banner 728x250

Pertalite Dicampur Etanol Bikin Motor Brebet? Pertamina Buka-bukaan Soal BBM, Ada ‘Green’ yang Beda!

pertalite dicampur etanol bikin motor brebet pertamina buka bukaan soal bbm ada green yang beda portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Sabtu, 08 Nov 2025 09:00 WIB

Warganet di seluruh Indonesia, khususnya di Jawa Timur, sempat dibuat geger dengan kabar tak sedap seputar bahan bakar Pertalite. Banyak pemilik sepeda motor mengeluhkan kendaraan mereka mendadak brebet atau bermasalah setelah mengisi BBM jenis ini.

banner 325x300

Kekhawatiran pun memuncak, memunculkan dugaan bahwa Pertalite telah dicampur dengan etanol atau bahkan air. Isu ini menyebar cepat, memicu keresahan di kalangan pengendara yang bergantung pada Pertalite untuk mobilitas sehari-hari.

Sejak 2023, Pertamina telah merilis bensin dengan kandungan etanol.
Sejak 2023, Pertamina telah merilis bensin dengan kandungan etanol. CNN Indonesia/ Adi Ibrahim

Isu Panas: Pertalite Dicampur Etanol dan Air Bikin Motor Brebet di Jatim?

Beberapa waktu terakhir, media sosial dan grup komunitas otomotif ramai membicarakan fenomena motor brebet yang dialami sejumlah konsumen Pertalite di Jawa Timur. Cerita-cerita tentang mesin yang tersendat, performa menurun, hingga harus masuk bengkel, menjadi perbincangan hangat.

Dugaan paling kuat yang beredar di masyarakat adalah adanya campuran etanol atau air dalam Pertalite. Tentu saja, spekulasi ini menimbulkan tanda tanya besar dan kekhawatiran akan kualitas bahan bakar yang mereka gunakan.

Kondisi ini tentu saja meresahkan, mengingat Pertalite adalah salah satu jenis BBM paling banyak digunakan masyarakat. Kepercayaan konsumen terhadap produk Pertamina pun dipertaruhkan di tengah maraknya isu ini.

Pertamina Akhirnya Buka Suara: Pertalite Bebas Etanol!

Menanggapi keresahan yang meluas, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, akhirnya angkat bicara. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, dengan tegas membantah semua dugaan tersebut.

"Apakah Pertalite saat ini mengandung etanol? Tidak mengandung etanol," kata Ega, dikutip dari Detik pada Jumat (7/11). Pernyataan ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat dan meluruskan informasi yang beredar.

Ega juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu yang beredar. Ia memastikan bahwa bahan bakar dengan nilai oktan (RON) 90 tersebut sama sekali tidak memiliki campuran etanol di dalamnya.

Tak hanya etanol, isu mengenai kandungan air dalam Pertalite juga turut dibantah keras oleh pihak Pertamina. Mereka telah melakukan serangkaian pengujian ketat untuk memastikan kualitas produk.

"Kami juga melakukan pengecekan dengan standar visual clarity dan kejernihan warna daripada BBM untuk mengindikasi apakah ada kontaminan di dalam produk tersebut. Sejauh ini kami tidak menemukan indikasi hal tersebut," tambah Ega, menjamin tidak ada kontaminan yang ditemukan.

Lho, Tapi Pertamina Punya BBM Etanol? Kenalan Sama Pertamax Green 95!

Meskipun Pertalite dipastikan bebas etanol, bukan berarti bahan bakar dengan campuran etanol adalah hal baru bagi Pertamina. Justru sebaliknya, operator pelat merah ini telah memiliki produk BBM inovatif yang mengandung etanol sejak tahun 2023.

Produk tersebut adalah Pertamax Green, sebuah langkah maju Pertamina dalam menghadirkan energi yang lebih ramah lingkungan. BBM ini dirancang dengan formula khusus, menggabungkan Pertamax dengan campuran etanol sebesar 5 persen.

Etanol yang digunakan berasal dari molase tebu, menjadikannya bahan bakar nabati (biofuel) dengan bauran energi terbarukan. Ini adalah bagian dari komitmen Pertamina untuk mendukung transisi energi dan mengurangi emisi karbon.

Kombinasi cerdas ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas bahan bakar. Kadar RON Pertamax Green menjadi 95, lebih tinggi dibandingkan Pertamax biasa yang memiliki RON 92.

Mengapa Etanol Digunakan dalam Bahan Bakar? Manfaat dan Tujuan Pertamina

Penggunaan etanol dalam bahan bakar, seperti pada Pertamax Green, bukanlah tanpa alasan. Etanol, khususnya bioetanol yang berasal dari tumbuhan seperti tebu, memiliki beberapa keunggulan signifikan yang menjadikannya pilihan menarik dalam industri energi.

Salah satu manfaat utamanya adalah sifatnya sebagai energi terbarukan. Berbeda dengan bahan bakar fosil yang terbatas, bioetanol dapat diproduksi secara berkelanjutan dari biomassa, seperti molase tebu yang merupakan hasil samping industri gula.

Selain itu, campuran etanol dapat meningkatkan nilai oktan (RON) bahan bakar, seperti yang terjadi pada Pertamax Green. RON yang lebih tinggi memungkinkan mesin bekerja lebih efisien dan mengurangi risiko "knocking" atau gelitik pada mesin, terutama pada kendaraan modern.

Dari sisi lingkungan, penggunaan bioetanol juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Pembakaran etanol menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan bensin murni, membantu upaya global dalam memerangi perubahan iklim.

Langkah Pertamina merilis Pertamax Green menunjukkan komitmen mereka terhadap diversifikasi energi dan keberlanjutan. Ini adalah bagian dari strategi besar untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendorong penggunaan energi bersih di Indonesia.

Perbedaan Mendasar: Pertalite vs. Pertamax Green 95, Mana yang Cocok untuk Motormu?

Melihat adanya dua jenis BBM dari Pertamina yang menjadi sorotan, penting bagi kita untuk memahami perbedaan mendasar antara Pertalite dan Pertamax Green 95. Pemilihan BBM yang tepat sangat berpengaruh pada performa dan umur mesin kendaraanmu.

  • Pertalite:

    • RON: 90
    • Kandungan Etanol: Tidak ada
    • Cocok untuk: Kendaraan bermotor yang direkomendasikan menggunakan BBM dengan RON 90 atau lebih rendah. Umumnya kendaraan keluaran lama atau yang memiliki rasio kompresi mesin lebih rendah.
    • Harga: Lebih terjangkau.
  • Pertamax Green 95:

    • RON: 95
    • Kandungan Etanol: 5% (dari molase tebu)
    • Cocok untuk: Kendaraan bermesin Euro 4 atau yang direkomendasikan menggunakan BBM dengan RON 95. Biasanya mobil atau motor keluaran baru dengan teknologi mesin yang lebih canggih.
    • Kadar Sulfur: Maksimal 50 ppm (sangat rendah, baik untuk emisi).
    • Harga: Rp13.500 per liter (per data yang diberikan).

Memilih BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan adalah kunci. Menggunakan BBM dengan RON yang terlalu rendah dari rekomendasi dapat menyebabkan kerusakan mesin jangka panjang, sementara menggunakan yang terlalu tinggi mungkin tidak memberikan manfaat optimal dan hanya boros biaya.

Tips Mencegah Motor Brebet dan Memilih BBM yang Tepat

Untuk menghindari masalah seperti motor brebet dan memastikan kendaraanmu selalu dalam kondisi prima, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  1. Isi BBM di SPBU Resmi: Selalu prioritaskan mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi Pertamina. Ini meminimalisir risiko mendapatkan BBM yang tidak sesuai standar atau tercampur zat lain.
  2. Perhatikan Kualitas BBM: Jika ada perubahan warna, bau, atau tekstur BBM yang mencurigakan, jangan ragu untuk melaporkannya. Pertamina memiliki standar kualitas yang ketat.
  3. Pilih RON Sesuai Rekomendasi: Cek buku manual kendaraanmu untuk mengetahui rekomendasi nilai oktan (RON) yang paling sesuai. Menggunakan BBM yang tepat akan menjaga performa mesin dan efisiensi bahan bakar.
  4. Rutin Servis Kendaraan: Jadwalkan servis rutin di bengkel terpercaya. Pemeriksaan berkala dapat mendeteksi masalah pada sistem bahan bakar atau komponen mesin lainnya sebelum menjadi parah.
  5. Jangan Mudah Percaya Hoaks: Di era digital ini, informasi bisa menyebar dengan sangat cepat. Selalu verifikasi informasi yang kamu terima dari sumber resmi Pertamina atau media terpercaya sebelum panik.

Dengan informasi yang jelas dari Pertamina, kini kita tahu bahwa Pertalite aman dari campuran etanol dan air. Sementara itu, Pertamax Green 95 hadir sebagai pilihan BBM inovatif dengan etanol untuk mendukung kendaraan modern dan lingkungan yang lebih baik. Pilihlah yang sesuai kebutuhan kendaraanmu dan tetaplah bijak dalam menyaring informasi!

banner 325x300