Siapa bilang mahasiswa cuma bisa berkutat dengan buku dan tugas kuliah? Ahmad Fathurohman, seorang mahasiswa Program Studi Informatika dari Universitas Nusa Mandiri (UNM), membuktikan sebaliknya. Ia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menembus program magang sebagai Golang Fullstack Developer Intern di PT Tribuana Global Grup, sebuah perusahaan teknologi nasional terkemuka.
Kisah sukses Ahmad ini bukan hanya sekadar cerita pribadi, melainkan juga cerminan keberhasilan program Internship Experience Program (IEP) 3+1 yang digagas oleh Nusa Mandiri Career Center (NCC) UNM. Program ini dirancang khusus untuk mencetak talenta digital unggul yang siap bersaing di industri 4.0. Sejak 1 September 2025 hingga Februari 2026, Ahmad akan menjalani pengalaman berharga yang tak ternilai di dunia profesional.
Dari Kampus Digital Bisnis ke Dunia Profesional: Kisah Inspiratif Ahmad Fathurohman
Universitas Nusa Mandiri, yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, memang berkomitmen penuh untuk membekali mahasiswanya dengan keterampilan relevan. Ahmad Fathurohman adalah salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut. Dengan minat yang kuat di bidang pemrograman dan hobi olahraga, ia menunjukkan bahwa keseimbangan antara akademik dan pengembangan diri sangatlah penting.
Perannya sebagai Golang Fullstack Developer Intern di PT Tribuana Global Grup adalah posisi yang sangat strategis di era digital ini. Bahasa pemrograman Golang dikenal efisien dan banyak digunakan untuk membangun sistem backend berskala besar, sementara peran fullstack menuntut pemahaman menyeluruh dari sisi frontend hingga backend. Ini adalah kesempatan emas bagi Ahmad untuk mengasah kemampuannya secara maksimal.
Proses Seleksi Ketat yang Berbuah Manis
Untuk bisa menembus pintu PT Tribuana Global Grup, Ahmad harus melewati serangkaian proses seleksi yang tidak main-main. Tahapannya meliputi administrasi yang ketat, tes coding yang menguji kemampuan teknis, hingga wawancara mendalam yang menggali potensi dan kepribadiannya. Persaingan yang ketat ini menunjukkan bahwa hanya mereka yang benar-benar siap yang bisa melangkah maju.
"Alhamdulillah, pengalaman project pribadi serta dasar pemrograman yang saya pelajari di kampus membuat saya bisa diterima," ungkap Ahmad dengan penuh syukur. Pengakuannya ini menegaskan bahwa bekal dari kampus, ditambah inisiatif pribadi untuk mengerjakan proyek-proyek mandiri, menjadi kunci utama keberhasilannya. Ini adalah pelajaran berharga bagi mahasiswa lain untuk tidak hanya mengandalkan materi kuliah.
Bukan Sekadar Teori: Pengalaman Nyata di Balik Layar
Sebelum meraih kesempatan magang ini, Ahmad juga telah mengukir prestasi nasional bersama timnya. Mereka berhasil memenangkan Best Capstone Project dalam Coding Camp DBS Foundation 2025 melalui proyek bernama Jobrise. Prestasi ini bahkan sempat diliput oleh media besar seperti Tribunnews, Republika, dan Cahaya Bangsa, menunjukkan kualitas dan inovasi yang ia miliki.
Selama magang di PT Tribuana Global Grup, Ahmad dipercaya dengan berbagai tanggung jawab penting. Ia terlibat dalam pengembangan fitur baru pada aplikasi berbasis Golang, membuat dan mengoptimalkan API, serta mendesain database PostgreSQL. Selain itu, ia juga bertugas melakukan bug fixing dan berkolaborasi aktif dengan tim untuk mengintegrasikan frontend dan backend.
Ahmad menilai bahwa mata kuliah yang ia ambil di UNM sangat relevan dan membantu dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. Mata kuliah seperti Pemrograman Web, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Pengembangan Sistem Berbasis Objek, memberikan fondasi yang kuat. "Konsep CRUD, relasi database, hingga model MVC menjadi bekal nyata yang terpakai," tambahnya, menyoroti betapa praktisnya ilmu yang ia dapatkan.
Ahmad Fathurohman Berbagi Kunci Sukses Lolos Magang Impian
Bagi kamu yang ingin mengikuti jejak Ahmad, ia dengan senang hati membagikan beberapa tips berharga. Ini adalah bocoran langsung dari sang ahli yang sudah merasakan pahit manisnya perjuangan menembus dunia profesional:
Pertama, siapkan CV yang relevan. Pastikan CV-mu tidak hanya mencantumkan riwayat pendidikan, tetapi juga menonjolkan keterampilan teknis, proyek-proyek yang pernah kamu kerjakan, dan pengalaman organisasi yang relevan dengan posisi yang dilamar.
Kedua, bangun portofolio sederhana. Portofolio ini bisa berupa proyek pribadi yang kamu kerjakan di luar kuliah, kontribusi pada proyek open source, atau bahkan website pribadi. Ini adalah bukti nyata kemampuanmu yang bisa dilihat langsung oleh perekrut.
Ketiga, jangan hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. Dunia teknologi sangat dinamis, dan kemampuan praktis jauh lebih dihargai. Cobalah berbagai framework, bahasa pemrograman, dan tools yang sedang tren.
Keempat, saat wawancara, tunjukkan antusiasme serta keinginan belajar yang tinggi. Perekrut tidak hanya mencari kandidat yang pintar, tetapi juga yang memiliki semangat juang dan kemauan untuk terus berkembang.
Terakhir, Ahmad menekankan pentingnya konsistensi dan pantang menyerah dalam belajar teknologi. "Belajar teknologi itu tidak ada habisnya. Kuncinya bukan hanya terus belajar, tapi konsisten dan pantang menyerah," ungkapnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan di dunia teknologi adalah maraton, bukan sprint.
Komitmen UNM Mencetak Talenta Digital Unggul
Keberhasilan Ahmad Fathurohman ini tidak lepas dari peran aktif Nusa Mandiri Career Center (NCC) UNM. Muhammad Faisal, Kepala NCC, menyatakan bahwa kisah Ahmad adalah bukti nyata komitmen mereka. "Keberhasilan Ahmad membuktikan komitmen NCC dalam mendukung mahasiswa mendapatkan pengalaman magang yang relevan dan mempersiapkan mereka menjadi talenta digital unggul di era industri 4.0," jelasnya.
Program IEP 3+1 UNM memang dirancang untuk menjembatani mahasiswa menuju kesuksesan karier di dunia kerja. Dengan memberikan kesempatan magang yang terstruktur dan relevan, UNM berharap setiap lulusannya siap menghadapi tantangan global. "Semoga kisah Ahmad menjadi bukti nyata keberhasilan program IEP 3+1 UNM dalam menjembatani mahasiswa menuju kesuksesan karier di dunia kerja," tutup Faisal, penuh harap.
Kisah Ahmad Fathurohman adalah inspirasi bagi kita semua, bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat, impian untuk berkarier di industri teknologi yang kompetitif bukanlah hal yang mustahil. Ia adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa bisa melampaui batas-batas kampus dan meraih pengalaman berharga yang akan membentuk masa depan mereka.


















