banner 728x250

Klaim Bintang 5 Chery Tiggo 7 Pro Menyesatkan? Global NCAP Murka!

klaim bintang 5 chery tiggo 7 pro menyesatkan global ncap murka portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Sebuah perselisihan sengit baru-baru ini mencuat ke permukaan, melibatkan dua entitas penting di dunia otomotif: Global NCAP, organisasi penguji keselamatan mobil terkemuka, dan pabrikan asal China, Chery. Konflik ini berpusat pada dugaan praktik pemasaran yang menyesatkan terkait hasil uji tabrak model Chery Tiggo 7 Pro.

Global NCAP, yang dikenal dengan misinya untuk mempromosikan kendaraan yang lebih aman di pasar berkembang, telah menyuarakan kritik tajam terhadap Chery. Mereka menuding pabrikan tersebut telah mempublikasikan narasi pemasaran yang keliru mengenai rating keselamatan Tiggo 7 Pro, sebuah tindakan yang berpotensi membahayakan konsumen dan merusak kepercayaan publik terhadap standar keselamatan kendaraan.

banner 325x300

Global NCAP vs. Chery: Sebuah Drama Keselamatan Otomotif

Drama ini bermula ketika Global NCAP merilis hasil uji tabrak untuk Chery Tiggo 7 Pro. Model yang diuji ini adalah buatan China yang ditujukan khusus untuk pasar Afrika Selatan. Hasilnya? Jauh dari kata memuaskan.

Skor yang diperoleh sangat memprihatinkan, yaitu hanya dua bintang untuk keselamatan penumpang dewasa dan tiga bintang untuk penumpang anak. Angka ini tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan besar mengenai komitmen Chery terhadap keselamatan di pasar-pasar tertentu.

Skor Uji Tabrak Chery Tiggo 7 Pro: Mengecewakan!

Peringkat rendah ini bukan tanpa alasan. Global NCAP menyertakan catatan khusus yang merinci kekurangan fundamental pada Chery Tiggo 7 Pro, yang menjadi dasar utama di balik rating yang mengecewakan tersebut. Temuan ini menjadi sorotan penting bagi siapa pun yang mempertimbangkan untuk membeli kendaraan ini.

Detail Kekurangan Fatal Tiggo 7 Pro Versi Afrika Selatan

Berikut adalah beberapa catatan krusial dari Global NCAP setelah menguji Chery Tiggo 7 Pro:

  • Struktur Bodi yang Tidak Stabil: Area pijakan kaki dan struktur bodi kendaraan ditemukan tidak stabil. Ini berarti, dalam skenario benturan, struktur mobil tidak mampu menahan beban lebih lanjut, meningkatkan risiko cedera serius bagi penumpang. Bayangkan dampaknya pada kaki dan tubuh bagian bawah saat terjadi tabrakan.
  • Minimnya Perlindungan Samping: Uji benturan samping dengan tiang tidak dapat dilakukan. Alasannya? Mobil ini tidak menawarkan perlindungan kepala samping yang memadai, baik untuk baris depan maupun belakang. Kurangnya fitur keselamatan krusial ini menempatkan kepala penumpang pada risiko cedera parah, bahkan dalam benturan samping berkecepatan rendah sekalipun, misalnya saat menabrak pohon atau tiang listrik.
  • Fitur Keselamatan yang Belum Memenuhi Standar: Meskipun Kontrol Stabilitas Elektronik (ESC) dan Pengingat Sabuk Pengaman (SBR) di semua posisi merupakan fitur standar, Global NCAP menemukan bahwa fitur-fitur ini tidak memenuhi persyaratan ketat mereka. Ini menunjukkan bahwa keberadaan fitur saja tidak cukup, kualitas dan efektivitasnya juga harus terjamin agar benar-benar berfungsi optimal saat dibutuhkan.

Strategi Marketing Chery yang Dianggap Menyesatkan

Kritik Global NCAP semakin tajam setelah mereka menyoroti strategi pemasaran Chery di Afrika Selatan. Pabrikan tersebut dituding menggunakan hasil uji tabrak Euro NCAP dengan skor 5 bintang untuk model Tiggo 7 CSH (Chery Super Hybrid) dalam kampanye promosinya. Ini adalah inti dari perselisihan yang memanas.

Mengapa Klaim Bintang 5 Euro NCAP Tidak Relevan?

Masalahnya, hasil Euro NCAP tersebut dianggap tidak relevan sama sekali dengan model Tiggo 7 Pro yang dijual di Afrika Selatan dan baru saja diuji oleh Global NCAP. Global NCAP menegaskan bahwa penilaian keselamatan bersifat spesifik pasar dan model. Menggunakan hasil dari pasar atau varian yang berbeda untuk memberikan kesan palsu kepada konsumen tentang kinerja keselamatan adalah tindakan yang sangat tidak etis dan menyesatkan.

Varian Tiggo 7 Pro yang diuji adalah varian terendah yang ditawarkan Chery di Afrika Selatan. Ini sangat berbeda dengan Tiggo 7 CSH yang merupakan varian PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dengan teknologi dan kemungkinan besar standar keselamatan yang berbeda pula. Perbedaan ini krusial dan harus disampaikan secara transparan kepada konsumen.

Suara Keras dari Global NCAP dan Asosiasi Otomotif Afrika Selatan

Richard Woods, Chief Executive Officer Global NCAP, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Dalam keterangan tertulisnya, ia menyatakan, "Peringkat dua bintang untuk Tiggo 7 Pro sangat mengecewakan, tetapi hasil buruk ini diperparah oleh publikasi informasi yang menyesatkan tentang hasil uji tabrak dari pasar lain."

Woods menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam keselamatan kendaraan. "Konsumen Afrika Selatan membutuhkan informasi independen dan akurat untuk mendukung keputusan pembelian mereka. Transparansi dan akuntabilitas dalam keselamatan kendaraan, bukan tipu daya pemasaran," tegasnya, menyoroti bahwa keselamatan adalah hak, bukan alat promosi semata.

Senada dengan Global NCAP, Bobby Ramagwede, Kepala Eksekutif Asosiasi Otomotif Afrika Selatan, juga menyuarakan keprihatinannya. Ia mencatat bahwa uji tabrak terbaru yang dilakukan Chery SA di dalam negeri tidak hanya tidak aman, tetapi juga menyesatkan.

"Kami juga mencatat siaran pers terbaru mengenai Tiggo 7 CSH dan peringkat bintang lima Euro NCAP-nya, dan sekali lagi kami menemukan informasi ini berat sebelah karena tidak menyoroti kekurangan keselamatan model entry-level dalam kisaran ini," kata Bobby. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa konsumen berhak tahu seluruh spektrum informasi, bukan hanya yang menguntungkan pabrikan.

Bobby menambahkan, "Kami telah mengatakan sebelumnya dan akan mengatakannya lagi, pengendara di Afrika Selatan layak mendapatkan yang lebih baik, terlepas dari asal atau harga kendaraan, dengan peringkat dua bintang ini memperkuat kebutuhan mendesak bagi semua produsen untuk berkomitmen pada keselamatan yang setara untuk semua pasar." Ia menutup dengan seruan penting, "Hasil ini menggarisbawahi mengapa Afrika sangat membutuhkan standar regulasi yang lebih kuat."

Pentingnya Transparansi dan Standar Keselamatan Global

Kasus Chery Tiggo 7 Pro ini menjadi pengingat keras bagi seluruh industri otomotif dan konsumen di seluruh dunia, terutama di pasar berkembang. Ini menunjukkan bahwa standar keselamatan kendaraan bisa bervariasi secara signifikan antar pasar, dan klaim pemasaran harus selalu diperiksa dengan cermat. Konsumen memiliki hak fundamental untuk mendapatkan informasi yang jujur dan transparan mengenai tingkat keselamatan kendaraan yang akan mereka beli, agar dapat membuat keputusan yang terinformasi dan aman bagi diri serta keluarga mereka.

Peran organisasi seperti Global NCAP menjadi krusial dalam menyediakan data independen yang dapat dipercaya, membantu konsumen membuat keputusan yang lebih aman dan menekan pabrikan untuk meningkatkan kualitas. Tanpa lembaga pengawas independen semacam ini, konsumen akan sangat rentan terhadap informasi yang bias.

Pada akhirnya, insiden ini bukan hanya tentang satu model mobil atau satu pabrikan semata. Ini adalah seruan untuk akuntabilitas yang lebih besar dari produsen mobil dan kebutuhan mendesak akan regulasi keselamatan yang lebih ketat dan seragam di seluruh dunia. Keselamatan seharusnya tidak menjadi kompromi, apalagi menjadi alat pemasaran yang menyesatkan yang bisa mengancam nyawa.

banner 325x300