Siapa di antara kamu yang punya kebiasaan satu ini saat berkendara motor? Jari-jari tangan dibiarkan nangkring di tuas rem, seolah siap sedia kapan saja untuk mengerem. Mungkin terlihat sepele dan terasa aman, tapi ternyata kebiasaan ini menyimpan bahaya yang tidak main-main. Bahkan, bisa berujung fatal lho!
Kebiasaan Sepele yang Berdampak Fatal
Banyak pengendara motor, baik pemula maupun yang sudah lama, tanpa sadar melakukan kebiasaan ini. Jari telunjuk atau tengah, bahkan keduanya, selalu siaga di tuas rem depan atau tuas rem belakang (untuk motor matic). Mereka beranggapan ini adalah bentuk antisipasi agar bisa mengerem lebih cepat dalam situasi darurat.
Padahal, menurut para ahli keselamatan berkendara, termasuk dari Wahana Makmur Sejati, dealer motor Honda terbesar, posisi tangan seperti itu justru keliru. Kebiasaan ini bukan hanya mengurangi kontrolmu atas motor, tapi juga berpotensi menyebabkan masalah lain yang lebih serius.
Kenapa Jari Gak Boleh Nangkring di Tuas Rem?
Ada beberapa alasan kuat mengapa kebiasaan menempatkan jari di tuas rem saat tidak dibutuhkan sangat tidak disarankan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatanmu di jalan.
Kontrol Penuh Itu Kunci!
Motor adalah kendaraan yang sangat mengandalkan keseimbangan dan kontrol penuh dari pengendaranya. Saat jari-jarimu menggantung di tuas rem, kekuatan genggaman tanganmu pada setang akan berkurang drastis. Ini artinya, kamu kehilangan kontrol penuh atas arah dan stabilitas motor.
Bayangkan jika ada situasi mendadak yang membutuhkan manuver cepat, seperti menghindari lubang atau benda lain di jalan. Dengan genggaman yang tidak maksimal, responsmu untuk mengendalikan setang akan terhambat, dan risiko kecelakaan pun jadi lebih tinggi.
Respons Mendadak Jadi Lambat
Meskipun kamu berpikir jari yang siaga di tuas rem akan mempercepat pengereman, kenyataannya justru sebaliknya. Fokusmu akan terpecah antara menggenggam setang dan menekan tuas rem. Hal ini justru bisa memperlambat respons keseluruhanmu.
Dalam kondisi darurat, yang pertama kali harus kamu lakukan adalah menjaga keseimbangan dan mengarahkan motor dengan benar, baru kemudian mengerem. Jika genggamanmu tidak kuat, pengereman mendadak bisa membuat motor oleng dan kamu kehilangan kendali.
Rem Cepat Aus dan Rusak
Ini dia dampak lain yang sering diabaikan, tapi bisa bikin kantongmu jebol. Kebiasaan menggantung jari di tuas rem, meskipun tidak sengaja menekan, bisa menyebabkan tekanan ringan yang konstan pada tuas. Lama kelamaan, tuas rem bisa berubah posisi atau bentuk karena tekanan yang terus-menerus.
Lebih parah lagi, kampas remmu akan lebih cepat aus dari seharusnya. Ini berarti kamu harus lebih sering mengganti kampas rem, yang tentu saja akan menambah pengeluaran. Selain itu, rem yang aus juga berarti performa pengereman motor jadi tidak optimal dan sangat berbahaya saat dibutuhkan.
Posisi Tangan yang Benar Saat Memegang Setang Motor
Setelah tahu bahayanya, lalu bagaimana sih cara memegang setang motor yang benar dan aman? Ada beberapa tips penting yang bisa kamu terapkan mulai sekarang.
Genggam Erat, Bukan Cuma Nempel!
Kuncinya adalah genggam setang dengan telapak tangan dan seluruh jari-jari tanganmu. Pastikan genggamanmu kuat dan mantap, bukan hanya sekadar menempel atau mengambang. Ini akan memberikanmu stabilitas maksimal dan kendali penuh atas motor.
Dengan begitu, kamu akan punya kendali penuh atas motor, bisa merasakan setiap respons dari setang, dan siap mengantisipasi segala kondisi jalan. Ini adalah dasar dari keselamatan berkendara yang seringkali diabaikan, padahal sangat krusial.
Siku Sedikit Menekuk, Jangan Lurus!
Selain genggaman, perhatikan juga posisi sikumu. Jangan biarkan kedua tanganmu lurus kaku saat memegang setang. Sebaiknya, tekuk sedikit sikumu hingga membentuk sudut yang nyaman dan tidak kaku.
Posisi siku yang sedikit menekuk ini punya banyak manfaat. Pertama, mengurangi efek getaran dari motor, sehingga getaran tidak langsung menjalar ke pundak dan kamu tidak cepat pegal. Kedua, memberikan fleksibilitas lebih untuk bermanuver dan mengendalikan motor dengan lebih lincah, terutama saat melewati jalanan yang tidak rata.
Indikasi Kamu Salah Berkendara (Jika Masih Sering Gini)
Jika kamu merasa sulit sekali menghilangkan kebiasaan jari nangkring di tuas rem, ada kemungkinan dua hal yang menjadi penyebabnya. Ini bisa jadi sinyal bahwa ada yang salah dengan gaya berkendaramu.
Pertama, kamu mungkin berkendara terlalu kencang atau agresif, sehingga secara tidak sadar merasa butuh respons rem super cepat. Kedua, bisa jadi kamu belum sepenuhnya menguasai dan memahami karakter motormu sendiri, sehingga merasa kurang percaya diri.
Penting untuk selalu berkendara sesuai batas kecepatan yang aman dan memahami bagaimana motormu bereaksi dalam berbagai situasi. Latih dirimu untuk lebih tenang dan percaya diri tanpa harus selalu siaga di rem.
Pentingnya Sarung Tangan untuk Keselamatan dan Kenyamanan
Selain posisi tangan, ada satu lagi perlengkapan yang sering diremehkan tapi sangat penting: sarung tangan. Menggunakan sarung tangan saat berkendara bukan hanya soal gaya, tapi juga soal keselamatan dan kenyamanan yang tak boleh diabaikan.
Sarung tangan akan membantumu mendapatkan genggaman yang lebih lengket dan stabil pada setang, terutama saat tangan berkeringat atau ketika hujan. Ini juga melindungi tanganmu dari debu, kotoran, dan paparan sinar matahari langsung yang bisa membuat kulit tangan cepat kering atau kapalan.
Lebih dari itu, jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti terjatuh, sarung tangan bisa menjadi pelindung pertama yang mengurangi risiko luka parah pada telapak tangan. Jadi, jangan malas pakai sarung tangan ya, ini investasi kecil untuk keselamatanmu!
Jadi, Sudah Tahu Kan? Yuk, Berkendara Lebih Aman!
Keselamatan berkendara itu dimulai dari hal-hal kecil yang sering kita anggap remeh. Memegang setang motor dengan benar, memposisikan siku, dan menggunakan sarung tangan adalah langkah-langkah dasar yang krusial untuk perjalanan yang aman.
Ingat, tuas rem hanya digunakan saat kamu benar-benar perlu mengerem, bukan sebagai tempat bersandar jari. Prioritaskan kontrol penuh dan keseimbangan motor di atas segalanya. Dengan begitu, perjalananmu akan lebih aman, nyaman, dan terhindar dari risiko yang tidak perlu.
Mari jadi pengendara yang lebih cerdas dan bertanggung jawab. Utamakan keselamatanmu dan orang lain di jalan!


















