banner 728x250

Bikin Bangga! 172 Ners FIK UMJ Lulus 100% dengan IPK Fantastis, Siap Jadi Pahlawan Kesehatan Masa Depan!

bikin bangga 172 ners fik umj lulus 100 dengan ipk fantastis siap jadi pahlawan kesehatan masa depan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Auditorium KH Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Rabu (22/10/2025) lalu. Sebanyak 172 lulusan Program Studi Profesi Ners dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) resmi mengucap sumpah profesi. Ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan penanda dimulainya babak baru bagi para calon garda terdepan kesehatan Indonesia.

Acara Angkat Sumpah Lulusan Program Studi Profesi Ners Tahun Akademik 2024-2025 ini menjadi bukti nyata komitmen FIK UMJ dalam mencetak tenaga keperawatan yang unggul. Dekan FIK UMJ, Dr. Yani Sofiani, M.Kep, Sp.KMB, secara langsung memimpin prosesi sakral ini, menandai kesiapan para lulusan untuk terjun langsung melayani masyarakat.

banner 325x300

Momen Sakral Angkat Sumpah: Awal Perjalanan Pahlawan Kesehatan

Prosesi angkat sumpah adalah momen krusial yang menegaskan dedikasi dan tanggung jawab seorang perawat. Di hadapan para pimpinan universitas, dosen, keluarga, dan tamu undangan, 172 lulusan ini berjanji untuk menjalankan profesi dengan integritas, etika, dan penuh empati. Sumpah ini bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan ikrar seumur hidup untuk mengabdi demi kesehatan sesama.

Momen ini menjadi puncak dari perjuangan panjang selama menempuh pendidikan profesi. Setiap lulusan membawa harapan besar untuk memberikan kontribusi terbaik di dunia kesehatan, menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi pasien dan komunitas.

Pencapaian Gemilang: Lulus 100% dengan IPK di Atas Rata-rata

Dalam laporannya, Dr. Yani Sofiani mengungkapkan kebanggaannya atas semangat dan ketekunan para lulusan. Mereka berhasil menyelesaikan pendidikan profesi selama dua semester atau satu tahun penuh dengan total 36 SKS yang padat. Ini menunjukkan dedikasi luar biasa yang patut diacungi jempol.

Yang lebih membanggakan lagi, seluruh lulusan dinyatakan kompeten berdasarkan hasil Uji Kompetensi Nasional Ners dengan tingkat kelulusan 100 persen. Ini bukan pencapaian kaleng-kaleng, lho! Angka sempurna ini menjadi cerminan kualitas pendidikan di FIK UMJ yang memang tidak main-main.

Tak hanya itu, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) para lulusan juga sangat fantastis. IPK tertinggi berhasil diraih dengan angka sempurna 4.00, sementara yang terendah pun masih sangat tinggi di 3.39. Rata-rata IPK keseluruhan mencapai 3.82, melampaui standar universitas. Ini membuktikan bahwa FIK UMJ berhasil mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara praktik, tetapi juga unggul secara akademik.

Kurikulum Unggulan dan Pengalaman Praktik yang Tak Tergantikan

Kesuksesan para lulusan ini tentu tidak lepas dari kurikulum yang komprehensif dan pengalaman praktik yang intensif. Selama menempuh pendidikan profesi, mahasiswa FIK UMJ menjalani praktik di berbagai fasilitas kesehatan terkemuka. Mereka ditempatkan di berbagai klinik dan komunitas, mendapatkan eksposur nyata terhadap beragam kasus dan kondisi pasien.

Praktik lapangan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang didapat di kelas, mengasah keterampilan klinis, dan mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal. Interaksi langsung dengan pasien dan tim medis di lingkungan kerja sesungguhnya membentuk mereka menjadi perawat yang adaptif dan siap menghadapi tantangan di lapangan.

Kolaborasi Erat dengan Mitra Kesehatan Ternama

Dr. Yani Sofiani juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh mitra praktik yang telah bekerja sama. Rumah sakit seperti RSIJ Cempaka Putih, RS Tarakan, RS Islam Sukapura, RS Pasar Rebo, RS Islam Jakarta Pondok Kopi, serta berbagai Puskesmas di wilayah DKI Jakarta, menjadi ladang ilmu bagi para calon ners.

Tak hanya itu, mereka juga terlibat dalam praktik di komunitas binaan, memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Kolaborasi erat ini sangat vital dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan jiwa sosial yang tinggi, siap bekerja di dunia keperawatan yang dinamis.

Pesan Inspiratif dari Pimpinan UMJ: Integritas dan Empati Adalah Kunci

Wakil Rektor I UMJ, Dr. Muhammad Hadi, SKM., M.Kes., dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan profesi keperawatan. Ia berharap para lulusan mampu menjadi perawat yang beretika, berkompeten, serta memiliki empati tinggi terhadap pasien. Pesan ini sangat relevan, mengingat profesi perawat adalah profesi mulia yang bersentuhan langsung dengan kemanusiaan.

"Jaga nama baik almamater dan profesi. Kompetensi bukan hanya soal kemampuan teknis, juga karakter dan sikap," pesan Dr. Hadi. Ia menegaskan bahwa dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga kesehatan yang tangguh, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa melayani yang tulus. Karakter dan sikap profesional adalah fondasi utama yang akan membedakan seorang perawat yang baik dengan yang luar biasa.

Tantangan dan Peluang untuk Generasi Z di Dunia Keperawatan

Dr. Hadi juga memberikan nasihat khusus untuk generasi muda, khususnya lulusan Gen Z. Ia berpesan agar mereka tidak mudah menyerah dan terus berjuang menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Dunia kesehatan terus berkembang pesat, menuntut para profesional untuk terus belajar dan beradaptasi.

Perawat Gen Z diharapkan tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki resiliensi tinggi dalam menghadapi tekanan dan perubahan. Mereka adalah harapan bangsa untuk membawa inovasi dan semangat baru dalam pelayanan kesehatan, menghadapi berbagai isu kesehatan global dengan sigap dan cerdas.

Kisah Inspiratif Meisya Adelina Dewanti: Raih IPK Sempurna dan Berbagi Motivasi

Di antara 172 lulusan yang membanggakan, ada satu nama yang berhasil mencuri perhatian: Ns. Meisya Adelina Dewanti, S.Kep. Ia meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK sempurna 4.00. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan patut menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Dalam wawancara singkat, Meisya menyampaikan rasa syukur dan bangganya. "Terima kasih kepada UMJ, khususnya para dosen FIK, yang telah membimbing dan membina kami selama lima tahun, empat tahun S1 dan satu tahun profesi," ujarnya. Ia mengakui bahwa banyak pengalaman berharga yang didapatkan, baik di kelas maupun di lapangan, yang membentuknya menjadi pribadi yang lebih baik dan profesional.

Jangan Cepat Puas, Terus Belajar dan Berproses!

Meisya juga tidak lupa memberikan pesan inspiratif kepada rekan-rekannya sesama lulusan. Ia mengingatkan agar tidak cepat puas dengan hasil yang telah diperoleh. "Teruslah belajar dan berproses. Kalau gagal, jangan menyerah, masa muda adalah waktu untuk belajar dari kegagalan," tegasnya.

Pesan ini sangat penting, mengingat perjalanan seorang perawat tidak berhenti setelah angkat sumpah. Dunia kesehatan adalah dunia yang dinamis, menuntut pembelajaran seumur hidup. Dengan kerja keras hari ini, Meisya percaya bahwa hasil manis akan dapat dinikmati di masa depan.

Komitmen FIK UMJ: Mencetak Ners Unggul, Profesional, dan Berkarakter Islami

Acara Angkat Sumpah Profesi Ners FIK UMJ 2024-2025 ini menjadi penutup yang manis sekaligus pembuka lembaran baru. Ini adalah bukti nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam mencetak tenaga keperawatan yang tidak hanya unggul dan profesional, tetapi juga berkarakter Islami. Nilai-nilai keislaman yang ditanamkan diharapkan menjadi landasan moral bagi para perawat dalam menjalankan tugas mulia mereka.

Para ners muda ini kini siap mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan bekal ilmu, keterampilan, dan karakter yang kuat, mereka siap menjadi pahlawan kesehatan masa depan, membawa harapan dan kesembuhan bagi setiap pasien yang membutuhkan. Selamat dan sukses untuk para Ners FIK UMJ!

banner 325x300