banner 728x250

Viral Uji RON BBM Pakai Alat Sendiri: Pertamina Bongkar Fakta Mengejutkan!

viral uji ron bbm pakai alat sendiri pertamina bongkar fakta mengejutkan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Media sosial belakangan ini diramaikan dengan fenomena unik: banyak warganet yang mencoba menguji sendiri kadar RON (Research Octane Number) bahan bakar minyak (BBM) menggunakan alat portabel. Aksi ini sontak memicu perdebatan dan pertanyaan besar tentang keakuratan hasilnya. Banyak yang bertanya-tanya, apakah hasil uji mandiri ini bisa dipercaya?

Menanggapi kehebohan ini, Pertamina Patra Niaga akhirnya angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa metode pengujian mandiri tersebut sama sekali tidak bisa dijadikan dasar pengujian resmi untuk menentukan angka oktan suatu BBM.

banner 325x300

Heboh Uji RON BBM Mandiri di Media Sosial

Tren menguji RON BBM ini menyebar luas, terutama di platform seperti TikTok dan Instagram. Banyak video menunjukkan seseorang menggunakan alat kecil yang diklaim bisa mengukur oktan BBM secara instan di SPBU atau bahkan di rumah. Alat ini biasanya berupa perangkat genggam yang mudah dibawa.

Para penguji amatir ini sering membandingkan berbagai jenis BBM dari SPBU yang berbeda, lalu membagikan hasilnya ke publik. Tentu saja, hal ini menimbulkan beragam spekulasi dan kekhawatiran di kalangan konsumen tentang kualitas BBM yang mereka gunakan sehari-hari.

Pertamina Angkat Bicara: Alat Portabel Tidak Valid!

Roberth MV Dumatubun, Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa metode pengujian yang dilakukan warga dengan alat portabel tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Ia menekankan bahwa hasil dari alat-alat tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Metode tersebut tidak dapat dijadikan dasar pengujian resmi untuk menentukan angka oktan suatu BBM," kata Roberth melalui keterangan tertulisnya pada Selasa, 7 Oktober 2025. Ini berarti, angka yang ditampilkan di alat portabel itu tidak bisa menjadi patokan resmi untuk menentukan kualitas oktan BBM.

Begini Cara Resmi Uji RON BBM yang Sebenarnya

Lalu, bagaimana sebenarnya cara menguji RON BBM yang benar dan diakui secara internasional? Pertamina menjelaskan bahwa pengujian RON memiliki standar baku global yang sangat ketat dan tidak bisa dilakukan sembarangan.

Metode resmi ini hanya bisa dilakukan menggunakan mesin khusus bernama CFR (Cooperative Fuel Research Engine). Pengujian ini harus sesuai dengan metode ASTM D2699 untuk RON, yang merupakan standar baku internasional yang diakui di seluruh dunia.

Mesin CFR adalah satu-satunya alat yang disertifikasi secara global untuk mengukur ketahanan bahan bakar terhadap detonasi atau ‘knocking’. Prosesnya melibatkan pembakaran nyata dengan kontrol ketat terhadap suhu, tekanan, dan rasio kompresi.

Semua parameter diatur secara presisi untuk mendapatkan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Ini jauh berbeda dengan alat portabel yang beredar di pasaran, yang tidak memiliki kemampuan pengujian sekompleks dan seakurat mesin CFR.

Mengapa Alat Portabel Dianggap Tidak Akurat?

Pertamina juga membeberkan alasan mengapa alat portabel seperti Oktis-2 yang banyak digunakan tidak bisa diandalkan. Ada beberapa faktor teknis yang membuat hasil pengujiannya diragukan.

Bukan RON, Tapi Sifat Dielektrik

Roberth menjelaskan bahwa alat Oktis-2 sebenarnya tidak mengukur RON secara langsung. Alat ini hanya mengukur sifat dielektrik, yaitu kemampuan bahan bakar menghantarkan listrik.

Tidak ada hubungan langsung antara sifat dielektrik dengan angka oktan (RON) suatu bahan bakar. Jadi, apa yang ditampilkan alat tersebut bukanlah representasi RON yang sebenarnya, melainkan parameter lain yang tidak relevan dengan kualitas oktan.

Hasilnya Bervariasi dan Tidak Konsisten

Pengujian yang dilakukan Pertamina sendiri terhadap berbagai jenis BBM dari semua operator, menggunakan alat portabel Oktis-2, menunjukkan hasil yang sangat bervariasi. Hasilnya seringkali tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan.

Ada kalanya hasilnya lebih rendah dari standar, ada pula yang lebih tinggi. Inkonsistensi ini membuktikan bahwa alat tersebut tidak memiliki akurasi dan kepresisian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sehingga tidak bisa dijadikan acuan.

Perbedaan Standar USA dan Eropa (AKI vs. RON)

Poin penting lainnya adalah adanya pilihan sistem pengukuran USA dan RUS (Eropa) pada alat tersebut. Di Eropa, standar yang digunakan adalah RON, sementara di Amerika Serikat menggunakan AKI (Anti Knocking Index).

AKI sendiri adalah setengah dari penjumlahan RON dan MON (Motor Octane Number). Secara konversi, RON 98 (Eropa) setara dengan AKI 91-92 (USA). Jadi, di Amerika Serikat memang tidak dikenal istilah RON 98. Kesalahan interpretasi standar ini juga bisa menjadi penyebab hasil yang menyesatkan bagi pengguna alat portabel.

Hati-hati Disinformasi! Pesan Penting dari Pertamina

Melihat maraknya tren dan potensi disinformasi yang muncul, Roberth mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dan teliti. Ia meminta agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi yang jelas.

Apalagi jika informasi tersebut berasal dari metode pengujian yang tidak resmi dan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Kualitas BBM yang dijual oleh Pertamina dan operator lainnya telah melalui serangkaian pengujian ketat sesuai standar internasional.

Oleh karena itu, percayakan pada metode resmi yang sudah teruji kebenarannya dan jangan mudah terprovokasi oleh hasil pengujian amatir yang tidak valid. Tetaplah menjadi konsumen yang cerdas dan kritis dalam menerima informasi.

banner 325x300