banner 728x250

Resmi! Gaikindo Punya Ketua Baru, Sosok Ini Bukan Kaleng-kaleng dari Kemenperin

Jajaran pengurus Gaikindo periode 2025-2028 dalam sebuah acara forum wartawan industri.
Pengurus baru Gaikindo siap menghadapi tantangan industri otomotif ke depan.
banner 120x600
banner 468x60

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kini resmi memasuki babak baru yang penuh dinamika. Asosiasi yang menjadi tulang punggung industri otomotif nasional ini telah mengukuhkan susunan kepengurusan periode 2025-2028, menandai era kepemimpinan yang segar dan strategis. Perubahan ini tentu menarik perhatian, mengingat peran Gaikindo yang sangat vital dalam peta jalan industri kendaraan bermotor di Indonesia.

Sosok yang dipercaya menakhodai Gaikindo ke depan adalah Putu Juli Ardika. Ia terpilih sebagai Ketua Umum, menggantikan Yohannes Nangoi yang telah memimpin Gaikindo sejak tahun 2016. Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan sebuah penunjukan yang berpotensi membawa angin segar sekaligus tantangan baru bagi sektor otomotif tanah air.

banner 325x300

Gaikindo Memasuki Babak Baru

Pemilihan Ketua Umum baru ini berlangsung dalam Rapat Umum Anggota XX Gaikindo yang diselenggarakan pada 10 September 2025 di Jakarta. Acara tersebut menjadi momen penting bagi para pemangku kepentingan industri untuk menentukan arah dan strategi Gaikindo dalam menghadapi lanskap pasar yang terus berubah. Keputusan yang diambil dalam rapat ini akan memengaruhi kebijakan dan inisiatif asosiasi selama tiga tahun ke depan.

Pergantian kepemimpinan ini datang di tengah berbagai tantangan global dan domestik. Mulai dari transisi menuju kendaraan listrik (EV), isu keberlanjutan, hingga fluktuasi ekonomi yang memengaruhi daya beli konsumen. Dengan nahkoda baru, Gaikindo diharapkan mampu merumuskan strategi adaptif yang tidak hanya menjaga stabilitas industri, tetapi juga mendorong pertumbuhan inovatif.

Sosok Putu Juli Ardika: Bukan Orang Baru di Dunia Otomotif

Yang membuat penunjukan Putu Juli Ardika semakin menarik adalah statusnya sebagai pejabat aktif di Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Per 2025, Putu menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Agro Kemenperin. Ini adalah sebuah anomali yang jarang terjadi, di mana pucuk pimpinan asosiasi industri dipegang oleh seorang birokrat pemerintah yang masih aktif.

Meski demikian, Putu Juli Ardika bukanlah nama asing di kancah otomotif Indonesia. Rekam jejaknya menunjukkan keterlibatan yang mendalam dengan sektor ini. Pada periode 2017-2020, ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin. Jabatan ini secara langsung bersentuhan dengan pengembangan dan regulasi industri otomotif.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2024, Putu juga sempat kembali menjabat sebagai PLT Dirjen Ilmate. Pengalaman panjangnya di Kemenperin, khususnya yang berkaitan erat dengan industri otomotif, memberikan bekal yang kuat baginya untuk memahami seluk-beluk serta tantangan yang dihadapi oleh anggota Gaikindo. Pengetahuannya tentang kebijakan pemerintah dan arah pengembangan industri akan menjadi aset berharga.

Mengapa Pejabat Aktif Kemenperin?

Pertanyaan mengenai mengapa Gaikindo memilih pejabat pemerintah aktif sebagai Ketua Umum tentu mengemuka. Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, menjelaskan bahwa Putu terpilih melalui mekanisme pengambilan suara atau voting. "Hasil voting," kata Kukuh singkat melalui pesan singkat, Kamis (11/9), tanpa merinci lebih jauh pertimbangan di balik keputusan tersebut.

Namun, penunjukan ini bisa jadi merupakan sinyal kuat adanya keinginan untuk mempererat sinergi antara industri dan pemerintah. Dengan Ketua Umum yang berasal dari Kemenperin, diharapkan komunikasi dan koordinasi terkait kebijakan industri, regulasi, serta insentif dapat berjalan lebih mulus dan efektif. Ini bisa menjadi keuntungan strategis dalam menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah.

Potensi kolaborasi yang lebih erat ini diharapkan dapat mempercepat implementasi program-program strategis, seperti peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan ekosistem kendaraan listrik, hingga peningkatan ekspor produk otomotif Indonesia. Gaikindo, sebagai wadah bagi puluhan merek kendaraan roda empat atau lebih, tentu membutuhkan dukungan kebijakan yang solid untuk terus berkembang.

Struktur Kepengurusan Baru Gaikindo 2025-2028

Selain Putu Juli Ardika sebagai Ketua Umum, beberapa nama yang sudah dikenal luas di industri otomotif tetap mengisi jabatan penting dalam struktur kepengurusan baru Gaikindo. Keberadaan mereka menunjukkan adanya kontinuitas dan pengalaman yang akan melengkapi kepemimpinan baru. Nama-nama seperti Henry Tanoto, Jongkie D. Sugiarto, Kukuh Kumara, dan Rizwan Alamsjah tetap menjadi bagian integral dari tim inti.

Berikut adalah daftar lengkap kepengurusan Gaikindo periode 2025-2028:

  • Ketua Umum: Putu Juli Ardika
  • Ketua (Ketua Harian): Anton Kemal Tasli Kumonty
  • Ketua: Jongkie D. Sugiarto
  • Ketua: Erlan Krisnaring
  • Ketua: Andrew Nasuri
  • Ketua: Rizwan Alamsjah
  • Ketua: Henry Tanoto
  • Ketua: Susilo Darmawan
  • Ketua: Benawati Abas
  • Bendahara: Hendry
  • Sekretaris Umum: Kukuh Kumara

Kombinasi antara wajah baru yang memiliki latar belakang pemerintah dan tokoh-tokoh senior yang telah lama berkecimpung di industri ini diharapkan dapat menciptakan kepengurusan yang kuat dan visioner. Mereka akan bersama-sama merumuskan strategi untuk membawa industri otomotif Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Tantangan dan Harapan di Bawah Kepemimpinan Baru

Di bawah kepemimpinan Putu Juli Ardika, Gaikindo akan menghadapi sejumlah tantangan besar. Transisi energi menuju kendaraan listrik adalah salah satu agenda utama yang membutuhkan adaptasi cepat dari seluruh pelaku industri. Gaikindo harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan produsen dalam merumuskan kebijakan yang mendukung investasi dan pengembangan teknologi EV.

Selain itu, peningkatan daya saing produk otomotif Indonesia di pasar global juga menjadi prioritas. Gaikindo diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas, inovasi, dan efisiensi produksi agar produk lokal mampu bersaing di kancah internasional. Tantangan lainnya adalah menjaga stabilitas pasar domestik di tengah gejolak ekonomi global serta memastikan ketersediaan pasokan komponen.

Dengan pengalaman Putu Juli Ardika di Kemenperin, ada harapan besar bahwa Gaikindo akan memiliki akses yang lebih baik ke pembuat kebijakan, sehingga aspirasi industri dapat tersampaikan dengan lebih efektif. Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan industri ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem otomotif yang lebih kondusif, inovatif, dan berkelanjutan di masa depan. Ini adalah babak baru yang patut kita nantikan perkembangannya.

banner 325x300