banner 728x250

Jakarta Siaga! Ribuan Ojol ‘Off Bid’ Massal Besok, Transportasi Online Terancam Lumpuh: Ini Tuntutan Mereka!

jakarta siaga ribuan ojol off bid massal besok transportasi online terancam lumpuh ini tuntutan mereka portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Besok, Rabu (17/9/2025), ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran. Tak hanya turun ke jalan, mereka juga berencana mematikan aplikasi pesan antar secara masif. Ini berpotensi melumpuhkan layanan transportasi daring di ibu kota, membuat kamu harus mencari alternatif perjalanan.

Mengapa Ojol Turun ke Jalan? Solidaritas dan Tuntutan Perubahan

banner 325x300

Aksi ini diinisiasi oleh Garda Indonesia, sebuah asosiasi pengemudi ojek online yang telah lama menyuarakan aspirasi para driver. Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menegaskan bahwa pemadaman aplikasi adalah bentuk solidaritas dan dukungan penuh terhadap gerakan ini. Mereka akan berunjuk rasa di tiga titik vital: Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Istana Negara, dan DPR RI.

Unjuk rasa ini bertepatan dengan Peringatan Hari Perhubungan Nasional, sebuah momen yang sengaja dipilih untuk menarik perhatian pemerintah. Para driver merasa kebijakan yang ada saat ini tidak berpihak kepada mereka, melainkan lebih condong ke kepentingan perusahaan aplikasi.

Ancaman Lumpuhnya Transportasi Online Jakarta

Bayangkan, kamu yang biasa mengandalkan ojol untuk berangkat kerja, kuliah, atau sekadar pesan makanan, mungkin akan kesulitan besok. Dengan ribuan driver mematikan aplikasi, ketersediaan layanan akan sangat terbatas, bahkan bisa dibilang lumpuh. Ini tentu akan berdampak besar pada mobilitas warga Jakarta.

Igun Wicaksono sendiri sudah mengimbau warga Jakarta untuk mulai memikirkan moda transportasi alternatif. Entah itu beralih ke transportasi umum seperti TransJakarta, KRL Commuter Line, MRT, atau bahkan menggunakan taksi konvensional. Persiapan dini sangat penting agar aktivitasmu tidak terganggu.

Siapa Saja yang Ikut Aksi Ini? Bukan Hanya Ojol!

Aksi unjuk rasa akbar ini tidak hanya diikuti oleh driver ojol roda dua. Gabungan aliansi dan komunitas ojek online, driver online roda empat, serta kurir online juga akan bergabung. Bahkan, mahasiswa dari BEM UI dan aliansi-aliansi mahasiswa lainnya turut serta menyuarakan dukungan.

Keterlibatan mahasiswa menunjukkan bahwa isu ini bukan sekadar masalah internal driver, tetapi juga menyangkut keadilan sosial yang lebih luas. Mereka bersatu padu menuntut perubahan kebijakan yang dianggap merugikan para pekerja di sektor transportasi daring.

Tuntutan Utama: Copot Menteri Perhubungan!

Salah satu tuntutan paling lantang dari aksi ini adalah pencopotan Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi. Para driver menilai telah terjadi kemunduran signifikan di Kemenhub sejak Dudy menjabat. Mereka menuduh adanya "vendor driven policy," di mana kebijakan-kebijakan kementerian justru dikendalikan oleh perusahaan aplikasi transportasi online.

Igun Wicaksono secara blak-blakan menyebut Menteri Perhubungan berlaku layaknya pengusaha, bukan sebagai menteri yang seharusnya melindungi rakyat. "Menteri Perhubungan lebih memilih mendukung perusahaan-perusahaan aplikasi transportasi online bahkan perusahaan-perusahaan transportasi online berhasil membuat Menteri Perhubungan menjadi juru bicara para pebisnis tersebut untuk menolak aspirasi Rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai ojek online," tegasnya. Ini menjadi puncak kekesalan para driver yang merasa diabaikan.

Daftar Lengkap Tuntutan Para Driver Online

Selain pencopotan Menteri Perhubungan, ada tujuh tuntutan utama yang akan disuarakan para driver ojol, driver online roda empat, dan kurir online besok. Tuntutan-tuntutan ini mencerminkan masalah fundamental yang mereka hadapi sehari-hari:

1. RUU Transportasi Online Masuk Prolegnas 2025-2026

Para driver mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Transportasi Online segera dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2025-2026. Mereka berharap RUU ini bisa memberikan payung hukum yang jelas dan adil, melindungi hak-hak driver, serta mengatur ekosistem transportasi daring secara komprehensif. Selama ini, mereka merasa berada dalam posisi yang rentan tanpa regulasi yang kuat.

2. Potongan Aplikator 10% Harga Mati

Salah satu isu paling sensitif adalah potongan atau komisi yang diambil oleh aplikator. Para driver menuntut agar potongan aplikator maksimal hanya 10% dari tarif perjalanan. Saat ini, banyak driver merasa potongan yang diterapkan terlalu besar, menggerus pendapatan mereka yang sudah pas-pasan. Angka 10% dianggap sebagai batas yang wajar dan tidak memberatkan.

3. Regulasi Tarif Antar Barang dan Makanan

Tidak hanya tarif penumpang, driver juga menuntut adanya regulasi yang jelas mengenai tarif antar barang dan makanan. Seringkali, tarif untuk layanan ini dianggap tidak sebanding dengan jarak tempuh, waktu, dan risiko yang dihadapi driver. Regulasi yang adil diharapkan bisa memastikan driver mendapatkan upah yang layak untuk setiap pengiriman.

4. Audit Investigatif Potongan 5% yang Telah Diambil Aplikator

Ada dugaan bahwa aplikator mengambil potongan tambahan sebesar 5% yang tidak jelas peruntukannya. Para driver menuntut agar dilakukan audit investigatif untuk mengusut tuntas potongan ini. Transparansi adalah kunci, dan mereka ingin tahu ke mana perginya uang tersebut serta dasar hukum pengambilannya.

5. Hapus Aceng, Slot, Multi Order, Member Berbayar, dan Praktik Tidak Adil Lainnya

Ini adalah serangkaian praktik yang dianggap merugikan driver. "Aceng" merujuk pada sistem order fiktif atau order yang dibatalkan sepihak. "Slot" bisa berarti sistem kuota atau pembatasan order yang tidak transparan. "Multi Order" seringkali membuat driver harus mengambil beberapa order sekaligus dengan imbalan yang tidak sepadan. Sementara "Member Berbayar" adalah sistem di mana driver harus membayar untuk mendapatkan keuntungan atau prioritas tertentu, yang dianggap memberatkan. Mereka menuntut penghapusan semua praktik yang tidak adil ini.

6. Copot Menteri Perhubungan

Seperti yang telah disebutkan, tuntutan ini adalah salah satu yang paling krusial. Para driver merasa Menteri Perhubungan saat ini gagal dalam menjalankan tugasnya untuk melindungi kepentingan rakyat, khususnya para pekerja transportasi online.

7. Kapolri Usut Tuntas Tragedi 28 Agustus 2025

Tuntutan terakhir adalah agar Kapolri mengusut tuntas "Tragedi 28 Agustus 2025." Meskipun detail spesifik tragedi ini tidak disebutkan, tuntutan ini mengindikasikan adanya insiden serius yang menimpa driver atau komunitas ojol, dan mereka menuntut keadilan serta pertanggungjawakan dari pihak berwenang. Ini menunjukkan bahwa ada luka lama yang belum terobati dan butuh penyelesaian hukum.

Apa yang Harus Kamu Lakukan Besok? Persiapkan Diri!

Dengan potensi lumpuhnya transportasi online, sangat penting bagi kamu untuk merencanakan perjalanan besok dengan matang. Jika kamu memiliki jadwal penting, pertimbangkan untuk berangkat lebih awal atau menggunakan alternatif transportasi umum. Pastikan juga untuk memeriksa jadwal dan rute transportasi publik yang tersedia.

Aksi ini adalah cerminan dari perjuangan panjang para driver online untuk mendapatkan hak dan keadilan. Meskipun akan ada dampak pada mobilitas warga, ini adalah cara mereka menyuarakan aspirasi yang selama ini mungkin kurang didengar. Mari kita pantau perkembangan aksi ini dan berharap ada solusi terbaik bagi semua pihak.

banner 325x300