Kabar membanggakan datang dari kancah internasional, di mana dua mahasiswa berprestasi dari Cyber University berhasil menorehkan jejak gemilang. Mirakel Blessia RR dan Jovinta Putri Hapsari sukses melaju ke babak final ECTION 2.0, sebuah kompetisi bahasa Inggris tingkat Asia yang sangat bergengsi. Pencapaian ini tidak hanya mengharumkan nama universitas, tetapi juga menjadi bukti nyata potensi luar biasa generasi muda Indonesia di panggung global.
Pengumuman kelima finalis ini disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 22 September 2025. Acara tersebut disaksikan oleh ratusan peserta dari berbagai negara, dewan juri, serta tamu kehormatan, menambah semarak atmosfer persaingan yang ketat. Kini, Mirakel dan Jovinta akan bersaing memperebutkan gelar juara yang akan diumumkan secara resmi pada 27 September 2025 mendatang, membawa harapan besar bagi seluruh civitas akademika Cyber University.
Mengenal ECTION 2.0: Ajang Pembuktian Bakat Lintas Negara
ECTION 2.0 merupakan kompetisi bahasa Inggris tingkat Asia yang diinisiasi oleh kolaborasi apik antara English Club dan BEM Cyber University dengan Jakarta International School. Ajang ini dirancang khusus untuk menjadi wadah bagi para pelajar dan mahasiswa di seluruh Asia untuk menguji dan mengasah kemampuan berbahasa Inggris mereka secara komprehensif. Bukan sekadar adu cepat atau ketepatan, ECTION 2.0 menuntut peserta untuk menunjukkan penguasaan bahasa Inggris yang mendalam, baik dalam aspek lisan maupun tulisan.
Tahun ini, kompetisi tersebut menarik perhatian ribuan peserta dari berbagai institusi pendidikan terkemuka di Asia, menjadikannya salah satu turnamen paling dinanti. Para peserta harus melewati serangkaian seleksi ketat yang menguji kemampuan menulis esai, presentasi lisan, hingga pemahaman tata bahasa dan kosakata. Hanya mereka yang benar-benar unggul dan memiliki performa konsisten yang mampu melangkah maju ke babak selanjutnya.
Perjalanan Gemilang Mirakel dan Jovinta Menuju Puncak
Perjalanan Mirakel Blessia RR dan Jovinta Putri Hapsari menuju babak final bukanlah tanpa perjuangan. Mereka telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa sejak babak penyisihan, bersaing dengan talenta-talenta terbaik dari berbagai negara. Konsistensi mereka dalam setiap tahapan seleksi menjadi kunci utama keberhasilan ini, membuktikan bahwa persiapan matang dan semangat pantang menyerah adalah resep menuju kesuksesan.
Mirakel Blessia RR berhasil mencatatkan skor tertinggi di antara semua finalis dengan nilai impresif 80. Angka ini menjadi bukti dominasinya dalam penguasaan materi dan kemampuan presentasi yang memukau para juri. Sementara itu, Jovinta Putri Hapsari juga menunjukkan performa yang tak kalah cemerlang dengan perolehan skor 73, menempatkannya dalam jajaran lima besar finalis yang siap bertarung di babak puncak.
Kedua mahasiswa ini tidak hanya mewakili Cyber University, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Mereka akan berhadapan dengan Rifidelania Abimanyu dari Universitas Multimedia Nusantara (skor 77), serta dua wakil dari Universitas Teknologi Petronas, Malaysia, yaitu Muhammad Azhan bin Muhammad Nazam (skor 76,5) dan Arissa Farhana binti Haelmy (skor 74). Persaingan ketat ini menjanjikan babak final yang sangat menarik dan penuh ketegangan.
Di Balik Layar Penilaian: Standar Tinggi Juri Internasional
Kelima finalis terpilih berkat kemampuan luar biasa mereka dalam menulis karya tulis, presentasi, dan penguasaan bahasa Inggris yang mendalam. Proses penilaian dilakukan secara cermat oleh dewan juri yang terdiri dari para ahli bahasa dan akademisi terkemuka, termasuk Prof. Dana S. Saroso, PhD, yang dikenal memiliki standar penilaian yang sangat tinggi dan objektif. Setiap aspek dinilai secara detail, mulai dari struktur argumen, kejelasan penyampaian, hingga kefasihan dan akurasi gramatikal.
Para juri tidak hanya mencari peserta yang mampu berbicara bahasa Inggris dengan lancar, tetapi juga mereka yang dapat berpikir kritis, menyusun ide-ide kompleks, dan menyajikannya secara persuasif. Kemampuan menulis karya tulis yang koheren dan presentasi yang menarik adalah dua pilar utama yang menjadi penentu kelolosan. Ini menunjukkan bahwa ECTION 2.0 bukan sekadar menguji kemampuan bahasa, melainkan juga kecakapan berpikir dan berkomunikasi secara efektif.
Dukungan Penuh Cyber University: Lebih dari Sekadar Kompetisi
Rianti Rozalina, selaku pembina English Club Cyber University, turut hadir memberikan semangat dan motivasi kepada para finalis. Ia menekankan pentingnya terus mengasah kemampuan berbahasa Inggris, tidak hanya untuk kompetisi, tetapi juga sebagai bekal penting di era globalisasi. "Bahasa Inggris adalah kunci untuk membuka lebih banyak pintu kesempatan, baik dalam pendidikan maupun karier," ujarnya, memotivasi para mahasiswa untuk tidak pernah berhenti belajar.
Di sisi lain, Setiaji, Kepala Kampus Cyber University, mengungkapkan bahwa ECTION 2.0 memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar ajang kompetisi. "ECTION 2.0 tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi dan pengembangan diri lintas universitas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," jelas Setiaji dalam rilisnya pada Kamis, 25 September 2025. Ia menambahkan bahwa kegiatan rutin semacam ini bisa menjadi inspirasi dan daya tarik bagi penggiat bahasa Inggris di kalangan pelajar.
Pernyataan Setiaji menggarisbawahi komitmen Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia, untuk tidak hanya fokus pada bidang teknologi finansial, tetapi juga mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswanya di berbagai bidang, termasuk bahasa Inggris. Universitas percaya bahwa kemampuan berbahasa Inggris yang kuat akan melengkapi keahlian teknis mahasiswa, menjadikan mereka individu yang lebih kompeten dan siap bersaing di pasar kerja global.
Visi Masa Depan: Menginspirasi Generasi Muda Indonesia
Pengumuman babak penyisihan ECTION 2.0 x JIEFUNFEST 2025 ini merupakan bukti nyata dedikasi Cyber University dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik. Universitas tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademis, tetapi juga individu yang memiliki soft skill dan kemampuan adaptasi tinggi. Keberhasilan Mirakel dan Jovinta adalah cerminan dari lingkungan belajar yang suportif dan berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa.
Acara yang berlangsung dengan antusias ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan berpikir kritis. Di era digital yang semakin terhubung, penguasaan bahasa Inggris menjadi semakin krusial sebagai jembatan komunikasi antarbudaya dan akses terhadap informasi global. Kisah Mirakel dan Jovinta adalah pengingat bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, impian untuk bersinar di kancah internasional bukanlah hal yang mustahil.
Dengan babak final yang semakin dekat, seluruh mata kini tertuju pada 27 September 2025. Kita semua menantikan pengumuman juara dan berharap Mirakel Blessia RR atau Jovinta Putri Hapsari dapat membawa pulang gelar juara, menambah daftar panjang prestasi membanggakan bagi Cyber University dan Indonesia. Mari kita dukung terus para pahlawan bahasa Inggris kita!


















