Beberapa hari terakhir, kabar kurang menyenangkan datang dari para pengendara motor di Jawa Timur. Banyak yang mengeluhkan kendala ‘brebet’ pada motor mereka setelah mengisi bensin Pertalite, memicu kekhawatiran dan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Keluhan ini pun dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat.
Pertamina Angkat Bicara dan Minta Maaf
Menanggapi ramainya aduan tersebut, Pertamina akhirnya buka suara. Melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Ini adalah langkah awal Pertamina dalam merespons keresahan konsumen.
Pihak Pertamina Patra Niaga langsung bergerak cepat melakukan investigasi. Mereka telah memeriksa laboratorium lanjutan terhadap produk Pertalite yang berasal dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya, yang merupakan mayoritas titik suplai BBM di area terdampak. Hasilnya? BBM Pertalite tersebut dinyatakan sesuai spesifikasi yang ditetapkan.
Investigasi Berlanjut ke Level SPBU
Meski hasil lab menunjukkan Pertalite sesuai standar, investigasi tidak berhenti di situ. Saat ini, Pertamina sedang melakukan pengecekan Quality and Quantity (QQ) BBM di level SPBU. Ini penting dilakukan karena SPBU adalah titik distribusi akhir produk kepada masyarakat, sehingga kualitas di sana harus benar-benar terjamin.
Rangkaian investigasi menyeluruh ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan kesesuaian spesifikasi produk hingga ke tangan konsumen. Pertamina berkomitmen untuk mencari tahu akar permasalahan yang sebenarnya, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Keluhan Meluas di Berbagai Kota
Aduan mengenai Pertalite yang bikin motor brebet ini tidak hanya terjadi di satu atau dua kota. Laporan datang dari berbagai daerah seperti Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, hingga Malang. Ini menunjukkan bahwa masalah ini cukup merata dan berdampak pada banyak pengendara di Jawa Timur.
Para pengendara motor merasakan gejala yang seragam: motor brebet dan kehilangan tenaga setelah mengisi Pertalite. Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan berkendara, apalagi bagi mereka yang mengandalkan motor untuk aktivitas sehari-hari.
Bengkel Kebanjiran Keluhan, Solusi Sementara Muncul
Dampak dari fenomena ini juga dirasakan oleh bengkel-bengkel di Jawa Timur. Anas, seorang mekanik bengkel di Lamongan, mengungkapkan bahwa banyak konsumen datang dengan keluhan yang sama. "Rata-rata motor yang mengisi Pertalite mengalami brebet dan kehilangan tenaga," jelasnya.
Sebagai solusi sementara, Anas menyarankan para pengendara untuk beralih ke Pertamax. Meskipun ini mungkin menambah biaya pengeluaran, namun setidaknya dapat mengatasi masalah brebet dan mengembalikan performa motor. Hal ini tentu menjadi pilihan yang sulit bagi sebagian pengendara.
Pertamina Buka 17 Posko Layanan Pengaduan
Untuk melayani keluhan dan membantu masyarakat yang terdampak, Pertamina telah membuka 17 posko layanan. Posko-posko ini tersebar di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur, memudahkan pengendara untuk datang dan menyampaikan keluhan mereka secara langsung.
Pembukaan posko ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam menangani masalah ini. Diharapkan, melalui posko-posko ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi lebih lanjut, bantuan, atau bahkan solusi atas masalah yang mereka hadapi.
Daftar Lokasi Posko Pertamina di Jawa Timur:
Berikut adalah daftar lengkap lokasi posko yang bisa kamu kunjungi jika motormu mengalami kendala serupa:
Surabaya
- SPBU 5460146: Jl. Arif Rahman Hakim No. 150, Surabaya
- SPBU 5460179: Jl. Kayoon No. 48, Surabaya
- SPBU 5460134: Jl. Wonorejo 1, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya
- SPBU 54601107: Jl. Kebonsari Tengah No. 64-66, Surabaya
Kab. Sidoarjo
- SPBU 5461209: Jl. Letjen Sutoyo No. 129 Medaeng, Waru, Sidoarjo (Bungurasih)
- SPBU 5461255: Jl. Raya Tropodo No. 9, Waru, Sidoarjo
- SPBU 5461236: Jl. Jenggolo No. 33, Sidoarjo
- SPBU 5461253: Jl. Gubernur Sunandar Priyo Sudarmo No. 3-5, Kraton, Kec. Krian, Sidoarjo
Kab. Lamongan
- SPBU 5462215: Jl. Raya Mantup, Kedung Sumber, Sumberdadi, Kec. Mantup, Lamongan
- SPBU 5462208: Jl. Sunan Drajat, Kaloharjo, Sidoharjo, Kec. Lamongan, Lamongan
Kab. Gresik
- SPBU 5461104: Jl. Veteran No.2, Injen Timur, Gapurosukolilo, Kec. Gresik, Gresik
- SPBU 5461101: Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Karangturi, Kebomas, Kec. Gresik, Gresik
Kab. Bojonegoro
- SPBU 5462101: Jl. MT. Haryono, Jetak, Kec. Bojonegoro, Bojonegoro
- SPBU 5462106: Jl. Sawunggaling, Kadipaten, Ngrowo, Kec. Bojonegoro, Bojonegoro
Kab. Tuban
- SPBU 5462305: Gg. Buntu No.10, Wire, Gedongombo, Kec. Semanding, Kabupaten Tuban
Kab/Kota. Kediri
- SPBU 5464147: Jl. Joyoboyo, Kemasan, Kota, Kota Kediri
- SPBU 5464153: Jl. Ahmad Dahlan, Ngampel, Kec. Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
Bagaimana Jika Lokasimu di Luar Posko?
Bagi kamu yang berada di wilayah terdampak namun lokasinya tidak terdaftar dalam posko di atas, jangan khawatir. Kamu bisa menghubungi SPBU terakhir tempat kamu membeli BBM. Selain itu, Pertamina juga menyediakan berbagai kanal komunikasi melalui Pertamina Contact Center.
Kamu bisa menghubungi Call Center 135, mengirim email ke pcc135@pertamina.com, atau melalui DM Instagram @pertamina.135. Dengan begitu, setiap keluhan dapat tercatat dan ditindaklanjuti dengan baik.
Pentingnya Kualitas BBM dan Kepercayaan Konsumen
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kualitas produk, terutama bahan bakar yang sangat vital bagi kendaraan. Kualitas BBM yang tidak sesuai standar dapat berdampak langsung pada performa mesin, bahkan berpotensi merusak komponen kendaraan dalam jangka panjang.
Kepercayaan konsumen adalah aset berharga bagi setiap perusahaan. Dengan sigap menanggapi keluhan dan melakukan investigasi transparan, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk menjaga kualitas dan membangun kembali kepercayaan masyarakat. Semoga masalah ini segera menemukan titik terang dan tidak terulang kembali.


















