Dua mahasiswa semester 5 Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM), Cikal Pustiprayata Rusmawati dan Ryanee, baru-baru ini membuat gebrakan yang patut diacungi jempol. Mereka berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Hibah Pendanaan 2025, sebuah kesempatan emas untuk mengaplikasikan ilmu langsung di lapangan. Bukan sekadar teori, Cikal dan Ryanee membuktikan bahwa sentuhan digital bisa jadi kunci sukses UMKM.
Melalui program bergengsi ini, keduanya tak hanya berkesempatan berkolaborasi langsung dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga memberikan kontribusi nyata. Mereka membantu meningkatkan penjualan UMKM secara signifikan, berbekal pendekatan digital yang inovatif dan terbukti efektif. Ini adalah bukti nyata bagaimana generasi muda bisa menjadi agen perubahan ekonomi.
Mengubah Wajah UMKM dengan Sentuhan Digital
Dari Kelas ke Lapangan: Kisah Inspiratif Cikal dan Ryanee
Cikal dan Ryanee, dua nama yang kini menjadi inspirasi, menunjukkan bahwa bangku kuliah bukan hanya tentang buku dan ujian. Dengan semangat membara, mereka terjun langsung ke dunia nyata, membawa bekal ilmu Bisnis Digital yang mereka pelajari di UNM. Kisah mereka adalah cerminan visi UNM untuk mencetak lulusan yang tak hanya cerdas, tetapi juga adaptif dan berdampak.
Program PKM ini menjadi jembatan bagi mereka untuk mengimplementasikan teori menjadi praktik. Mereka melihat langsung tantangan yang dihadapi UMKM dan merumuskan solusi digital yang tepat sasaran. Ini adalah pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan dari sekadar membaca buku teks.
Jurus Ampuh Digitalisasi UMKM: Desain, Website, dan Konten
Kegiatan yang dijalankan Cikal dan Ryanee mencakup berbagai aspek krusial dalam digitalisasi UMKM. Pertama, mereka fokus pada perbaikan desain kemasan produk. Tujuannya jelas, agar produk UMKM tampil lebih menarik, profesional, dan mampu bersaing di pasar yang semakin ketat.
Selanjutnya, mereka membangun website sederhana. Bukan cuma sekadar halaman statis, website ini dirancang sebagai media promosi dan penjualan online yang efektif, membuka gerbang pasar yang lebih luas bagi UMKM. Terakhir, mereka memberikan pelatihan intensif pembuatan konten digital, membekali para pelaku UMKM dengan kemampuan untuk memperkuat branding produk mereka di media sosial. Hasilnya? Omzet langsung melejit!
Pengalaman Berharga yang Mengasah Mental Industri
Bukan Sekadar Teori: Implementasi Ilmu Bisnis Digital
Cikal Pustiprayata Rusmawati mengungkapkan rasa bangganya bisa terjun langsung membantu UMKM. "Saya senang sekaligus bangga bisa menerapkan ilmu yang dipelajari di kelas untuk membantu UMKM berkembang," ujarnya dengan antusias. Baginya, melihat langsung hasil kerja kerasnya adalah kepuasan tersendiri.
"Apalagi kami bisa melihat langsung hasilnya, mulai dari kemasan yang lebih profesional hingga produk mereka dikenal lewat media sosial," tambah Cikal. Pengalaman ini membuktikan bahwa ilmu yang didapat di kampus memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Ini bukan lagi sekadar tugas, melainkan kontribusi nyata.
Hal senada juga disampaikan oleh Ryanee. Menurutnya, pengalaman berkolaborasi dengan UMKM ini membuatnya semakin percaya diri menghadapi dunia industri yang kompetitif. "Berkolaborasi dengan UMKM membuat saya sadar, keahlian digital yang kami pelajari memang sangat dibutuhkan," tuturnya.
Ryanee merasa lebih termotivasi untuk terus mengasah kemampuannya. "Saya jadi lebih semangat untuk terus mengasah kemampuan dalam digital marketing dan manajemen bisnis," imbuhnya. Pengalaman ini tak hanya menambah portofolio, tetapi juga membentuk mental profesional yang siap menghadapi tantangan.
Komitmen UNM Mencetak Lulusan Berdaya Saing Global
Program Unggulan IEP 3+1: Jembatan Menuju Dunia Kerja
Lia Mazia, Kaprodi Bisnis Digital UNM, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterlibatan aktif mahasiswa dalam program PKM ini. "Kami bangga melihat mahasiswa Prodi Bisnis Digital UNM tak hanya belajar teori di kelas, juga mampu mengimplementasikan ilmu langsung di lapangan," jelasnya. Ini sejalan dengan visi UNM sebagai Kampus Digital Bisnis.
Visi tersebut adalah mencetak lulusan yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi. Lia menambahkan bahwa mahasiswa Prodi Bisnis Digital UNM juga mendapat dukungan penuh dari program unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1. Skema ini memungkinkan mahasiswa menempuh tiga tahun kuliah di kampus dan satu tahun penuh magang profesional di perusahaan ternama.
"Dengan PKM dan skema IEP 3+1, mahasiswa tidak hanya mendapat pengalaman akademik, juga kesempatan membangun jejaring profesional," terang Lia. Program-program ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan industri. Lebih dari itu, mereka juga diharapkan mampu berkontribusi nyata pada masyarakat dan pembangunan ekonomi.
Inspirasi untuk Generasi Muda: Berdampak Nyata bagi Negeri
Kisah sukses Cikal dan Ryanee diharapkan menjadi inspirasi berharga bagi mahasiswa lain di seluruh Indonesia. Ini adalah panggilan untuk terus aktif dalam kegiatan pengabdian, penelitian, dan inovasi yang memberi dampak langsung. Terutama, bagi pengembangan sektor UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.
Pengalaman mereka menunjukkan bahwa dengan bekal ilmu yang tepat dan semangat untuk berkontribusi, mahasiswa bisa menjadi agen perubahan yang powerful. Mereka membuktikan bahwa digitalisasi bukan hanya milik perusahaan besar, tetapi juga bisa menjadi kunci sukses bagi UMKM, membawa mereka ke level selanjutnya. Mari bersama-sama membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berdaya saing!


















