin pencari. Google semakin pintar membedakan mana konten yang berkualitas dan mana yang cuma diisi keyword doang. Konten yang baik harus menunjukkan keahlian penulis, punya fokus yang jelas, dan yang paling penting, memberikan manfaat nyata bagi pembaca.
Tanyakan pada dirimu, "Apa yang akan didapatkan pembaca setelah membaca artikel ini?" Apakah mereka merasa lebih tercerahkan, terhibur, atau mendapatkan solusi? Jika pembaca merasa puas dan mendapatkan informasi yang mereka cari, berarti kamu sudah berhasil menciptakan people-first content. Ini juga erat kaitannya dengan konsep E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) yang sangat ditekankan Google untuk konten berkualitas tinggi.
9. Jangan Lupakan Teknis: Optimasi SEO untuk Google News
Selain semua tips di atas, ada satu lagi aspek yang sering terlewat tapi krusial: optimasi teknis. Google News punya "pintu masuk" khusus yang harus kamu siapkan. Pastikan situsmu punya sitemap khusus untuk berita (news sitemap) yang selalu up-to-date. Ini membantu Google merayapi dan mengindeks beritamu lebih cepat dan efisien.
Perhatikan juga schema markup untuk artikel berita. Ini adalah kode khusus yang membantu Google memahami jenis kontenmu dan menampilkannya dengan lebih kaya di hasil pencarian. Kecepatan loading situs (page speed) juga sangat penting. Pembaca zaman sekarang gak sabar menunggu, jadi pastikan situsmu ringan dan responsif di berbagai perangkat, baik desktop maupun mobile.
Dengan memahami dan menerapkan semua strategi ini, peluang beritamu untuk tayang di fitur Google News akan jauh lebih besar. Ingat, ini bukan cuma soal algoritma, tapi juga soal menyajikan informasi berkualitas yang benar-benar bermanfaat bagi pembaca. Jadi, siap bikin kontenmu ‘auto trending’ di Google News? Yuk, mulai sekarang!


















