Industri sepeda motor di Indonesia kembali menunjukkan taringnya! Di tengah gejolak ekonomi global dan daya beli yang masih lesu, penjualan roda dua sepanjang tahun 2025 berhasil menembus target terendah yang ditetapkan. Angka ini menjadi bukti nyata ketahanan sektor otomotif Tanah Air, membuktikan bahwa pasar motor di Indonesia punya daya juang yang luar biasa.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) merilis data yang cukup mengejutkan. Total penjualan motor selama 12 bulan di tahun 2025 mencapai 6.412.769 unit, melampaui target minimal 6,4 juta unit yang mereka tetapkan. Ini adalah peningkatan signifikan dibanding tahun 2024 yang hanya mencatatkan 6.333.310 unit, menandakan adanya pertumbuhan positif.
Capaian ini bukan hal sepele. Dengan kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, mulai dari inflasi yang bergejolak hingga fluktuasi harga komoditas global, serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, industri roda dua mampu beradaptasi. Konsumen tetap memilih motor sebagai solusi mobilitas utama, menunjukkan fondasi pasar yang sangat kuat dan relevan.
Industri Roda Dua Tembus Target di Tengah Badai Ekonomi
Siapa sangka, di tengah berbagai tantangan global dan domestik, industri motor nasional justru bisa unjuk gigi dengan performa yang impresif. Target tertinggi penjualan motor di 2025 sebenarnya dipatok di angka 6,7 juta unit, namun pencapaian 6,4 juta unit sudah merupakan sinyal positif yang sangat kuat. Ini membuktikan bahwa motor masih menjadi pilihan utama transportasi, baik untuk keperluan pribadi maupun mendukung aktivitas ekonomi harian.
Ketidakpastian ekonomi yang dimaksud mencakup banyak hal, mulai dari kenaikan suku bunga acuan yang berpotensi mengerem kredit, hingga ancaman resesi global yang bisa berdampak pada ekspor dan investasi. Namun, industri motor Indonesia berhasil menemukan celah untuk tetap bertumbuh, mungkin berkat inovasi produk dan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Daya beli yang lemah pun tak menyurutkan niat masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi yang efisien.
Ekspor Motor: Ada Penurunan CBU, Tapi Potensi CKD dan Komponen Tetap Gemilang
Meski penjualan domestik moncer, sektor ekspor CBU (Completely Built Up) dari lima anggota AISI (Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS) justru mengalami sedikit penyusutan. Total ekspor CBU pada 2025 mencapai 544.133 unit, turun dari 572.506 unit di tahun sebelumnya. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh dinamika pasar global atau persaingan yang semakin ketat di negara tujuan ekspor.
Namun, bukan berarti pasar global lesu sepenuhnya bagi Indonesia. Di sisi lain, ekspor dalam bentuk CKD (Completely Knocked Down) menunjukkan angka yang fantastis, mencapai 8.139.894 unit selama 2025. Bahkan, ekspor dalam bentuk part by part jauh lebih besar lagi, yaitu 138.455.487 unit. Ini menandakan bahwa Indonesia masih menjadi basis produksi penting untuk komponen motor global, serta pusat perakitan yang strategis.
Angka ekspor CKD dan part by part ini memiliki makna penting bagi perekonomian nasional. Selain menciptakan lapangan kerja, juga menunjukkan kapabilitas industri manufaktur Indonesia dalam memenuhi standar kualitas internasional. Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga pemain kunci dalam rantai pasok industri motor dunia.
AISI Belum Berkomentar, Proyeksi 2026 Masih Misteri
Hingga saat ini, pihak Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) belum memberikan komentar resmi terkait capaian penjualan 2025 secara mendalam. Mereka juga belum merilis proyeksi atau target untuk tahun 2026. Tentu saja, publik dan para pelaku industri menantikan analisis lebih lanjut dari asosiasi mengenai tren pasar ke depan, serta strategi untuk mempertahankan momentum positif ini.
Ketiadaan komentar dari AISI mungkin karena mereka masih dalam tahap evaluasi menyeluruh atau sedang menyusun strategi baru. Namun, data yang sudah dirilis ini cukup memberikan gambaran optimis tentang potensi industri motor di tahun-tahun mendatang, meskipun dengan kewaspadaan terhadap tantangan yang mungkin muncul.
Honda Masih Rajai Pasar, Tapi Pertumbuhan Tipis?
Dominasi Honda di pasar motor Indonesia sepertinya belum tergoyahkan. Astra Honda Motor (AHM) mengklaim, hingga Oktober 2025, mereka berhasil menguasai hampir 80 persen pangsa pasar roda dua nasional. Angka ini tentu saja sangat impresif dan menempatkan Honda sebagai pemimpin tak terbantahkan, jauh meninggalkan kompetitor lainnya.
Keberhasilan Honda ini bisa jadi berkat strategi produk yang beragam, jaringan dealer dan bengkel yang luas hingga pelosok, serta citra merek yang sudah sangat kuat di mata konsumen Indonesia. Loyalitas pelanggan terhadap merek Honda juga menjadi faktor kunci yang sulit digeser oleh merek lain.
Namun, ada fakta menarik di balik dominasi tersebut. Kenaikan penjualan Honda dibandingkan periode yang sama tahun lalu sangat tipis, hanya sekitar 0,08 persen. Ini menunjukkan bahwa meskipun memimpin, pertumbuhan mereka tidak terlalu agresif. Mungkin ini adalah sinyal bahwa pasar sudah jenuh di segmen tertentu, atau kompetitor mulai memberikan perlawanan yang lebih sengit.
Skutik Jadi Jagoan Honda, Siapa Paling Laris?
Motor-motor Honda paling laris masih didominasi segmen skutik, seperti Honda Beat, Scoopy, dan berbagai varian Vario Series. Ketiga model ini memang sudah jadi favorit banyak orang karena kepraktisan, efisiensi bahan bakar, dan desain yang modern. Skutik memang sangat cocok dengan gaya hidup perkotaan yang serba cepat dan membutuhkan mobilitas tinggi.
Popularitas skutik juga didukung oleh kemudahan penggunaan, terutama bagi pengendara pemula atau mereka yang tidak ingin repot dengan transmisi manual. Fitur-fitur canggih yang disematkan pada model-model terbaru juga menjadi daya tarik tersendiri, membuat skutik Honda tetap menjadi pilihan utama di segmennya.
Perjalanan Penjualan Motor Sepanjang 2025: Bulan Mana Paling Moncer?
Penjualan motor di Indonesia tidak selalu stabil setiap bulannya. Ada pasang surut yang menarik untuk dicermati, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti momen hari raya, libur panjang, atau promo khusus. Berikut adalah rincian distribusi motor baru dari Januari hingga Desember 2025:
- Januari: 560.301 unit
- Februari: 581.277 unit
- Maret: 541.684 unit
- April: 406.691 unit (terendah)
- Mei: 505.350 unit
- Juni: 509.326 unit
- Juli: 587.048 unit
- Agustus: 578.041 unit
- September: 567.173 unit
- Oktober: 590.362 unit (tertinggi)
- November: 523.591 unit
- Desember: 461.925 unit
Dari data tersebut, terlihat bahwa bulan Oktober menjadi periode penjualan tertinggi, mendekati angka 600 ribu unit. Puncak ini mungkin dipicu oleh persiapan akhir tahun atau peluncuran model baru. Sementara itu, April menjadi bulan dengan penjualan terendah, kemungkinan besar dipengaruhi oleh momen libur Lebaran yang membuat aktivitas penjualan sedikit melambat. Fluktuasi ini menunjukkan dinamika pasar yang menarik untuk terus dipantau dan dianalisis lebih lanjut.
Secara keseluruhan, capaian penjualan motor di Indonesia sepanjang 2025 adalah sinyal positif yang kuat bagi industri otomotif nasional. Meskipun tantangan ekonomi masih membayangi, kemampuan industri roda dua untuk beradaptasi, berinovasi, dan tetap memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat patut diacungi jempol. Kita tunggu saja bagaimana proyeksi dan realisasi di tahun-tahun berikutnya, apakah industri ini akan terus melaju kencang atau menghadapi rintangan baru!


















