Kabar mengejutkan datang dari dunia otomotif, khususnya bagi para penggemar mobil mungil nan ikonik. Daihatsu Motor Co., Ltd. secara resmi mengumumkan bahwa produksi kei car kesayangan mereka, Copen, akan dihentikan pada Agustus 2026. Ini menandai berakhirnya perjalanan panjang selama 24 tahun bagi mobil roadster yang pernah mencuri perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Keputusan ini tentu saja menyisakan rasa haru sekaligus penasaran. Bagaimana tidak, Copen dikenal sebagai mobil yang unik, mungil, namun menawarkan sensasi berkendara layaknya mobil sport sejati. Setelah lebih dari dua dekade mengaspal, era Copen akan segera berakhir, namun apakah ini benar-benar perpisahan terakhir?
Perpisahan Sang Legenda: Akhir Perjalanan 24 Tahun Copen
Pengumuman penghentian produksi Copen pada Agustus 2026 ini datang langsung dari Daihatsu. Mobil mungil beratap convertible ini akan menutup lembaran sejarahnya setelah hampir seperempat abad menemani para pecintanya. Sebuah angka yang cukup fantastis untuk sebuah kei car dengan segmen yang sangat spesifik.
Copen bukanlah sekadar mobil biasa; ia adalah simbol keunikan dan inovasi dalam kategori kei car. Dengan desainnya yang imut namun sporty, ia berhasil menciptakan basis penggemar setia di Jepang dan beberapa pasar internasional lainnya.
Jejak Awal yang Revolusioner: Kelahiran Copen di Tahun 2002
Perjalanan Copen dimulai pada tahun 2002, ketika Daihatsu pertama kali memperkenalkan generasi pertamanya. Saat itu, Copen langsung mencuri perhatian dengan konsep mobil sport mini beratap convertible yang bisa dibuka tutup secara elektrik. Fitur ini menjadi terobosan dan yang pertama di kelas mobil mini.
Desainnya yang menggemaskan namun tetap memiliki aura sporty membuat Copen generasi pertama cepat populer. Ia menawarkan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan berbeda, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mencari mobil unik dan personal.
Evolusi Generasi Kedua: D-Frame dan Varian Unik
Pada tahun 2014, Daihatsu meluncurkan generasi kedua Copen dengan membawa inovasi signifikan. Struktur baru yang dinamakan D-Frame diperkenalkan, memberikan Copen stabilitas, kenyamanan, dan kelincahan berkendara yang lebih baik. Ini adalah langkah maju yang membuat Copen semakin dicintai.
Saat ini, di pasar Jepang, Daihatsu Copen hadir dalam tiga model yang berbeda dan punya karakter unik: Robe, Cero, dan GR Sport. Masing-masing varian menawarkan tampilan wajah yang khas, memungkinkan konsumen memilih Copen yang paling sesuai dengan gaya mereka.
Kisah Singkat di Tanah Air: Mengapa Copen Gagal di Indonesia?
Siapa sangka, mobil mungil nan menggemaskan ini juga pernah mengaspal di jalanan Indonesia. Astra Daihatsu Motor (ADM) mulai memasarkan Copen pada tahun 2015, menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di luar Jepang yang secara resmi menjualnya. Kehadirannya sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta otomotif.
Namun, karier Copen di Indonesia ternyata cukup singkat. Pada awal 2019, ADM memutuskan untuk menyetop penjualannya di Tanah Air. Harga yang relatif tinggi untuk ukuran mobil mini, segmen pasar yang sangat niche, serta faktor kepraktisan yang kurang cocok untuk kondisi jalanan dan kebutuhan konsumen Indonesia, disinyalir menjadi beberapa alasan utama di balik penghentian penjualannya.
Pesta Perpisahan dan Harapan Baru: Akankah Copen Kembali?
Generasi kedua Copen yang kini berusia 11 tahun diputuskan tidak akan mendapat pengembangan lanjutan. Produksinya akan berakhir tahun depan, namun Daihatsu berencana menggelar acara spesial perpisahan di Jepang pada April 2026. Ini akan menjadi momen emosional bagi para penggemar dan karyawan Daihatsu.
Meski demikian, ada secercah harapan yang dilemparkan oleh Daihatsu. Dalam keterangan resminya, mereka menyatakan, "Produksi model saat ini akan berakhir pada Agustus 2026. Namun, Daihatsu terus melanjutkan berbagai riset untuk membawa kembali Copen ke pasar." Pernyataan ini sontak memicu spekulasi dan harapan akan kembalinya Copen di masa depan.
Apa yang bisa kita harapkan dari Copen generasi berikutnya? Apakah ia akan hadir sebagai mobil listrik (EV) atau hybrid? Atau mungkin tetap mempertahankan esensi kei car namun dengan sentuhan modern yang lebih relevan? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun janji riset berkelanjutan ini memberikan optimisme bagi para penggemar.
Warisan Copen: Lebih dari Sekadar Mobil Mungil
Daihatsu juga menegaskan komitmen mereka untuk "terus berupaya meneruskan semangat Monodukuri dan teknologi yang ditanamkan melalui Copen serta terus membangun ikatan dengan para pelanggannya di masa mendatang." Ini menunjukkan bahwa Copen bukan hanya sekadar produk, melainkan sebuah filosofi dan semangat inovasi yang akan terus dipegang teguh.
Copen akan selalu dikenang sebagai mobil yang berani tampil beda. Ia membuktikan bahwa mobil mungil pun bisa menawarkan kesenangan berkendara yang luar biasa dan menjadi ikon gaya hidup. Warisannya akan terus hidup dalam hati para penggemar yang pernah merasakan sensasi mengendarai roadster imut ini.
Meskipun produksi Copen akan segera berakhir, kisah dan semangatnya jauh dari kata usai. Kita tunggu saja kejutan apa yang akan disiapkan Daihatsu untuk masa depan Copen. Apakah ia akan kembali dengan wajah baru yang lebih revolusioner? Hanya waktu yang akan membuktikan, namun satu hal pasti: Copen akan selalu menjadi legenda di hati para pecinta otomotif.


















